<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Rekonstruksi Iklim Purba: Sumbangan Geosains bagi Studi Perubahan Iklim</title>
	<atom:link href="http://geologi.iagi.or.id/2009/03/10/113/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/03/10/113/</link>
	<description>Tulisan geologi popular dari IAGI</description>
	<pubDate>Wed,  8 Feb 2012 04:13:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Ryan</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/03/10/113/comment-page-1/#comment-14694</link>
		<dc:creator>Ryan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 12:11:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geoblogi.iagi.or.id/?p=113#comment-14694</guid>
		<description>ada gak gambar garis kontur yg menyatakan ketinggian pd Bumi keseluruhan  ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada gak gambar garis kontur yg menyatakan ketinggian pd Bumi keseluruhan  ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: h3ri</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/03/10/113/comment-page-1/#comment-8816</link>
		<dc:creator>h3ri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 12:32:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geoblogi.iagi.or.id/?p=113#comment-8816</guid>
		<description>wah keren neh artikelnya, makasih udah berbagi pengetahuan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah keren neh artikelnya, makasih udah berbagi pengetahuan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oman Abdurahman</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/03/10/113/comment-page-1/#comment-5966</link>
		<dc:creator>Oman Abdurahman</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 14:50:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geoblogi.iagi.or.id/?p=113#comment-5966</guid>
		<description>Sebuah review singkat yang menarik. Izinkan saya memberikan beberapa komentar dan pertanyaan. Pertama, komentar saya adalah sebagai berikut:

1. Sekarang ini, isu perubahan iklim memiliki potensi kuat untuk menjadi isu politis. Untuk itu, kita, Indonesia, saat ini memerlukan suatu ketahanan (resilence) terhadap isu perubahan iklim. Dalam kaitan ini, studi penguatan pada sisi scientific basis seperti review dalam tulisan bung Bosman ini sangat penting. Kita perlu pembuktian dari sisi second opinion terhadap main stream dalam isu perubahan iklim ini tentang ada tidaknya perubahan iklim di masa lalu di tingkat "lokal" wilayah kita melalui studi-studi atau riset-riset proxy paleoclimate. Dengan itu, semoga kita memiliki suatu sikap yang jelas berdasarkan studi scientific basis tentang keadaan iklim kita yang merentang dari masa lalu hingga sekarang.

2. Aspek scientific basis ini sudah seharusnya dilanjutkan dengan langkah mitigasi dan adaptasi dalam konteks perubahan iklim (rujukan maksud istilah "mitigasi perubahan iklim" dan "adaptasi perubahan iklim" disini merujuk ke IPCC). Peran geologi dalam mitigasi perubahan iklim tak kalah pentingnya. Penggunaan panas bumi, misalnya, sebagai salah satu langkah mitigasi perubahan iklim jelas melibatkan peran penting bidang geologi. Saatnya kita mengembangkan panas bumi bukan saja dalam kerangkan diversifikasi dan konservasi energi, namun juga dalam konteks pengurangan emisi GRK. Jika pun asumsi bahwa emisi GRK itu disebabkan utamanya oleh emisi CO2 dari penggunaan energi fosil itu salah, maka konversi sebagian besar yang signifikan dari energi fossil ke energi panas bumi akan mengurangi polusi udara kita ini dan untuk Indonesia, hal itu juga akan meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi.

3. Langkah lainnya dalam mitigasi perubahan iklim dari bidang geologi adalah upaya carbon sink melalui penggunaan CCS formation. Langkah ini dapat diaplikasikan sekaligus paralel dengan penyediaan energi dari sumber yang baru yaitu coal-bed methane, sehingga merupakan langkah penyelesaian cross-cutting issues. Langkah mitigasi lainnya dari bidang geologi yaitu penyediaan informasi tentang gambut sebagai agen carbon sink alami sehingga penggunaan gambut menjadi terkontrol (yang berarti pengurangan terhadap emisi CO2 dari pemakaian gambut yang tanpa pengetahuan karakter gambut, misal: pembakaran lahan gambut)

Untuk langkah adaptasi, bidang geologi, meski kecil, tetap berperan. Sebagai contoh: penyediaan informasi kerentanan air tanah dalam menghadapi dampak perubahan iklim sektor air ada dalam domain bidang geologi. Demikian pula kerentanan (vulnerability) terhadap bahaya longsor yang disebabkan oleh faktor iklim sebagai faktor pemicu utamanya. 

Adapun pertanyaan saya adalah sbb: "Apakah hasil-hasil studi iklim purba ini dapat menggugurkan keyakinan yang dianut main stream sekarang, yaitu bahwa perubahan iklim saat ini disebabkan emisi GRK (khususnya CO2) akibat penggunaan energi fosil yang terus meningkat?"

Sekian komentar dan pertanyaan saya semoga bermanfaat.

Salam,

oman abdurahman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah review singkat yang menarik. Izinkan saya memberikan beberapa komentar dan pertanyaan. Pertama, komentar saya adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Sekarang ini, isu perubahan iklim memiliki potensi kuat untuk menjadi isu politis. Untuk itu, kita, Indonesia, saat ini memerlukan suatu ketahanan (resilence) terhadap isu perubahan iklim. Dalam kaitan ini, studi penguatan pada sisi scientific basis seperti review dalam tulisan bung Bosman ini sangat penting. Kita perlu pembuktian dari sisi second opinion terhadap main stream dalam isu perubahan iklim ini tentang ada tidaknya perubahan iklim di masa lalu di tingkat &#8220;lokal&#8221; wilayah kita melalui studi-studi atau riset-riset proxy paleoclimate. Dengan itu, semoga kita memiliki suatu sikap yang jelas berdasarkan studi scientific basis tentang keadaan iklim kita yang merentang dari masa lalu hingga sekarang.</p>
<p>2. Aspek scientific basis ini sudah seharusnya dilanjutkan dengan langkah mitigasi dan adaptasi dalam konteks perubahan iklim (rujukan maksud istilah &#8220;mitigasi perubahan iklim&#8221; dan &#8220;adaptasi perubahan iklim&#8221; disini merujuk ke IPCC). Peran geologi dalam mitigasi perubahan iklim tak kalah pentingnya. Penggunaan panas bumi, misalnya, sebagai salah satu langkah mitigasi perubahan iklim jelas melibatkan peran penting bidang geologi. Saatnya kita mengembangkan panas bumi bukan saja dalam kerangkan diversifikasi dan konservasi energi, namun juga dalam konteks pengurangan emisi GRK. Jika pun asumsi bahwa emisi GRK itu disebabkan utamanya oleh emisi CO2 dari penggunaan energi fosil itu salah, maka konversi sebagian besar yang signifikan dari energi fossil ke energi panas bumi akan mengurangi polusi udara kita ini dan untuk Indonesia, hal itu juga akan meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi.</p>
<p>3. Langkah lainnya dalam mitigasi perubahan iklim dari bidang geologi adalah upaya carbon sink melalui penggunaan CCS formation. Langkah ini dapat diaplikasikan sekaligus paralel dengan penyediaan energi dari sumber yang baru yaitu coal-bed methane, sehingga merupakan langkah penyelesaian cross-cutting issues. Langkah mitigasi lainnya dari bidang geologi yaitu penyediaan informasi tentang gambut sebagai agen carbon sink alami sehingga penggunaan gambut menjadi terkontrol (yang berarti pengurangan terhadap emisi CO2 dari pemakaian gambut yang tanpa pengetahuan karakter gambut, misal: pembakaran lahan gambut)</p>
<p>Untuk langkah adaptasi, bidang geologi, meski kecil, tetap berperan. Sebagai contoh: penyediaan informasi kerentanan air tanah dalam menghadapi dampak perubahan iklim sektor air ada dalam domain bidang geologi. Demikian pula kerentanan (vulnerability) terhadap bahaya longsor yang disebabkan oleh faktor iklim sebagai faktor pemicu utamanya. </p>
<p>Adapun pertanyaan saya adalah sbb: &#8220;Apakah hasil-hasil studi iklim purba ini dapat menggugurkan keyakinan yang dianut main stream sekarang, yaitu bahwa perubahan iklim saat ini disebabkan emisi GRK (khususnya CO2) akibat penggunaan energi fosil yang terus meningkat?&#8221;</p>
<p>Sekian komentar dan pertanyaan saya semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam,</p>
<p>oman abdurahman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nasty Hot Drunk</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/03/10/113/comment-page-1/#comment-4068</link>
		<dc:creator>Nasty Hot Drunk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 02:21:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geoblogi.iagi.or.id/?p=113#comment-4068</guid>
		<description>hmm. thanks :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm. thanks <img src='http://geologi.iagi.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

