KAWASAN KARST CITATAH BANDUNG MEMASUKI BABAK BARU !!!!

2010 June 17
by admin

Rekan-rekan IAGI yang budiman,

kars_citatah_1

Gambar 1: Jembatan alam G. Hawu yang menunggu kehancurannya. Penggalian batu gamping berlangsung intensif di bagian depan bawah dan samping

Seminar Kawasan Karst Citatah pada hari Kamis 10 Juni 2010  tersebut dilaksanakan   menyusul  adanya temuan di lapangan  pada saat pelaksanaan field trip yang dikoordinir oleh BPLHD Jabar pada  hari Kamis, 27 Mei 2010 , yang diikuti oleh  unsur Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat serta wartawan Kompas dan PR. Dalam field trip tersebut, KRCB yang diwakili oleh Dr, Budi Brahmantyo ,  Drs. T.Bachtiar , dan mang Okim sendiri diberikan kepercayaan sebagai pemandu. Itinerary field trip mengacu ke buku Wisata Bumi Cekungan Bandung yang ditulis oleh Dr. Budi dan Drs. T. Bachtiar tahun 2009 yaitu Geotrek 6 yang dimulai dari natural bridge G. Hawu dan berakhir di underground river Sangiang Tikoro. Penambangan intensif yang seluruhnya tanpa izin ditemukan di kawasan G. Hawu ( mengancam  natural bridge - GAMBAR 1 ), Pr. Pabeasan ( mengancam  kawasan panjat tebing - GAMBAR 2 ), Pr. Karang Panganten ( mengancam  land-mark Bandung Raya yang telah menjadi objek lukisan 3 pelukis terkenal - GAMBAR 3 ),  Pr. Bancana ( mengancam guha stalaktik sedalam lebih 35 meter dengan tinggalan prasejarah ) dan Pr. Masigit ( walaupun penambangan sudah dilarang , pada malam harinya masih ditambang - GAMBAR 4 ). Guha Pawon dan Pasir Pawon alhamdulilah masih aman.

kars_citatah_2

Gambar 2: Pasir Pabeasan yang juga terancam musnah akibat penambangan tanpa izin ( lihat truck-truck di sebelah kiri ). Pasir / gunung ini merupakan lokasi ideal bagi para pemanjat tebing dari kalangan sipil ataupun militer.

kars_citatah_3

Gambar 3 : Pasir Karang Panganten , land-mark Bandung Raya yang mendekati kemusnahan. Bagian belakang dan samping hampir tergerus habis. Perhatikan pabrik kapur yang beroperasi bebas.

kars_citatah_4

Gambar 4 : Pasir Masigit yang alhamdulilah telah berhasil diamankan dari segala kegiatan penambangan ( di malam hari konon masih ditambang )

Undangan seminar lewat  Face-Book dan SMS

Mendapatkan kenyataan yang sangat mengejutkan tersebut di atas yang diperkuat oleh  pemberitaan di Kompas dan PR keesokan harinya, T. Bachtiar tidak tahan untuk tinggal diam saja. Pesan di FB kemudian dilaunching secara intensif. Respons dari rekan-rekan dan para pencinta lingkungan membludak. Melalui pendekatan ke  PR, seminarpun dirancang. Setelah ditetapkan harinya ( disesuaikan dengan waktu  Wagub Jabar ) , undangan kemudian dikirimkan lewat SMS  ( termasuk ke Wagub Jabar ). Mang Okim kebagian ngirim SMS ke Wabup KBB, Dirut PR, Kapus Survey Geologi, Ka. Museum Geologi, dan ke net working mang Okim lainnya, termasuk monitoring  ke Sekpri Pak Wagub. Respons yang masuk  sangat luar biasa. Wakil Bupati KBB yang puteranya kebetulan pernah ikut program Youth Exchange Rotary ke Brazil membalas : ” Pak , walaupun tidak pakai surat undangan, saya akan hadir !!! “  Berkat FB dan SMS itu maka para peminat yang hadir di seminar membludak, mencapai tidak kurang dari 150 orang ( termasuk Prof. Kusnaka , pengamat lingkungan dari UNPAD ).

kars_citatah_5

Gambar 5 : Pasir Pawon dengan Garden Stone nya yang asri dan memukau ini alhamdulilah telah berhasil diselamatkan.

Deklarasi  Citatah yang mengikat !!!

Sebelum seminar ditutup dan dengan disaksikan oleh Wagub Jabar, Wabup KBB, dan Dirut PR ( beliau-beliau  ikut aktif memberikan saran dan masukan ) , mang Okim kemudian memimpin pembahasan materi yang kemudian  diputuskan secara aklamasi sebagai DEKLARASI  CITATAH ( isi lengkap terlampir ). Deklarasi ini langsung ditanda-tangani oleh Wagub Jabar, Wabup KBB, Dirut PR, mang Okim mewakili KRCB, dan seluruh peserta yang namanya tercantum di daftar hadir ( dilampirkan pada Deklarasi ). Dalam deklarasi tersebut permasalahan Kawasan  Karst Citatah sudah tidak melebar lagi tetapi  mengerucut ke nama-nama Gunung dan Pasir yang harus segera dilarang penambangannya dan secepatnya dilestarikan sehingga pengawasannya menjadi cukup mudah.

kars_citatah_6

Itulah rekan-rekan IAGI yang mang Okim maksud dengan : KAWASAN  KARST CITATAH MEMASUKI BABAK BARU. Perjuangan panjang yang dimulai sejak KRCB menemukan Situs Guha Pawon di tahun 2000 alhamdulilah telah mencapai babak baru yang membahagiakan. Air mata Pak Budi, air mata Pak Bachtiar, air mata mang Okim sendiri, dan air mata rekan-rekan KRCB lainnya  yang sering tidak tertahan manakala sedang menulis atau memaparkan permasalahan Kawasan Karst Citatah ini di beberapa forum dialog alhamdulialh akhirnya

dimengerti oleh Sang Pencipta. Insyaallah dengan keterlibatan para pemangku kekuasaan tingkat atas, baik di pusat, provinsi ataupun kabupaten, ditambah lagi dengan dukungan dan keberpihakan insan pers sebagaimana yang dibuktikan dengan terus munculnya setiap hari berita tentang Kawasan Karst Citatah  di koran  halaman depan ataupun tengah, maka pelestarian kawasan ini kini menjadi harga mutlak yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak yang terlibat dan terkait.

Salam Cinta Lingkungan,

Mang Okim

5 Responses leave one →
  1. 2010 December 13
    Rosniati Risna permalink

    Selamat, Kang, atas keberhasilannya menggiring issue Citatah ke babak baru. Mudah-mudahan apa yang direncanakan untuk rehabilitasi kawasan Citatah dapat terlaksana.

    Mau tanya juga nih Kang. Saya peneliti ekologi tumbuhan langka dan sekarang sedang menyusun rencana untuk menginventarisasi flora yang ada di Citatah, nanti muaranya akan dilakukan recovery populasi tumbuhan asli sana. Ini terkait dengan salah satu program Kebun Raya Bogor untuk merehabilitasi lahan terdegradasi, sekaligus melestarikan spesies-spesies flora asli dan langka. Tentunya ini perlu kerjasama dengan pihak-pihak pemangku kepentingan di kawasan ini. Untuk itu, saya perlu preliminary survei ke sana, pada siapa saya bisa minta tolong di-guide kan?

    Ditunggu infonya. Nuhun.

  2. 2011 July 6

    Salam Keterjalan!

  3. 2011 July 6

    Kearifan Lokal = Menguak Sejarah Masa Depan,….!!!

    …Berbagai testamen para leluhur Nuswantara yang bernilai adiluhung makin termarjinalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan Tatkala berbagai carut-marut meningkahi kehidupan rakyat dan bangsa ini akibat salah kelola negara , ingat…. tak’kan ada satupun kearifan impor yang bisa memberikan solusi atas krisis yang terjadi saat ini.”

    Dukung 1000% untuk “Deklarasi Citatah”
    salam….

  4. 2011 August 19
    abuvatar permalink

    semoga dapat terus dilestarikan..

    Saya pernah menetap didaerah ini. Waktu saya SMP, saya sering mendaki hampir semua gunung di seputaran citatah sampai ke puncaknya, seru banget..

    jaman dulu (kalo ga salah) gunung masigit itu milik pak harto katanya. dulu gapernah di tambang setelah kejadian penambang tewas akibat ledakan dinamit..

    saya jadi pengen nostalgia.. (sialnya saya skr jadi takut ketinggian..hikz..)

  5. 2012 January 4
    Wisnu hermawan permalink

    Klau pertmbngan ini di tutup,,,,
    wrga mw mkan apa

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS