<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kerajaan Demak dan Geologi Selat Muria</title>
	<atom:link href="http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/</link>
	<description>Tulisan geologi popular dari IAGI</description>
	<pubDate>Wed,  8 Feb 2012 05:37:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ogi</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-12184</link>
		<dc:creator>ogi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 19:14:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-12184</guid>
		<description>nice info///jadi tahu aslinya dulu kudus itu adalah lautan.. tapi ko ada yang mengganjal di dalam pikiran saya....kok kalau lautan di 
mesjid kudus ko sudah berdiri padahal dari pemaparan tersebut lo kudus itu dulunya lautan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice info///jadi tahu aslinya dulu kudus itu adalah lautan.. tapi ko ada yang mengganjal di dalam pikiran saya&#8230;.kok kalau lautan di<br />
mesjid kudus ko sudah berdiri padahal dari pemaparan tersebut lo kudus itu dulunya lautan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: happy k</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-11347</link>
		<dc:creator>happy k</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 10:39:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-11347</guid>
		<description>Betul letak kerajaan demak yg ke 2  setelah yg 1(jepara)kena wabah pindah sbelah timur semarang/perbatasan smg-demak adalah sekitar alas tuwo atau tlogo timun saya temukan artefak dan benda2 lain yg berhubungan dng kerajaan demak spt lingga yoni,mata /singgasana ratu(tnghnya ada permata) dsb matur nuwun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul letak kerajaan demak yg ke 2  setelah yg 1(jepara)kena wabah pindah sbelah timur semarang/perbatasan smg-demak adalah sekitar alas tuwo atau tlogo timun saya temukan artefak dan benda2 lain yg berhubungan dng kerajaan demak spt lingga yoni,mata /singgasana ratu(tnghnya ada permata) dsb matur nuwun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tsania</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-11180</link>
		<dc:creator>tsania</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 14:16:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-11180</guid>
		<description>pak tolong sebutkan wilayah kerajaan demak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak tolong sebutkan wilayah kerajaan demak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Radityo</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-8433</link>
		<dc:creator>Radityo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 18:48:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-8433</guid>
		<description>Artinya jauh sebelum Kerajaan Demak berdiri, kota Semarang sudah maju, menjadi wilayah Majapahit. Baru ditaklukkan oleh pasukan Demak pada 1475</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artinya jauh sebelum Kerajaan Demak berdiri, kota Semarang sudah maju, menjadi wilayah Majapahit. Baru ditaklukkan oleh pasukan Demak pada 1475</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Radityo</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-8432</link>
		<dc:creator>Radityo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 18:45:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-8432</guid>
		<description>Saat Kerajaan Demak berdiri, bagaimana dengan Semarang? Sepertinya Semarang sudah menjadi kota pelabuhan yang maju. 

Berikut timelinenya:

Abad 8-15 M
Di daerah pesisir utara Jawa Tengah yg bernama Bergota/Plagota/Pergota ada sebuah pulau kecil bernama PULAU TIRANG ( Sekarang menjadi bagian dari bukit Bergota). Merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pelabuhan Pergota merupakan pelabuhan yang ramai pda saat itu, lokasinya diperkirakan pada daerah Pasar Bulu sekarang memanjang sampai kaki bukit Bergota dan masuk ke Kali Semarang sampai Pelabuhan Simongan. Pada abad tersebut daerah tersebut masih merupakan daerah pantai dengan kepulauan yang kecil2. Sekarang pulau kecil2 tersebut sedah menyatu dengan daratan akibat pengendapan. Bahkan Kota Semarang Bawah yang dikenal saat ini dahulunya adalah laut, terbentuk daratan akibat dari pengendapan tersebut.

Abad 15 M
Awal abad ke 15 M Laksamana Cheng Ho mendarat di Pelabuhan Simongan (Kali Semarang sekarang) Mendirikan masjid dan klenteng. Sekarang menjadi Klenteng Gedong Batu.

Akhir abad ke 15 M seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang pergi ke pesisir utara bagian barat untuk mencari daerah baru . Sampai di Pulau Tirang beliau membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

1475

Suatu hari di tahun 1475, tak kurang dari 1.000 tentara Kerajaan Demak di bawah pimpinan Jin Bun menyerang Semarang yang kala itu dikuasai oleh pemerintahan non-muslim dan orang-orang Tionghoa yang tidak lagi memeluk agama Islam (murtad)

, Jin Bun bergerak menuju Klenteng Sam Po Kong.

Kepada pasukannya yang tengah dimabuk kemenangan, Jin Bun bertitah. â€œJangan hancurkan tempat ini.â€?

Setahun sebelum penyerangan itu, Jin Bun sempat singgah di klenteng Sam Po Kong. Di sana dia berdoa, agar suatu hari kelak dia mampu membangun sebuah masjid yang selamanya akan tetap menjadi masjid.

Sam Po Kong sebelumnya adalah sebuah masjid. Ia dibangun oleh orang-orang Tionghoa muslim dari daratan Tiongkok yang dikenal dengan sebutan Hanafi. Adalah kemerosotan nilai keislaman di kalangan Hanafi yang membuat masjid itu berubah menjadi klenteng.

Kemerosotan ini berkaitan dengan melemahnya kekuasaan Dinasti Ming di Daratan Tiongkok. Sejak armada Dinasti Ming tak lagi menyinggahi Semarang, hubungan antara orang-orang Tionghoa muslim dengan sanak saudara mereka di Daratan Tiongkok pun terhenti. Lalu, satu persatu masjid di Semarang dan Lasem yang dibangun di era Laksamana Cheng Ho berubah menjadi klenteng, lengkap dengan patung-patung yang diletakkan di mimbar masjid.

Selain tak menghancurkan Sam Po Kong, Jin Bun pun meminta agar pasukannya tak menyembelih orang-orang Tionghoa yang telah murtad. Dia juga tak memaksa agar mereka kembali memeluk agama Islam. Kebaikan hati Jin Bun disambut orang-orang Tionghoa bukan-Islam itu dengan janji kesetiaan akan menjadi warga negara yang baik dan tunduk pada hukum kerajaan Demak yang Islam.

Nun jauh di sana, Raja Kung Ta Bu Mi yang tak lain adalah ayahanda Jin Bun, gembira mendengar Semarang telah takluk. Sebagai hadiah, Jin Bun diangkat sebagai Bupati Bing Tolo dan diundang ke Majapahit.

Sikap Jin Bun tegas. Walau Raja Kung Ta Bu Mi adalah ayahandanya dan secara hierarki dia berada di bawah kekuasaan Majapahit, namun sebagai muslim yang taat Jin Bun tak mau memberi sembah.

Pada 1478, Bong Swi Hoo yang menetap di Ngampel sejak 1450 meninggal dunia. Jin Bun segera menggelar pasukan dan bergerak menuju Ngampel. Dalam perjalanan, Jin Bun membelokkan pasukan ke Majapahit dan menaklukan Kung Ta Bu Mi serta menawannya di Demak. Kini giliran Majapahit berada di bawah kekuasaan Demak.

Untuk memperkuat kekuasaannya di Semarang, Jin Bun mengangkat saudara tirinya, Kin San, sebagai bupati. Sementara Gan Si Cang yang telah murtad diangkat menjadi kapten Tionghoa-bukan Islam di Semarang.

Gan Si Cang ini salah salah seorang anak dari almarhum Haji Gan Eng Cu, seorang saudagar Tionghoa yang pada tahun 1430 menjadi bupati di Tu Ma Pan, yang berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Kin San dan Si Cang membangun kembali industri kapal dan penggergajian kayu jati di Semarang, yang tiga generasi sebelumnya didirikan Laksamana Haji Sam Po Bo. Di saat bersamaan, Demak memulai proyek pembangunan masjid yang bertahan hingga hari ini. Dan pada 1481, Jin Bun mengizinkan orang-orang Tionghoa bukan-Islam di Semarang ikut membangun Masjid Raya Demak.

2 Mei 1547

Setelah konsultasi dengan Sunan Kalijaga, Sultan Hadiwijaya dari Pajang mengangkat Pandan Arang sebagai Bupati pertama Semarang, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW , tgl 12 Rabiul Awal 954 H atau 2 Mei 1547. Bergelar Kyai Pandan arang.Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat Kerajaan Demak berdiri, bagaimana dengan Semarang? Sepertinya Semarang sudah menjadi kota pelabuhan yang maju. </p>
<p>Berikut timelinenya:</p>
<p>Abad 8-15 M<br />
Di daerah pesisir utara Jawa Tengah yg bernama Bergota/Plagota/Pergota ada sebuah pulau kecil bernama PULAU TIRANG ( Sekarang menjadi bagian dari bukit Bergota). Merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pelabuhan Pergota merupakan pelabuhan yang ramai pda saat itu, lokasinya diperkirakan pada daerah Pasar Bulu sekarang memanjang sampai kaki bukit Bergota dan masuk ke Kali Semarang sampai Pelabuhan Simongan. Pada abad tersebut daerah tersebut masih merupakan daerah pantai dengan kepulauan yang kecil2. Sekarang pulau kecil2 tersebut sedah menyatu dengan daratan akibat pengendapan. Bahkan Kota Semarang Bawah yang dikenal saat ini dahulunya adalah laut, terbentuk daratan akibat dari pengendapan tersebut.</p>
<p>Abad 15 M<br />
Awal abad ke 15 M Laksamana Cheng Ho mendarat di Pelabuhan Simongan (Kali Semarang sekarang) Mendirikan masjid dan klenteng. Sekarang menjadi Klenteng Gedong Batu.</p>
<p>Akhir abad ke 15 M seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang pergi ke pesisir utara bagian barat untuk mencari daerah baru . Sampai di Pulau Tirang beliau membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.</p>
<p>1475</p>
<p>Suatu hari di tahun 1475, tak kurang dari 1.000 tentara Kerajaan Demak di bawah pimpinan Jin Bun menyerang Semarang yang kala itu dikuasai oleh pemerintahan non-muslim dan orang-orang Tionghoa yang tidak lagi memeluk agama Islam (murtad)</p>
<p>, Jin Bun bergerak menuju Klenteng Sam Po Kong.</p>
<p>Kepada pasukannya yang tengah dimabuk kemenangan, Jin Bun bertitah. â€œJangan hancurkan tempat ini.â€?</p>
<p>Setahun sebelum penyerangan itu, Jin Bun sempat singgah di klenteng Sam Po Kong. Di sana dia berdoa, agar suatu hari kelak dia mampu membangun sebuah masjid yang selamanya akan tetap menjadi masjid.</p>
<p>Sam Po Kong sebelumnya adalah sebuah masjid. Ia dibangun oleh orang-orang Tionghoa muslim dari daratan Tiongkok yang dikenal dengan sebutan Hanafi. Adalah kemerosotan nilai keislaman di kalangan Hanafi yang membuat masjid itu berubah menjadi klenteng.</p>
<p>Kemerosotan ini berkaitan dengan melemahnya kekuasaan Dinasti Ming di Daratan Tiongkok. Sejak armada Dinasti Ming tak lagi menyinggahi Semarang, hubungan antara orang-orang Tionghoa muslim dengan sanak saudara mereka di Daratan Tiongkok pun terhenti. Lalu, satu persatu masjid di Semarang dan Lasem yang dibangun di era Laksamana Cheng Ho berubah menjadi klenteng, lengkap dengan patung-patung yang diletakkan di mimbar masjid.</p>
<p>Selain tak menghancurkan Sam Po Kong, Jin Bun pun meminta agar pasukannya tak menyembelih orang-orang Tionghoa yang telah murtad. Dia juga tak memaksa agar mereka kembali memeluk agama Islam. Kebaikan hati Jin Bun disambut orang-orang Tionghoa bukan-Islam itu dengan janji kesetiaan akan menjadi warga negara yang baik dan tunduk pada hukum kerajaan Demak yang Islam.</p>
<p>Nun jauh di sana, Raja Kung Ta Bu Mi yang tak lain adalah ayahanda Jin Bun, gembira mendengar Semarang telah takluk. Sebagai hadiah, Jin Bun diangkat sebagai Bupati Bing Tolo dan diundang ke Majapahit.</p>
<p>Sikap Jin Bun tegas. Walau Raja Kung Ta Bu Mi adalah ayahandanya dan secara hierarki dia berada di bawah kekuasaan Majapahit, namun sebagai muslim yang taat Jin Bun tak mau memberi sembah.</p>
<p>Pada 1478, Bong Swi Hoo yang menetap di Ngampel sejak 1450 meninggal dunia. Jin Bun segera menggelar pasukan dan bergerak menuju Ngampel. Dalam perjalanan, Jin Bun membelokkan pasukan ke Majapahit dan menaklukan Kung Ta Bu Mi serta menawannya di Demak. Kini giliran Majapahit berada di bawah kekuasaan Demak.</p>
<p>Untuk memperkuat kekuasaannya di Semarang, Jin Bun mengangkat saudara tirinya, Kin San, sebagai bupati. Sementara Gan Si Cang yang telah murtad diangkat menjadi kapten Tionghoa-bukan Islam di Semarang.</p>
<p>Gan Si Cang ini salah salah seorang anak dari almarhum Haji Gan Eng Cu, seorang saudagar Tionghoa yang pada tahun 1430 menjadi bupati di Tu Ma Pan, yang berada di bawah kekuasaan Majapahit.</p>
<p>Kin San dan Si Cang membangun kembali industri kapal dan penggergajian kayu jati di Semarang, yang tiga generasi sebelumnya didirikan Laksamana Haji Sam Po Bo. Di saat bersamaan, Demak memulai proyek pembangunan masjid yang bertahan hingga hari ini. Dan pada 1481, Jin Bun mengizinkan orang-orang Tionghoa bukan-Islam di Semarang ikut membangun Masjid Raya Demak.</p>
<p>2 Mei 1547</p>
<p>Setelah konsultasi dengan Sunan Kalijaga, Sultan Hadiwijaya dari Pajang mengangkat Pandan Arang sebagai Bupati pertama Semarang, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW , tgl 12 Rabiul Awal 954 H atau 2 Mei 1547. Bergelar Kyai Pandan arang.Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aspri</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-7373</link>
		<dc:creator>aspri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 03:00:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-7373</guid>
		<description>eh buset ribet banget bisa di sedehanakan ngk....
 tpi thank'ya!!!!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh buset ribet banget bisa di sedehanakan ngk&#8230;.<br />
 tpi thank&#8217;ya!!!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mahmud Slamet Pujo</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-7202</link>
		<dc:creator>Mahmud Slamet Pujo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 18:57:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-7202</guid>
		<description>Bukan daerah Candi yang dulu pantai, tapi Bergota.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan daerah Candi yang dulu pantai, tapi Bergota.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ema thea</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-6813</link>
		<dc:creator>ema thea</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 03:18:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-6813</guid>
		<description>pa boleh minta peta kerajaan demak,kirim aja ke alamat email,,,,,,,,,,,,,,,
d tnggu s'cepatnya.............


echamot39zyahoo.co.id</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pa boleh minta peta kerajaan demak,kirim aja ke alamat email,,,,,,,,,,,,,,,<br />
d tnggu s&#8217;cepatnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>echamot39zyahoo.co.id</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ema thea</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-6812</link>
		<dc:creator>ema thea</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 03:17:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-6812</guid>
		<description>pa boleh minta peta kerajaan demak,kirim aja ke alamat email,,,,,,,,,,,,,,,
d tnggu s'cepatnya.............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pa boleh minta peta kerajaan demak,kirim aja ke alamat email,,,,,,,,,,,,,,,<br />
d tnggu s&#8217;cepatnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: meme</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/comment-page-1/#comment-5495</link>
		<dc:creator>meme</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 22:18:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=304#comment-5495</guid>
		<description>@ Moh Aslim Akmal 

untuk peta demak bintoro ada kok dibeberapa situs. Setau saya yg asli ada di Jepang tapi dah di scan n dimuat di web. di blog saya ada tp dah dikompres jd hslnya krg bgs. Yg bgs ada kok tgl cari di google.

http://javasun3.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Moh Aslim Akmal </p>
<p>untuk peta demak bintoro ada kok dibeberapa situs. Setau saya yg asli ada di Jepang tapi dah di scan n dimuat di web. di blog saya ada tp dah dikompres jd hslnya krg bgs. Yg bgs ada kok tgl cari di google.</p>
<p><a href="http://javasun3.wordpress.com" rel="nofollow">http://javasun3.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

