Batu Ponari, Benarkah Artefak Jenis Beliung Persegi?

2009 April 9
by admin

Oleh: Mang Okim

Tanggal 26 April 2009 yad, seluruh alumni SMAN 1 sampai 7 Surabaya akan mengadakan reuni akbar . Pada kesempatan tersebut, panitia minta mang Okim untuk bicara tentang dunia batumulia yang kalau mungkin dikaitkan dengan The Magic Stone of Ponari. Mendapat tantangan tersebut, mang Okim langsung buka Google dan menelusuri seluruh artikel tentang Batu Ponari. Di salah satu artikel dijelaskan bahwa batu samber gledeknya Ponari adalah sebuah peralatan batu prasejarah dari periode Neolitikum . Jenisnya dipastikan beliung persegi yang bagian-bagian sisinya diupam atau dipoles (ciri khas artefak Neolitikum). Kesimpulan ini diberikan oleh seorang Doktor Arkeologi Universitas Indonesia berdasarkan foto-foto yang dikirim kepada beliau oleh Dinas Terkait di Surabaya / Jombang.

Usai membaca artikel di atas dan atas bantuan Prof. Harry Truman Simanjuntak di Jakarta dan Drs.Lutfi Yondri MSc di Balai Arkeologi Bandung, mang Okim alhamdulilah berhasil mendapatkan nomer HP Pak Doktor yang ternyata spesialis kampak beliung ( disertasi doktornya ). Mang Okim mendapatkan penjelasan dari beliau bahwa foto-foto yang dikirim kepada beliau kurang jelas. Mengulangi pernyataan beliau di artikel Google, berdasarkan penampilan di foto dan adanya bekas pengupaman, dapat dipastikan bahwa batu Ponari tersebut jenisnya memang beliung persegi. Sayang sekali bahwa sampai saat ini, Pak Doktor belum sempat meneliti langsung batu Ponari tersebut walaupun telah diundang oleh POLRI dan TNI AD. Mengenai jenis batunya, menurut beliau adalah sejenis rijang atau chert.

Mang Okim perlu foto yang jelas

Di bawah ini Mang Okim sertakan 2 foto yang didapat dari artikel di Google. Foto pertama menunjukkan suatu bentuk simetris yang bagian tengahnya berlobang. Bentuk semacam ini biasanya merupakan ciri khas dari batu kalsedon atau agate/akik yang sering memiliki struktur simetris dengan bagian tengah yang berlobang ( geode ! ). Di dinding bagian dalam dari lobang tersebut sering ditemukan kristal-kristal kuarsa berukuran mini (lebih kecil dari ukuran gula pasir) yang lazim disebut sebagai drusy quartz. Kini tinggal ditest apakah batu Ponari tersebut tembus cahaya/translucent atau tidak. Kalau tidak, maka jenisnya rijang atau jasper, dan kalau tembus kalsedon atau akik (agate).

Foto 1: batu Ponari yang berlobang

Foto kedua menunjukkan batu Ponari diambil dari arah yang berbeda dari foto pertama. Melihat bentuknya yang sedikit membundar dan ujungnya yang mengecil, mang Okim masih ragu kalau batu tersebut jenisnya beliung persegi. Bekas pengupaman memang terlihat jejaknya, hanya masih perlu dibuktikan apakah pengupaman tersebut dilakukan oleh manusia “homo sapiens” dari zaman/budaya Neolitikum ataukah oleh manusia zaman sekarang seperti kita-kita ini. Pembuktiannya dapat dilakukan kalau kita bisa meneliti langsung atau paling tidak dari foto-foto yang tajam dan diambil dari beberapa sudut pandamg.

Foto2: perhatikan bentuk batu yang membundar dengan ujung yang mengecil

Nah, seandainya rekan-rekan bisa membantu mang Okim untuk mendapatkan foto-foto yang lebih jelas, mang Okim tentu akan sangat berterima kasih. Mohon foto-foto tersebut dikirimkan ke milis mang Okim atau lewat pos/TIKI.

Tulisan ini diposting di IAGI net pada tanggal 8 April 2009.

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS