2009 tahun yang sulit, tapi cukup sukses

2010 January 7
by RDP (admin)

nanangmanaf

Inspirasi Pak Nanang Manaf (Pertamina-EP)

Tahun 2009 yang lalu merupakan masa-masa sulit dan penuh dengan ketidak pastian bagi kegiatan eksplorasi migas dunia. Seperti yang diungkapkan Larry Nation, AAPG Communication Director, dalam artikelnya di Explorer edisi Januari 2010 yang bertajuk 37 Percent Exploration Success Rate : Major Find Brighten Tough Year, kegiatan eksplorasi pada masa ini seperti berjalan diatas cangkang telur, begitu rentan dan rapuh, sehingga merupakan tahun-tahun yang penuh tantangan.

Harga Minyak

Memulai awal tahun 2009 harga minyak terjun bebas dari rata-70-80 USD perbarrel pada tahun sebelumnya, bahkan pernah mencapai diatas 100 USD perbarrel, menjadi 44.6 USD perbarrel dan begitu juga dengan harga gas mencapai 5.62 USD per MMBTU. Saat paling suram dialami pada bulan Februari 2009, dimana harga minyak dan gas mencapai titik terendah, yaitu masing-masing 33.87 USD perbarrel untuk minyak dan 2.50 UD per MMBTU untuk gas.

Situasi ini mendorong terjadinya pemotongan anggaran investasi besar-besaran, terutama untuk kegiatan eksplorasi, yang merupakan proyek jangka panjang. Menurut Ken White, IHS Senior Editor, yang melakukan analisis terhadap penemuan-penemuan eksplorasi dunia, pemotongan investasi untuk kegiatan eksplorasi migas mencapai 20 %. Namun demikian prestasi yang dicapai tahun ini cukup baik, yaitu 37 % success rate, atau hanya turun 1 % dari pencapaian tahun 2008 lalu.

Sumbangan penemuan terbanyak berasal dari Petrobras di Brazil, ada sekitar 9 strukur yang masing-masing 6 penemuan berasal dari Santos Basin dan 3 lagi dari Espirito Santos Basin. Target reservoir produktif rata-rata 3,000 - 5,000 meter dibawah dasar laut dengan rata-rata kedalaman dasar laut sekitar 3,000 meter. Salah satu struktur yang paling signifikan dari perspektif cadangannya, yaitu Gujara yang berada di Santos Basin dengan perkiraan jumlah cadangan ditempatnya sebesar 2 Milyar barrel ekivalent (BBOE).

Sumbangan lainnya berasal dari Iran, negeri Mullah, yang saat ini sedang didera oleh banyak kegiatan demonstrasi politik, membukukan penemuan eksplorasi melalui pengeboran sumur Miran West-1 dan Shaikan-1 di area Kurdistan. Gabungan dari kedua penemuan migas tersebut diperkirakan menyimpan resources sebesar 3.4 BBO wow…..incredible….

Sumbangan penemuan juga diikuti oleh Independent Company, Nobel Energy, yang membukukancadangan ditempat sekitar 7 TCF gas melalui pengeboran sumur eksplorasi Tamar-1 dan Dalit-1 di area deep water offshore Israel. Dan penemuan ini telah membuka cakrawala baru bagi kegiatan eksplorasi migas waktu mendatang di area tersebut.

Tidak ketinggalan independent company lainnya, Anadarko, menyumbangkan penemuannya di Sierra Leone melalui sumur Venus B-1 berupa minyak dan gas, sertaHess menemukan cadangan gas dan kondensat di offshore Sirte Basin, Libya, melalui pengeboran sumur eksplorasi A1-54/1. Penemuan gas dan kondensate oleh Hess di offshore Sirte Basin Libya ini juga telah membuka perpektif baru mengenai potensi migas di area yang selama ini belum banyak kegiatan eksplorasinya dan juga keberadaan datanya yang sangat terbatas.

Begitu juga penemuan eksplorasi yang dibuat oleh Anadarko di area Afrika Barat tersebut telah membuka peluang baru bagi kegiatan eksplorasi migas lebih lanjut, khususnya dalam rangka memperkecil risiko eksplorasi. Sebelumnya, telah ditemukan juga di sekitar offshore Ghana lapangan migas raksasa, yaitu Jubilee, yang ditemukan tahun sebelumnya.

Di region Gulf of Mexico (GOM) juga telah ditemukan sekitar 10 struktur eksplorasi migas baru, yang antara lain penemuan giant field Tiber oleh BP di area Keithley Canyon dengan perkiraan cadangan sebesar 3 BBOE pada kedalaman laut sekitar 4,132 Feet (atau sekitar 1,300 meter) dengan kedalaman akhir sumur mencapai 35,055 Ft (sekitar 11,365 meter). Sumur ini disebutkan sebagai sumur terdalam di dunia yang dibor di laut.

Masih pada area yang sama dengan struktur Tiber, Chevron turut menyumbangkan penemuannya melalui pengeboran sumur eksplorasi Buckskin-1, dengan kedalaman air laut sekitar 6,920 Ft dan kedalaman akhir sumur mencapai 29,404 Ft.

Saya yakin ada beberapa penemuan eksplorasi yang dibukukan oleh operator yang ada di Indonesia, termasuk Pertamina tentunya, hanya mungkin kelasnya belum sampai pada penemuan yang signifikan atau ” giant”, bahkan belum masuk dalam kategori “modest”.
Selamat memasuki tahun baru 2010, dan tahun ini diprediksi masih akan diwarnai dengan banyak tantangan.
Semoga sukses.

One Response leave one →
  1. 2010 January 8

    Semoga 2010 tidak serumit 2009. :)

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS