Skip to content

Dunia tanpa minyak bumi

2010 February 8
by RDP (admin)
amory_lovins1

Amory Lovins

Artikel dari  Nanang Manaf.

Amory Lovin dikenal dengan banyak atribut. Ia seorang ahli psikologi teori, sebagai adviser untuk Badan Energi Amerika yang mengurusi masalah efesiensi energi dan industri otomotif, dan juga salah seorang pendiri Rocky Mountain Institute, think thank yang merumuskan visi dunia tanpa minyak pada tahun 2025.

Pada AAPG (Association of American Petroleum Geologist) Annual Convention di Houston, April 2006 lalu, ia memberikan kuliah dalam luncheon talk di Divisi Environmental Geosciences dan menambah atribut yang melekat padanya menjadi seorang Wildcatter (orang yang bekerja untuk menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi).

Lovin menyuguhi para audiensnya dengan penemuan eksplorasi terbarunya, yaitu “8.3 juta barrel minyak perhari di Formasi Detroit dan 15 Trillion cubic feet (TCF) gas pertahun di seluruh daratan Amerika Serikat “. Penemuan eksplorasi yang baru ini, tiada lain dari hasil pengurangan konsumsi atau efisiensi penggunaan BBM di Amerika Serikat !!!

Program Efisiensi Energi

Dia telah merancang road map untuk negerinya, bagaimana mengimbangi konsumsi energi dengan tanpa melakukan pemboran satupun sumur migas, melalui efisisensi penggunaan BBM sampai 50 % nya, yang ekivalen dengan 8.3 juta BOPD dan 15 TCF pertahun. Caranya yaitu dengan mengembangkan teknologi dan mencari bahan bakar alternative seperti hydrogen.

Salah satu penulis buku terkenal yang berjudul Winning the Oil Endgame: Innovation for Profits, Jobs and Security ini menjelaskan bagaimana Negara Amerika Serikat dapat menurunkan konsumsi BBM melalui program efisiensi energi dengan merancang ultra-light automobiles & aircraft, membuat penelitian bahan bakar alternative seperti biofuels, melakukan retrofitting industri tenaga listrik dan end users-nya, serta melakukan redesign pada sektor industri-industri kuncinya.

Dalam forum tersebut, Lovin, mengajak seluruh hadirin untuk melihat gambaran kondisi ekonomi Amerika pada tahun 2025, yang tidak hanya menahan sanderanya melalui harga komoditi global atau melalui cara menguasai negara-negara penghasil minyak. Lebih lanjut ia memberikan penjelasan bagaimana bangsanya harus sejahtera dalam segala hal, dalam bentuk keuntungan perusahaan, pekerjaan dan keamanan negaranya, sementara itu negerinya juga tengah bertarung untuk menghilangkan ketergantungan terhadap minyak bumi sebagai sumber energi.

Harga minyak bumi sedemikian tinggi, kata Lovin, ketika berbicara tentang perubahan yang potensial, dimana dunia harus menghilangkan ketergantungan terhadap minyak bumi. Kebijakan umum harus mendukung dan tidak boleh menghambat perubahan ini.

Model Ekonomi Baru

Lovin kemudian memberikan gagasan bahwa kekuatan pasar dan cara-cara bisnis yang logis, bukan kebijakan pemerintah atau subsidi, harus didorong kepada langkah-langkah perubahan yang monumental terhadap sikap penggunaan energi sehari-hari.

Sebagai sebuah model, ia mengajukan keberhasilan finansial dari Kelompok usaha Royal Dutch Shell dan British Petroleum. Selama 5 tahun kebelakang, BP telah merumuskan akronim BP menjadi Beyond Petroleum, yang merupakan suatu alat marketing yang sangat elegan, yang mempunyai predikat sebagai investasi multi-billion dollar untuk pengembangan teknologi Surya, angin dan hydrogen. Mantra ini telah dibuktikan dengan keuntungan yang meningkat tajam dari BP group.

Lovin menganalogikan bahwa akan tiba, suatu hari, kematian industri minyak dan menuju transisi seperti halnya terjadi pada perusahaan-perusahaan pembuat kapal penangkap ikan paus ketika kehilangan segmen pasarnya pada tahun 1850an. Perusahaan-perusahaan pembuat kapal pennagkap ikan paus merasa terkejut saat ditinggalkan para pelanggannya, sebelum mereka sempat menghabiskan ikan pausnya.

Saat ini banyak negara telah mengadopsi beberapa perspektif yang ada dalam buku Winning the Oil Endgame ini, dan telah melakukan transisi untuk masuk kedalam era ekonomi hydrogen, tambah Lovin.

Sekitar 2/3 dari atom bahan bakar fosil sedang dibakar oleh seluruh dunia yang berupa atom hydrogen. Kita hanya berbicara mengenai sepertiga sisa dari atom-atom ini, yang namanya Carbon.

Untuk programnya ini, Ia telah melakukan konsultasi dengan Departemen Energi AS dan banyak perusahaan multinational yang bergerak di bidang E&P (Exploration & Production) dalam beberapa tahun terakhir ini. Ada banyak peluang, terutama untuk segera melakukan retrofitting negeri Amerika dengan memeram armada kilang-kilang minyaknya, yang akan menghasilkan 42 % penghematan terhadap biaya biaya penggunaan bahan bakar, dan akan mendapatkan pay back dalam 3 tahun.

Masa depan adalah saat-saat yang menggembirakan . Lovin memberikan contoh tentang keberhasilan Negara Brazil yang telah mengembangkan teknologi biofuels yang telah menggantikan 34 % dari kebutuhan bahan bakarnya dan telah memberikan keuntungan berlipat-lipat untuk penghematan subsidi BBM. Keberhasilan ini banyak sekali ditiru oleh Negara-negara di daratan Eropa, dimana biofuels merupakan produk transisi yang sangat baik.

Kemudian ia juga selalu menyuarakan bahwa Amerika sebagai konsumen terbesar minyak bumi sudah seharusnya melakukan penghematan, paling tidak seperlima konsumsinya digantikan oleh bahan bakar modern biofuels yang berarti telah setara dengan 4 juta BOPD.

Bagaimana masa depan Geologist ?

Apakah geologist akan terpinggirkan perannya dalam menyongsong tahun 2025, dimana era ekonomi hydrogen tengah menggeliat ????

Geologist will continue to play a crucial role in the decades to come, kata Lovin. Baik itu di Amerika Serikat atau di seluruh dunia akan terkena imbas ekonomi hydrogen. Kemampuan geologist akan sangat diperlukan dalam memetakan potensi gas CO2 yang terkandung di dalam reservoir bawah permukaan.

nanangmanaf

Nanang Manaf

The future is rosy for gas under any scenario, even mine……kata si Lovin. Karena gas alam merupakan feedstock buat hydrogen.

Dan ini merupakan : the future Rosy for GEOLOGIST………..

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS