Geologi Indonesia: Dinamika dan Prosesnya
Oleh: Awang HS
Setelah setahun lebih dalam proses mengumpulkan makalah lengkap,menyuntingnya, dan encetaknya; maka pada akhir Desember 2007 terbitlah sebuah buku berjudul “Geologi Indonesia: Dinamika dan Produknya”.Makalah2 yang ada di dalam buku ini berasal dari presentasi di dalam seminar dua hari bertema sama dengan judul buku ini yang diselenggarakan oleh Pusat Survei Geologi (PSG), Badan Geologi, Departemen ESDM pada bulan Desember 2006. Ini adalah seminar tahunan yang diselenggarakan PSG dalam rangka menginformasikan hasil-hasil penelitiannya kepada masyarakat geologi Indonesia. Seminar pada Desember 2006 itu rupanya agak khusus karena mengundang juga beberapa pembicara dari luar PSG yang diharapkan dapat memberikan makalah yang berhubungan dengan tema seminar.
Presentasi dalam dua hari seminar akan segera berlalu dan dilupakan orang. Maka semua upaya untuk menindaklanjuti seminar tersebut dengan mempublikasikan bahan2 presentasi ke dalam bentuk makalah lengkap dan mempublikasikannya, adalah sungguh perbuatan terpuji. Kemajuan penelitian geologi akan selalu didasarkan kepada bahan-bahan pustaka yang telah
Usaha sekitar setahun tim publikasi seminar ini di bawah pimpinan ketua dewan redaksi Pak Fauzi Hasibuan (PSG) dan ketua dewan penerbit Pak Yunus Kusumahbrata (PSG) dan semua anggotanya, juga secara khusus para penyunting ilmiah dan penyunting bahasa yang terdiri atas para pakar di bidangnya
Buku dicetak dalam edisi lux dengan bahan kertas dan mutu cetakan yang prima, penuh warna, foto, dan gambar. Buku diterbitkan ke dalam dua volume berisi 31 makalah lengkap dengan tebal total kedua volume 495 halaman. Bila tertarik, buku dapat diperoleh dengan menghubungi Perpustakaan PSG, Jl. Diponegoro 57, Bandung, telp. 022-7279673. Harganya saya tidak tahu, tetapi
Berikut daftar lengkap makalah-makalah yang ada di buku ini:
Volume 1 : Geo-Dinamika dan Geo-Lingkungan
- Geodinamika Indonesia dan keberlangsungan hidup manusia: dari ilmu-ilmu kebumian ke ilmu-ilmu sistem kebumian (Jan Sopaheluwakan)
- Formation of pull-apart basin along transcurrent fault: lesson from Sumatera (Bona Situmorang dan Barlian Yulihanto)
- Peran morfologi struktur kaitannya dengan deformasi landform daerah Semarang Selatan (S. Poedjoprajitno, J. Wahyudiono, dan A. Cita)
- Pengaruh tektonik pada pembentukan endapan danau di Sukanagara,Kabupaten Cianjur (A.K. Permana dan I. Nurdiana)
- Perkembangan tektonik dan petrogenesis batuan granitan Kapur hingga Tersier di daerah Lampung (Andi Mangga dan Suyono)
- Potensi geowisata Nusa Tenggara Barat (Heryadi Rachmat dan A. Rosyada)
- Pemanfaatan lahan pascatambang kota Sawahlunto (Bambang Istijono)
- Geologi lingkungan kota Semarang (Andiani, Wahyono, A. Darmawan)
- Penggunaan metode GPR untuk mendeteksi bidang gelincir pada gerakan tanah (A. Solikhin, D.K. Syahbana, A.Darsoatmodjo, Surono)
- Kondisi fisik lumpur Sidoarjo, evaluasi pengelolaan dan pengendapan akhir ke laut (E. Usman, M. Salahuddin, D.A.S Ranawijaya, J.P.Hutagaol, K.T. Dewi)
- Seismotektonik, bencana dan risiko gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006 (A. Soehaimi, Marjiyono, Y. Sopyan)
- Penyelidikan gempabumi susulan, deformasi dan mekanisme sumber gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 (Gede Suantika)
- Gempabumi Buru 14 Maret 2007 (Yudhicara, Supartoyo, Surono, G. Turjono)
- Risiko tsunami di kawasan pantai selatan Yogyakarta (Yudhicara, M. Akrom Mustafa, K.Budiono)
- Tsunami selatan Jawa 17 Juli 2006 (Yudhicara, Gede Suantika, Eka T. Putranto, A. Solikhin)
- Daerah rawan tsunami kawasan pantai selatan Bali (Yudhicara, A. Solikin, D. Junaed)
- Pengembangan informasi spasial geologi berbasis teknologi system informasi geografi di PSG Bandung (Adang Saputra)
Volume 2 : Sumberdaya Geologi, Sedimentologi, Gunungapi, Paleontologi, dan Geo-Informasi
- Sumbangsih eksplorasi minyak dan gas bumi terhadap pengetahuan geologi Indonesia : data dan pandangan baru geodinamika Indonesia (Awang Satyana)
- Konfigurasi batuan alas cekungan hidrokarbon berdasarkan gayaberat dan magnet di daerah Randublatung, Cepu dan sekitarnya, Jawa Tengah dan Jawa Timur (Simon Hutubessy)
- Peranan Merapi untuk mengidentifikasi fosil gunungapi pada “formasi andesit tua” : studi kasus di daerah Wonogiri (Gendut Hartono dan Ildrem Syafri)
- Pemantauan sistem hidrotermal kawah gunungapi Kelud dalam mendeteksi aktivitas kegunungapian (D.K. Syahbana, H. Gunawan, Surono, A. Bernard, A.Cipta)
- Potensi timah letakan berdasarkan data geologi kelautan terpadu di perairan lembar 1017 Batam Utara, Kepulauan Riau (E. Usman, L.Sarmili, A. Setyanto, I.K.G. Aryawan, L.Gustiantini)
- Mineralisasi logam dasar epitermal-mesotermal di daerah Tulakan,Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Agus Hendratno)
- A Study on paleoflora (Permian) of Jambi, South Sumatra (Fauzi Hasibuan)
- Palynofacies of Late Eocene Formation : a case study in Tanjung Formation, South Kalimantan (A.A. Polhaupessy)
- Batuan sumber batupasir Formasi Lemau di Cekungan Bengkulu (R.Heryanto)
- Stadia diagenesa batugamping sebagai litoindikator karstifikasi DAS Jirak, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta (Srijono)
- Petrologi batupasir Formasi Mentarang Kelompok Embaluh, daerah Longbia, Kalimantan Timur (R.Setyawan, I.Nurdiana)
- Petrologi batuan gunungapi Kecamatan Tugu dan sekitarnya, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Irkamni, Agus Hendratno, Udi Hartono)
- Studi sikuen stratigrafi Anggota Atas Formasi Cibulakan, Cekungan Jawa Barat Utara (A.K. Permana)
- Integrasi citra Landsat dan citra Ifsar untuk pemetaan geologi rinci : studi kasus lembar Tapalang, Sulawesi Selatan (S. Mawardi, I.Christiana, Sidarto)
Demikian informasi. Semoga buku ini cukup tersebar sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat geologi Indonesia dan berguna bagi ekstraksi sumberdaya mineral dan energi serta mitigasi kebencanaan geologi.
Review ini dikirim Awang HS ke iagi-net pada tanggal 11 February 2008
Saya sangat tertarik dng tulisan Bapak Awang H Satyana tentang status-stastus cekungan hidrokarbon. Namun sbg mahasiswi Pendidikan Geografi FPIPS UNS, saya belum paham betul tentang istilah-istilah dlm geologi berikut ini:
1. Apa yang dimaksud dng Cekungan Hidrokarbon itu ? dan apa bedanya dng Cekungan Sedimenter ?
2. Saya memperoleh mata kuliah geografi sumberdaya. Disitu diterangkan asal mula mineral logam dr larutan hidroterma. Dan hidrotermal tsb diklasifikasikan menjadi tiga yakni hipotermal, mesotermal dan epitermal. Apakah arti dari Mesotermal, hipotermal dan epitermal tersebut ?
3. Apakah yang dimaksud dengan Siklus Tektonik, Flood Basalt dan Flow Cleavage ?
4. Kata dosen saya, permukaan bumi ini dibedakan menjadi tipe perisai (shiel) dan cekungan sedimenter. Apa sih arti dari Shield itu.
Sekian dan terima kasih atas penjelasannya.
NB: Mohon jawaban dikirim ke e-mail saya: isti.nrz76 @gmail com.
tolong kirimkan daftar harga buku yang berhubungan dengan geologi, dan geologi umum
Berikut jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Bu Isti.
1. Cekungan sedimen = suatu depresi/cekungan di kerak Bumi tempat sedimen diendapkan dengan ketebalan yang signifikan lebih tebal daripada sekitarnya. Cekungan hidrokarbon = cekungan sedimen yang menghasilkan hidrokarbon karena syarat-syarat terbentuknya hidrokarbon dipenuhi oleh cekungan sedimen tersebut. Misalnya, dari 60 cekungan sedimen di Indonesia (pembagian cekungan sedimen berdasarkan klasifikasi IAGI-Ikatan Ahli Geologi Indonesia tahun 1985), 16 di antaranya telah terbukti sebagai cekungan yang menghasilkan hidrokarbon. Adapun syarat-syarat sebuah cekungan sedimen dapat menjadi cekungan hidrokarbon, ia harus : 1) mempunyai batuan induk sumber hidrokarbon, batuan induk itu harus matang secara termal sehingga hidrokarbon bisa digenerasikan, 2) mempunyai batuan reservoir tempat hidrokarbon tersimpan, 3) mempunyai batuan penyekat yang akan mengawetkan penyimpanan hidrokarbon di dalam batuan reservoir, 4) mempunyai perangkap -yaitu susunan geometri
sedemikian rupa antara batuan reservoir dan batuan penyekat sehingga hidrokarbon dapat terakumulasi di dalam perangkap tersebut, 5) mempunyai alur migrasi, yaitu mengalirnya hidrokarbon dari tempat batuan induk matang -kitchen, menuju perangkap. No. 1-5 tersebut dikenal sebagai unsur2 dan proses2 petroleum system. Hanya cekungan sedimen yang lengkap mempunyai petroleum system yang dapat menjadi cekungan hidrokarbon.
2. Larutan hidrotermal adalah cairan sisa magma sebagai hasil akhir proses pembekuan magma yang dapat mengandung konsentrasi logam-logam tertentu. Beberapa ahli mineralisasi seperti Park dan Diarmid (1964) berpendapat bahwa tak semua larutan hidrotermal berkaitan dengan magma. Menurut mereka, semua larutan panas di alam disebut hidrotermal. Hipotermal adalah larutan hidrotermal di tempat dalam dengan temperatur 300-500 C. Mesotermal = larutan hidrotermal di kedalaman menengah dengan temperatur 150-300 C. Epitermal = larutan hidrotermal di tempat dangkal dengan temperatur 50-150 C.
3. Siklus tektonik, siklus Wilson sebenarnya (dari Tuzo Wilson, ahli tektonik dari Canada yang berperan penting dalam pembentukan teori tektonik lempeng) adalah suatu siklus perjalanan lempeng (dalam hal ini lempeng samudera) sejak dari dibentuk di pematang tengah-samudera (mid-oceanic ridge), berjalan mengikuti pemekaran dasar samudera (sea-floor spreading), menunjam di bawah lempeng benua di jalur penunjaman (subduksi) di palung tepi benua, masuk ke dalam mantel, melebur sebagai material mantel, tersirkulasi kembali ke atas dan muncul kembali di pematang tengah-samudera.
Flood basalt - suatu LIPS (large igneous provonces) suatu kawasan di permukaan Bumi yang disebari oleh lava basalt yang sangat luas sebagai akibat erupsi volkanisme yang berhubungan dengan ekstensi atau tarikan/retakan pada kerak Bumi. Contoh flood basalt yang luas : Deccan di India dan Siberia.
Flow cleavage - belahan atau retakan akibat aliran fluida di dalam batuan. Fluida ini bisa magmatik atau sekedar air panas.
4. Shield atau perisai atau craton (inti benua) adalah bagian masif suatu benua yang umumnya disusun oleh kerak granitik, merupakan bagian benua yang paling tua, dari mana inti benua berasal. Kemudian, oleh proses tektonik, benua itu tumbuh semakin luas ke arah luarnya melalui berbagai macam kerak batuan yang menyambung di sisi luarnya (disebut proses akresi). Cekungan sedimen umumnya terletak di tepi-tepi benua tersebut.
salam,
awang
@trijondro
Harga buku “Geologi Indonesia : Dinamika dan Produksinya” (Publikasi Khusus Pusat Survei Geologi No. 33 Vol. 1 & 2) dapat ditanyakan ke Perpustakaan Pusat Survei Geologi, Jl. Diponegoro 57 Bandung 40122 telp. 022-7279673, e-mail : grdc@melsa.net.id
salam,
awang
(jawaban ini disampaikan Pak Awang melalui iagi-net@iagi.or.id pada tanggal 24 Mei 2009)
ASS pak awang
pak saya mahasiswa S2 Geologi UPN Jogja yang lagi kebingungan mencari buku-buku refrensi yang membahas tentang geologi cekungan jawa timur (baik proses terbentuknya, struktur stratigrafinya, sejarah tektonik,evolusi tektonik dan petroleum system) sebagai bahan thesis saya,saya mohon sekali bantuan bapak
Pak tolong aku contoh makalah atau data-data tentang makalah Geologi Umun yang berjudul susunan kerak bumi.
Assalamualaikum,
Bapak/ibu/saudara semua yang terhormat,
Mohon saya diberitahu sebenarnya berapa banyak sih kandungan minyak yang ada di blok cepu? apa ada data akademis yang bisa dipertanggungjawabkan
Terima kasih
saya ingin bertanya seputar dinamika muka bumi.
apakah dinamika muka bumi akan terus berlangsung? jelaskan !
s mw tanya pa …???
bapa bisa jelaskan lokasi d mana letak shield atau inti benua di benua yang ada di dunia ini … ???
pak…
mohon mf sya anak sma…
dsruh cari tgs ttg dinamika muka bumi…
tp sya gg tau namanya dinamika itu ap … pak guru sya gg ngasih tau…