Skip to content

Rainbow’ UFO found in Apollo 12 moon mission photographs (Video)

2016 January 1
by admin

You are not alone, if you dislike waiting inline in the post office to purchase stamps. The good news is that these day there are several ways to acquire stamps that donot possibly require you to create a particular day at the USA Postal Service (USPS) office. Whether you’d prefer to buy stamps online from your own mail provider, or as long as you’re outrunning errands, it is simple to produce your purchase. urgent essay Advertisement Ways Strategy 1 of 6: Purchasing Stamps Online Goto usps.com. Visit from any browser. read more…

Gempa Selatan Tasikmalaya 26 Juni 2010 5,8 Mw

2010 June 27
by admin

gempa-tasikmalaya

gempa tasikmalaya (sumber: www.usgs.gov)

Sebuah gempa bermagnitude 5,8 Mw, dengan pusat di kedalaman 96,8 km telah terjadi pada 26 Juni 2010 pukul 16.50 WIB di Lautan Hindia sebelah selatan (80 km) Tasikmalaya. Dengan kedalaman hiposentrum seperti itu, bisa disimpulkan bahwa ini merupakan slab earthquake (patahan pada kerak samudera yang menunjam di bawah kerak akresi selatan Jawa Barat). Tahun lalu, gempa yang lokasinya di Samudera Hindia juga sekitar 80 km ke sebelah barat dari posisi sekarang terjadi lebih kuat (sekitar 7,0 SR) dan memakan banyak korban di bagian selatan Jawa Barat serta mengguncang Jakarta dengan kuat. Semoga gempa sore ini yang baru berlalu tak banyak memakan korban. Guncangan di selatan Tasikmalaya sekitar IV-V MMI, di Bogor sekitar II-III MMI.

Ini bukan gempa yang akan menyebabkan tsunami sebab cukup dalam dan magnitude-nya relatif kurang untuk membangkitkan tsunami, gempa sedalam itu dengan magnitude di bawah 6,5 Mw biasanya hanya akan menghasilkan blind fault (dies out upsection).

salam,

Awang

Menghentikan Semburan Lumpur Lapindo

2010 June 19

prof-rudi

Rudi Rubiandini (sumber: metrotvnews.com)

Kebocoran dari pipa minyak bawah laut milik British Petroleum (BP) telah memasuki minggu ketujuh. Meskipun sulit, ahli-ahli di BP berjuang menutup kebocoran sumur bawah laut di Teluk Meksiko itu. Tak ingin reputasinya merosot, BP mengerahkan aneka upaya dan berbagai macam teknologi. Mereka optimistis kebocoran bisa dihentikan agar pesisir pantai Amerika Serikat tidak tercemar berat oleh tumpahan minyak.

Semburan ini menjadi sorotan dunia, terutama terkait keselamatan migas. Maklum, dengan semburan 3.000-5.000 barrel minyak per hari, insiden ini merupakan pencemaran terburuk dalam sejarah AS, melampaui bencana tumpahan minyak dari kapal tanker Exxon Valdez pada 1989 yang menebarkan minyak di laut lebih dari 245.000 barrel. Pemerintah AS memperkirakan, 18 juta sampai 40 juta galon minyak mentah telah mencemari Teluk Meksiko.

read more…

Gempa Palu-Koro dan Sorong Fault 16 Juni 2010 dan Semburan Gas Lariang Basin

2010 June 19

Minggu ini, pada Rabu 16 Juni 2010, dua gempa cukup besar terjadi di sekitar dua sesar mendatar besar terkenal di Indonesia Timur: Sesar Palu-Koro dan Sesar Sorong-Yapen.

gempa-palu-koro

gambar 1: lokasi gempa Palu-Koro (sumber: www.usgs.gov)

Besoknya, sebuah sms dari seorang kenalan yang meneruskan berita dari pihak Pemda Sulbar saya terima, tertulis “yth Bpk/ibu, sbg info malam jam 11.30 PM dr Prop Sul Bar terjadi gempa bumi dan berakibat adanya seepage gas dan cairan minyak serta air di WKP Blok Eksplorasi Budong-Budong dr PSC Tately NV. Mohon agar ditindaklanjuti”. ‘

Lepas dari bencana yang dialami sebagian penduduk sekitar lokasi gempa yang kini masih mengungsi sebab gempa susulan skala 4 Mb masih terjadi; semburan gas, lumpur, dan material terkait lainnya adalah berita positif bagi teman-teman Tately Budong-Budong dan Marathon Pasangkayu yang saat ini sedang giat mengeksplorasi Sulawesi Barat di daratan dan lautnya. Banyak surface anticlines di wilayah Lariang Basin ini yang rupanya salah satunya dibocorkan oleh gempa 16 Juni melalui patahan2 di permukaan, sehingga hidrokarbon yang dikandungnya serta merta melesat ke atmosfer dan langsung terbakar oleh gesekan dengan udara. Melihat foto2nya yang dikirimkan seorang teman, cukuplah besar semburan ini. Semula setinggi sekitar 3 meter, sekarang tinggal beberapa puluh cm.

read more…

Keunikan Geofisik Kaldera Danau Toba sebagai Potensi Geowisata

2010 April 19

Oleh Agus Hendratno (Staf Pengajar Jurusan Teknik Geologi UGM)

Keindahan kawasan Danau Toba

Gambar 1. Batas administrasi dan perairan di Danau Toba.

Gambar 1. Batas administrasi dan perairan di Danau Toba.

Danau toba adalah danau terbesar di Indonesia yang terletak di Propinsi Sumatra Utara yang berjarak 176 km ke barat dari ibukota propinsi ini yaitu Medan. Danau Toba dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dari Medan dengan jarak tempuh sekitar tiga sampai empat jam. Dengan pesawat menuju kota Medan hanya memakan waktu 40 menit dari Singapura dan 2 jam dari Jakarta, ibukota Indonesia.

Sebagai danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 km dari baratdaya ke tenggara dan lebar 27 km, lokasi ketinggian 904 meter di atas permukaan laut dan kedalaman maksimal 505 meter, danau ini menjadi salah satu aset pariwisata yang penting bagi Indonesia. Keindahan alam Danau Toba telah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Perairan danau yang biru, penduduk yang sangat ramah dan budaya Batak yang sangat mempesona, menarik wisatawan dari seluruh dunia dengan tujuan menikmati pemandangan Danau. Pada bagian tengah danau terdapat pulau indah yang dikenal dengan Samosir.

Berkeliling dari tepi danau hingga pulau Samosir adalah suatu petualangan agung dan sangat mengesankan bagi para pengunjung. Danau Toba meliputi luasan daerah 3,658 km2, dengan luas permukaan danau 1,103 km2. Sisa dari luasan area tersebut sekitar 43% merupakan bukit-bukit dan 30% bergunung-gunung, dengan puncak tertinggi 2,000 m di atas permukaan laut.

read more…

Dunia tanpa minyak bumi

2010 February 8
by RDP (admin)
amory_lovins1

Amory Lovins

Artikel dari  Nanang Manaf.

Amory Lovin dikenal dengan banyak atribut. Ia seorang ahli psikologi teori, sebagai adviser untuk Badan Energi Amerika yang mengurusi masalah efesiensi energi dan industri otomotif, dan juga salah seorang pendiri Rocky Mountain Institute, think thank yang merumuskan visi dunia tanpa minyak pada tahun 2025.

Pada AAPG (Association of American Petroleum Geologist) Annual Convention di Houston, April 2006 lalu, ia memberikan kuliah dalam luncheon talk di Divisi Environmental Geosciences dan menambah atribut yang melekat padanya menjadi seorang Wildcatter (orang yang bekerja untuk menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi). read more…

Thinking out of the box

2010 January 13
by RDP (admin)
nanangmanaf

Pak Nanang Manaf

Artikel Pak Nanang Manaf

Pernahkah kita membayangkan dari sebuah impian lahir suatu peristiwa besar, bahkan mencetuskan sejarah revolusi suatu bangsa?

Itu terjadi kurang lebih 109 tahun yang lalu di sebuah kota kecil, di sudut tenggara negara bagian Texas, Amerika, yang dikenal sebagai kota Beaumont. Pattillo Higgins, seorang geologist yang gigih bermimpi suatu hari kelak kota kelahirannya itu akan menjadi sebuah kota pelabuhan yang ramai dengan pabrik-pabrik yang berdiri megah, kapal-kapal besar berlalu lalang, keluar masuk pelabuhan, serta tanah pertanian yang luas, yang semuanya digerakan dengan sumber energi minyak bumi. Padahal pada saat itu, minyak bumi baru ditemukan dalam jumlah yang kecil dan terbatas hanya dimanfaatkan untuk penerangan dan bahan pelumas saja. Batu bara merupakan sumber energi utama pada masa itu. read more…

Intellectual White Space

2010 January 7
by RDP (admin)
nanangmanaf

Sharing dari Pak Nanang Abdul Manaf (PERTAMINA-EP)

Saya sangat terisnpirasi oleh guru dan senior saya Cak Andang Bachtiar dengan pertanyaan : Apakah faktor-faktor yang mengarah adanya temuan-temuan besar ?

Saya teringat ketika mengikui AAPG Conference tahun 2007 di Longbeach, CA, ada presentasi yang sangat bagus, insightful, dan rupanya juga banyak diminati oleh para peserta Conference. Robin Hamilton, Team Leader untuk study Regional dari Shell International E&P yang berkantor di Houston, Tx, yang bertajuk : Identifying New Material Hydrocarbon Plays : The Challenge and an Approach. read more…

Perlunya Museum Monumental Gempa

2010 January 4
by admin

Masyarakat perlu disadarkan tentang pentingnya kehidupan siap bencana.

Oleh Dwikorita Karnawati
Pengajar dan Peneliti pada Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Meskipun wilayah Indonesia sering mengalami bencana gempa bumi yang menimbulkan ribuan korban jiwa, ratusan ribu rumah/bangunan roboh, kerusakan lingkungan dan trauma psikologis, hingga saat ini belum satu pun museum monumental gempa bumi dibangun.

Belum adanya museum monumental ini cukup memprihatinkan, bahkan mengkhawatirkan bagi kepentingan pembelajaran masyarakat untuk siap bencana. Dalam kurun waktu puluhan tahun, masyarakat kita cenderung mudah melupakan kejadian gempa dan dampaknya. Bahkan anak cucu kita mungkin sama sekali tidak bisa lagi membayangkan kejadian gempa bumi tersebut dan dampaknya.

Sebagai contoh, saat ini kita sudah tidak dapat lagi melihat bekas-bekas dampak gempa di Yogyakarta yang baru saja terjadi pada tahun 2006 lalu, karena seluruh bangunan yang roboh telah selesai direkonstruksi. Demikian juga dampak gempa di Nias dan di Aceh. Jadi kehadiran museum monumental gempa ini sangat penting untuk selalu mengingatkan masyarakat dan anak cucu kita betapa dahsyatnya dampak gempa. Juga untuk menyadarkan masyarakat kita bahwa kehidupan siap bencana perlu selalu kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan perlu kita kembangkan sebagai budaya siap bencana hingga ke beberapa generasi penerus kita.

Manfaat lain dari museum monumental ini adalah untuk kepentingan riset yang mendukung upaya mitigasi bencana gempa bumi. Tentunya museum monumental ini tidak hanya berupa bangunan fisik saja, namun dapat dilengkapi dengan contoh-contoh cerita, dongeng, lagu, puisi, dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan untuk membangun budaya siap bencana.

read more…

Belajar dari Situ Gintung

2009 April 9
by admin

Oleh Imam A. Sadisun adalah anggota Kelompok Keilmuan Geologi Terapan, FITB – ITB dan Ketua Divisi Geologi Teknik – IAGI.

SITU atau dalam istilah yang lebih umum juga dikenal sebagai danau berukuran relatif kecil, dapat terbentuk secara alamiah maupun buatan. Situ-situ ini mendapatkan pasokan air baik dari curah hujan, mata air, atau bahkan sungai-sungai yang terdapat di sekitarnya. Beberapa situ memiliki saluran keluar (outlet) yang terkadang juga dapat terbentuk secara alamiah atau merupakan konstruksi buatan, yaitu dengan membangun bendungan kecil atau tanggul.

Situ Gintung di wilayah Cirendeu, Tangerang, Banten, pada mulanya merupakan situ yang terbentuk secara alamiah. Tanggul pada situ ini dibangun sejak zaman Pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, yaitu pada 1933 (Detik.com, 27/3). Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu yang dibuat Turkandi dkk. (1992), Situ Gintung berada pada satuan batuan endapan volkanik.

read more…