Skip to content

Intellectual White Space

2010 January 7
by RDP (admin)
nanangmanaf

Sharing dari Pak Nanang Abdul Manaf (PERTAMINA-EP)

Saya sangat terisnpirasi oleh guru dan senior saya Cak Andang Bachtiar dengan pertanyaan : Apakah faktor-faktor yang mengarah adanya temuan-temuan besar ?

Saya teringat ketika mengikui AAPG Conference tahun 2007 di Longbeach, CA, ada presentasi yang sangat bagus, insightful, dan rupanya juga banyak diminati oleh para peserta Conference. Robin Hamilton, Team Leader untuk study Regional dari Shell International E&P yang berkantor di Houston, Tx, yang bertajuk : Identifying New Material Hydrocarbon Plays : The Challenge and an Approach.

Intinya adalah bagaimana Shell men-generate prospek-prospeknya dengan menggunakan metoda yang dilakukan oleh independent Companies dalam melakukan eksplorasi di area yang sudah mature, kemudian mereka mengembangkan model geologinya secara komprehensif. Dari model-model geologi yang mereka generate dari area yang sudah maure ini, kemudian coba diterapkan di daerah-daerah frontier. Mereka menyebutnya Forensic Approach.

Dari metoda tersebut, Shell telah mengembangkan sekitar 80 plays dan dari pengalamannya melakukan pengeboran sumur-sumur eksplorasi di berbagai area, mereka klaim cukup sukses, terutama menemukan cadangan baru yang ukurannya diatas 500 MMBOE.

Robin Hamilton bilang bahwa factor kunci kesuksesan, yang utama bukan karena dukungan teknologi, tetapi lebih kepada bagaimana hasil dari pengembangan model geologi yang diterapkan secara pas. Seperti yang ia katakan : What was the critical success factor ? New technology didn’t make the top list. By far the predominant factor across the board was the development of a new geological model……….. dan tanpa ragu-ragu, factor berikutnya adalah : KEBERUNTUNGAN, seperti yang ia katakana : And the scond was serendipity – plain luck.

Meminjam keberhasilan lainnya, penemuan lapangan Tupi di Blok Offshore BM-S-11, bagian tenggara Brazil, dengan perkiraan cadangan sebesar ekivalen 8 milyar barel minyak ekivalent atau 8 BBOE, oleh Petrobras bekerjasama dengan BG Group dari Inggris dan Galp Energy dari Portugal, maka kita akan mengatakan bahwa kerja keras, ketekunan, kesabaran, dan dukungan dana serta teknologi menjadi kunci sukses penemuan lapangan raksasa tersebut.

Lokasi lapangan minyak Tupi terletak di laut dalam, dengan kedalaman air laut mencapai 7,000 feet atau sekitar 2,133 meter, yang sering disebut sebagai deep water environment. Kedalaman akhir sumur rata-rata mencapai 17,000 feet atau sekita 5,180 meter dibawah permukaan laut dengan menembus lapisan garam yang sangat tebal dan masif serta mempunyai temperatur dan tekanan formasi yang sangat ekstrim.

Ken White, Senior editor of The IHS Energy International Oil Letter, menyebutnya sebagai a world-class discovery, yang akan menjadi pembicaraan dan bahan diskusi para ahli perminyakan dalam kurun waktu yang panjang.

Menurut Caio Carvalhal, Cambridge Energy Research Associates di Brazil, bahwa Lapangan minyak Tupi mungkin merupakan penemuan cadangan minyak besar pertama di sekitar Blok ini pada subsalt reservoir, dan diperkirakan model yang sama akan ditemukan pada cekungan lainnya seperti Campos dan Espirito Santo.

Belajar dari kedua perusahaan kelas dunia ini, Shell dan Petrobras, selain faktor-faktor kunci yang disebutkan tersebut diatas, ternyata punya kesamaan bahwa penemuan-penemuan raksasa tersebut umumnya didapakan di area yang baru aau frontier, dimana data bawah permukaannya masih terbatas. Seperti yang disampaikan Robin Hamilton bahwa : In our experience, new plays grow best in areas of intellectual white space.

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS