<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: East Indies Episode (Fabricius, 1949) : Bumi Hanguskan Minyak !</title>
	<atom:link href="http://geologi.iagi.or.id/2008/09/23/east-indies-episode-fabricius-1949-bumi-hanguskan-minyak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://geologi.iagi.or.id/2008/09/23/east-indies-episode-fabricius-1949-bumi-hanguskan-minyak/</link>
	<description>Tulisan geologi popular dari IAGI</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 06:16:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: atmo</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2008/09/23/east-indies-episode-fabricius-1949-bumi-hanguskan-minyak/comment-page-1/#comment-4216</link>
		<dc:creator>atmo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 18:41:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geoblogi.wordpress.com/?p=59#comment-4216</guid>
		<description>Mungkin bunuh diri atau berkorban sampai mati itu muncul ketika manusia mulai berkelompok, rasa saling memiliki semakin lekat, dan harapan yang baik menjadi impian, baik harapan bagi diri sendiri atau bagi penerusnya. Kalau dari pemikiran logis yang berjarak dari peristiwa sebenarnya memang bisa dibilang tak masuk akal. 

Tapi jika kita diposisi orang yang berani berkorban sampai mati  atau bunuh diri karena alasan tertentu barangkali akan jadi lain. Jadi karakter ini muncul bersamaan dengan "keyakinan dan harapan" kita sendiri kelak, baik untuk kita namun juga mungkin untuk orang lain kelak, misalnya anak cucu, teman, saudara dll. 

Kita tidak akan pernah bisa memahami hal ini dengan tuntas karena ibarat tahu kopi itu enak tapi bukan peminum kopi. Bahkan tak pernah minum kopi. Enaknya kopi karena kita tahu dari bacaan saja atau kata orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bunuh diri atau berkorban sampai mati itu muncul ketika manusia mulai berkelompok, rasa saling memiliki semakin lekat, dan harapan yang baik menjadi impian, baik harapan bagi diri sendiri atau bagi penerusnya. Kalau dari pemikiran logis yang berjarak dari peristiwa sebenarnya memang bisa dibilang tak masuk akal. </p>
<p>Tapi jika kita diposisi orang yang berani berkorban sampai mati  atau bunuh diri karena alasan tertentu barangkali akan jadi lain. Jadi karakter ini muncul bersamaan dengan &#8220;keyakinan dan harapan&#8221; kita sendiri kelak, baik untuk kita namun juga mungkin untuk orang lain kelak, misalnya anak cucu, teman, saudara dll. </p>
<p>Kita tidak akan pernah bisa memahami hal ini dengan tuntas karena ibarat tahu kopi itu enak tapi bukan peminum kopi. Bahkan tak pernah minum kopi. Enaknya kopi karena kita tahu dari bacaan saja atau kata orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rovicky</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2008/09/23/east-indies-episode-fabricius-1949-bumi-hanguskan-minyak/comment-page-1/#comment-232</link>
		<dc:creator>Rovicky</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 08:45:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geoblogi.wordpress.com/?p=59#comment-232</guid>
		<description>Apakah ide harakiri Kamikaze ini yang akhirnya mendasari "Bom bunuh diri" itu ya ?

Cukup aneh sebenernya perilaku harakiri atau kamikaze, hingga "tiji tibeh" (mati siji mati kabeh) atau bumi hangus ini. Bahkan untuk perilaku bumi hanguspun sudah merupakan sebuah loncatan pemikiran yang tidak sederhana.

Darimana asal bunuhdiri itu ?

Setahuku binatang tidak mengenal bunuh diri, memang ada sih binatang yang "diduga" bunuh diri. Tetapi seringkali (my personal opinion) itu bukan bunuh diri, hanya menyendiri sebelum mati. Seperti beberapa gajah yang menyendiri ketika tua dan akan mati. Bahkan kucing sering menghilang dari rumah ketika akan mati.
Tetapi bunuh diri ? Yang saya tahu perilaku aneh itu bukan hal sederhana dalam proses evolusi.

Selanjutnya, perilaku yang agak ganjil juga ketika manusia memutuskan mendingan mati bareng ketimbang sengsara. Membakar gedung daripada dipakai manusia lain (musuhnya). Perilaku ini juga rada absurd kalau
diamati dengan kacamata ini. Saya belum pernah melihat binatang yang merusak sarangnya sendiri karena alasan daripada dipakai oleh kawannya (masih satu satu species). Tetapi memang ada beberapa binatang yang merusak sarangnya untuk "mengelabuhi" musuhnya supaya tidak dikenali jejaknya. Tentunya ini berbeda kaan ? Merusak disini sebagai mempertahankan diri. Nah apakah Manusia membakar itu juga untuk
mempertahankan diri. Bisa jadi iya, karena (berdalih) akan memperlambat laju musuh dalam menyerang.

Bagaimana dengan "suicide bomb" ?

Ini bukan hanya dilakukan untuk menghindari serangan tetapi justru dipakai untuk menyerang ....Nah yang lebih mengagetkan itu temuan pada beberapa runtuhan bom bunuh diri ini. Beberapa kali diketemukan adanya pemantik (pemicu) lain selain trigger yang dibawa oleh si pelaku bom bunuh diri. Artinya bisa jadi yang terjadi adalah bom pembunuhan bukan bom bunuh diri .... Haddduh !

Hmmmkalau kembali ke evolusi ... darimana (sejak kapan) mental bunuh diri ini muncul pada manusia (homo sapiens) ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah ide harakiri Kamikaze ini yang akhirnya mendasari &#8220;Bom bunuh diri&#8221; itu ya ?</p>
<p>Cukup aneh sebenernya perilaku harakiri atau kamikaze, hingga &#8220;tiji tibeh&#8221; (mati siji mati kabeh) atau bumi hangus ini. Bahkan untuk perilaku bumi hanguspun sudah merupakan sebuah loncatan pemikiran yang tidak sederhana.</p>
<p>Darimana asal bunuhdiri itu ?</p>
<p>Setahuku binatang tidak mengenal bunuh diri, memang ada sih binatang yang &#8220;diduga&#8221; bunuh diri. Tetapi seringkali (my personal opinion) itu bukan bunuh diri, hanya menyendiri sebelum mati. Seperti beberapa gajah yang menyendiri ketika tua dan akan mati. Bahkan kucing sering menghilang dari rumah ketika akan mati.<br />
Tetapi bunuh diri ? Yang saya tahu perilaku aneh itu bukan hal sederhana dalam proses evolusi.</p>
<p>Selanjutnya, perilaku yang agak ganjil juga ketika manusia memutuskan mendingan mati bareng ketimbang sengsara. Membakar gedung daripada dipakai manusia lain (musuhnya). Perilaku ini juga rada absurd kalau<br />
diamati dengan kacamata ini. Saya belum pernah melihat binatang yang merusak sarangnya sendiri karena alasan daripada dipakai oleh kawannya (masih satu satu species). Tetapi memang ada beberapa binatang yang merusak sarangnya untuk &#8220;mengelabuhi&#8221; musuhnya supaya tidak dikenali jejaknya. Tentunya ini berbeda kaan ? Merusak disini sebagai mempertahankan diri. Nah apakah Manusia membakar itu juga untuk<br />
mempertahankan diri. Bisa jadi iya, karena (berdalih) akan memperlambat laju musuh dalam menyerang.</p>
<p>Bagaimana dengan &#8220;suicide bomb&#8221; ?</p>
<p>Ini bukan hanya dilakukan untuk menghindari serangan tetapi justru dipakai untuk menyerang &#8230;.Nah yang lebih mengagetkan itu temuan pada beberapa runtuhan bom bunuh diri ini. Beberapa kali diketemukan adanya pemantik (pemicu) lain selain trigger yang dibawa oleh si pelaku bom bunuh diri. Artinya bisa jadi yang terjadi adalah bom pembunuhan bukan bom bunuh diri &#8230;. Haddduh !</p>
<p>Hmmmkalau kembali ke evolusi &#8230; darimana (sejak kapan) mental bunuh diri ini muncul pada manusia (homo sapiens) ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

