Selamatkan Karst Citatah Sekarang Juga!!!

2009 March 12
by admin

Oleh:  Mang Okim 

 

Berita tentang keputus-asaan para ahli geologi khususnya dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (RCB) yang ditulis oleh banyak surat kabar lokal , regional dan nasional beberapa hari yang lalu , ditambah lagi dengan ulasan di radio BBC London kemaren pagi, alhamdulilah telah mengetuk sanubari banyak para tokoh untuk datang menghadiri acara pembukaan Pameran Foto Selamatkan Karst Citatah. Acara yang diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 100 - 150 orang ternyata membengkak menjadi sekitar 250 orang. Insan pers tak terhitung banyaknya, demikian juga photographers. Dari para tokoh yang hadir tampak antara lain Wagub Jabar Bapak Dede Yusuf, Sek.Badan Geologi Dr. Djadjang  mewakili Dr. Suchyar, Dirut Pikiran Rakyat Bapak Syafik Umar, Waka LIPI Dr. Hery Heriono, Kapus Survey Geologi merangkap Ketua IAGI Pengda Jabar dan Banten Dr. Ade , sesepuh dan budayawan UNPAD Prof. Kusnaka, Kepala Museum Geologi Bandung Dr. Yunus ( yang dengan tulus menyediakan seluruh fasilitas museum berikut snacknya), dan banyak tokoh geologi senior lainnya seperti Prof. Fachrul Azis dll.

 

Acara yang dilaksanakan di Auditorium Museum Geologi yang disesaki oleh para hadirin dimulai tepat pada pukul 15.30 . Sesudah Sdr. Galih, direktur Air Photography , memberikan penjelasan tentang latar belakang penyelenggaraan lomba foto dan disusul dengan penjelasan dari Dewan Juri tentang kriteria foto, acara dilanjutkan dengan  penyerahan hadiah uang tunai dan piala batu mulia yang disponsori oleh Rotary Club Bandung dan KRCB. Ketua KRCB , Dr. Budi Brahmantyo,  kemudian memberikan sambutan yang isinya menjelaskan tentang kilas balik perjalanan KRCB sejak didirikannya pada tahun 2000 sampai saat ini ( lebih sewindu ). Dr. Budi Brahmantyo tidak kuasa menahan haru ketika menceritakan tentang bagaimana kelompok kecil KRCB yang dipimpinnya kini menjadi kelompok yang disegani oleh banyak kalangan karena kepedulian dan kemampuan ilmiahnya yang tinggi dalam  mengungkap rahasia geologi di banyak lokasi dan mempromosikan, mempublikasikan, memberdayakan, serta menyelamatkannya.

 

Lagu Bagimu Negeri dan Doa

Untuk melengkapi sambutannya, Dr. Budi kemudian meminta Mang Okim maju kedepan. Setelah memperkenalkan peta geologi lembar Cianjur skala 1:100.000 yang mang Okim bikin dan dicetak oleh Direktorat Geologi tahun 1972 ( kawasan karst Citatah terletak di peta ini ) , mang Okim kemudian memperkenalkan buku-buku lainnya yang ditulis oleh para anggota KRCB, antara lain  komik tipis Menelusuri Jejak Manusia Sunda Purba dari Gua Pawon ( 2001 ), buku Bandung Purba  ( 2004 ), buku Amanat Gua Pawon ( 2004 ) , buku Jalan Panjang dan Berliku 1999 - 2006 ( 2006 ), buku Geowisata , Sejarah Bumi Bandung ( 2006 ), dan Merahnya Batu Merah, Taman Jasper Tasikmalaya ( 2009, dalam persiapan akhir, insyaallah dilaunching Maret depan ).

 

Usai memperkenalkan buku-buku KRCB ,  mumpung ada kesempatan , mang Okim kemudian  mohon seluruh hadirin untuk berdiri.  Sebelumnya mang Okim menjelaskan bahwa menyanyikan lagu Bagimu Negeri adalah kebiasaan di KRCB dan di lingkungan mang Okim. Alhamdulilah, 250 an hadirin termasuk Pak Wagub sangat bersemangat menyanyikan lagu tersebut. Suara mereka membahana khususnya ketika  lirik lagu sampai di penghujung lagu yaitu  BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI !!!!! 

 

Usai menyanyikan lagu Bagimu Negeri, masih dalam posisi berdiri, seluruh hadirin langsung dipimpin do’a sederhana yang isinya :  Agar dosa-dosa kita diampuni ;  jalan dan langkah kita diluruskan ; rezeki, rahmat, berkah, kesehatan dan tambahan ilmu dilimpahkan ;  rasa dengki, irihati, sombong, takabur, buruk sangka, membenci orang lain, menyakitkan hati orang lain dan merendahkan orang lain dijauhkan ; pemagaran atas jiwa, harta benda dan kehormatan diberikan, dosa-dosa orang tua diampuni ; kehormatan dan kemuliaan di dunia dan akherat dilimpahkan kepada anak-anak kita ; dan acara pembukaan pameran bernilai ibadah yang akan mendapatkan pahala berlipat dari Nya.  

 

Selamatkan Karst Citatah Sekarang Juga !!!!!

 

Acara selanjutnya adalah mendengarkan sambutan dari Dr. Djadjang yang mewakili Kepala Badan Geologi  yang intinya menekankan tentang dukungan  Badan Geologi terhadap segala kegiatan positif di bidang geologi seperti yang telah dan sedang dilakukan oleh KRCB .  Wagub Jabar Bapak Ade Yusuf yang kemudian memberikan sambutan  sangat mengapresiasi kegiatan lomba foto Selamatkan Karst Citatah  yang dilaksanakan oleh KRCB ( beliau sebut Karst Padalarang ) . Menanggapi provokasi mang Okim sebelumnya yang menyinggung tentang pernyataan Gubernur Jabar untuk mengalokasikan dana pelestarian kawasan karst Citatah di anggaran tahun 2010 yang kemungkinan besar sudah too late , dengan lantang Pak Wagub menyatakan  bahwa : DENGAN CARA APAPUN,  ANGGARAN TERSEBUT TIDAK HARUS MENUNGGU SAMPAI TAHUN 2010 , TETAPI  SEKARANG JUGA !!!!! Pernyataan Pak Wagub ini langsung disambut gegap gempita oleh seluruh hadirin.

 

Usai memberikan sambutan yang walaupun singkat tetapi mengandung makna yang sangat mendalam khususnya bagi KRCB yang telah berjuang selama sewindu untuk menarik perhatian seluruh stack holders dan instansi pemerintah terkait,  Dr. Djadjang dan Pak Wagub kemudian mendapatkan cenderamata dasi koboy dari jasper merah dan jasper hijau yang dikalungkan oleh Ketua KRCB . Acara selanjutnya adalah pembukaan pameran yang ditandai dengan pengangkatan selubung atau selimut yang menutupi kerangka lengkap manusia pra-sejarah Pawon yang berumur sekitar 9500 tahun , oleh Pak Wagub, Pak Syafik Umar Dirut Pikiran Rakyat, Pak Djadjang, dan KRCB.

 

Rekan-rekan pencinta lingkungan yang budiman,

 

Itulah sekedar reportase  acara pembukaan pameran foto Selamatkan Karst Citatah. Siang ini usai Jum’atan , akan ada lagi acara Talk Show oleh KRCB dengan thema : Membedah Karst Citatah, dan  Photo Speak oleh Julien Gazeau ( Perancis ) dengan thema :Seascape Photography.  Acara pamerannya sendiri akan ditutup tanggal 25 Februari 2009.

 

Apakah kita  para pencinta lingkungan kemudian akan merasa puas dan  berhenti sampai disini saja berkiprah di kawasan karst Citatah setelah adanya  pameran foto  dan keluarnya pernyataan Pak Wagub  ,  tentu saja tidak.  Walaupun kita para ahli geologi telah menyatakan putus asa dalam menghadapi tindakan penghancuran total kawasan karst Citatah, dengan adanya pernyataan sikap yang tegas dari Pak Wagub tersebut , setidaknya darah segar  mengalir kembali di badan kita.  Kalau Tuhan mengizinkan, dalam waktu dekat akan ada lagi saresehan dan gerakan penghijauan di kawasan karst Citatah yang akan melibatkan KRCB, Pikiran Rakyat, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung Barat, Rotary Clubs, Lions Clubs, dan lain-lain.

 

Semoga Tuhan YMK melindungi langkah-langkah kita ke depan dan semoga harapan kita untuk dapat menyaksikan  kawasan karst Citatah dapat diselamatkan diijabah oleh Nya dan bernilai ibadah, Amiin,

 

Tulisan ini diposting pada tanggal 12 Maret 2009 oleh Mang Okim (miko(at)cbn.net.id)

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS