GeoPoetry for GeoRomatics Fans

2010 April 11
tags:
by RDP (admin)
adb

Andang Bachtiar (ADB)

Beberapa kali aku melihat ADB menuliskan puisi Geologinya di status FB-nya …dan …  Banyak peminat GeoRomantics.
Walaupun aku ngga ngerti Puisi (pss … ada yg bilang aku bukan anggota GeoRomatics) tapi ini menjadikan aku penasaran. Bagaimana tidak. Saya yang tiap hari dihadapkan realitas bisnis dan kehidupan nyata menjadikan saya sulit mengungkapkan romantisme dan sensualitas batu karang. Doh

Sebagai salah satu apresiasiku pada sebuah idea dan kreasi.
Berikut beberapa cuplikan GeoPoetry-nya ADB yang kurasa perlu dimasukkan dalam Blog IAGI.

… aku hanya bisa membacakannya untukmu,
aku tidak pernah bisa menerangkannya,
tanpa dia sendiri mau membuka,
atau jiwamu yg rela menerima;
kalaulah jadi gelap pandangmu olehnya,
mungkin perlu kita bertukar mata,
biar saja kumembuta dan kubaca dia dengan mata hati,
asal bisa kaupandang terang semua dengan mata cinta,
…. (sajak sepi guru geologi)

angan bawa kesedihan kemana-mana,
krn kesedihan spt genang laut;…
dia tak peduli: apa saja system tract yg dia selimuti,…
saat kauhambur-hamburkan sedih,
tak mampu kaulihat lagi betapa org2 sekitarmu terkikis atau bahkan menumpukan benci,..
menunggu kau tersadar kembali,
menarikmu jauh ke dasar palung,
pada force-regression berikutnya
…. CKG-100410

sungai2 jiwa bermuara di kuala lebar,
tempat lelah dipasrahkan,
lunglai sukma direngkuh;
seganas keras alluvial menggerus sukma,
masih lebih dingin pintu maaf yg merelakan,
onggokan kesalahan diletakkan: dilebur dalam ampunan …
(renungan akhir minggu ttg ayat sedimentologi: saluran menggerus, onggokan diletakkan – ”sedimentological verse: channel scouring, bar draping”)

…hujan menderas dr angan2 ke jalanan,
menyapu dingin menggigit di dlm taxi,
spanjang sudirman - blok s - mampang - pancoran - cawang - jtbening,
kupunguti sisa2 semangat,
dr cerita seharian mengabarkan sedimentologi,
alhamdulillah: mungkin hanya bbrp hr dlm setahun,
aku bisa pulang sblm maghrib spt ini ..

setiap kita adalah jangkar,
digerumuti lumut dan gelombang dalam,
setiap kita adalah perahu,
diperciki badai dan angin buritan,
setiap kita adalah samudra berlayar dan tempat berlabuh,
dan saat engkau mengaduk2 lubang hitam pusaran lautan;
aku mengemasi jangkar, melubangi perahu,lalu kita membalik dasar lautan,
menumpahkan samudra ke langit….

adb1hanya batuan sedimen keras dan berdiri tegak yg mendiami tempat-tempat tinggi,
sedimen lunak dan datar-datar saja melampar di tanah-tanah rendah
(penampang struktur aek nabundong - pamuntaran; mro, 2009)

One Response leave one →
  1. 2010 May 20
    yudha sinulingga permalink

    wah….mantap…puisi-puisinya….

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS