Skip to content

Gempa Palu-Koro dan Sorong Fault 16 Juni 2010 dan Semburan Gas Lariang Basin

2010 June 19

Minggu ini, pada Rabu 16 Juni 2010, dua gempa cukup besar terjadi di sekitar dua sesar mendatar besar terkenal di Indonesia Timur: Sesar Palu-Koro dan Sesar Sorong-Yapen.

gempa-palu-koro

gambar 1: lokasi gempa Palu-Koro (sumber: www.usgs.gov)

Besoknya, sebuah sms dari seorang kenalan yang meneruskan berita dari pihak Pemda Sulbar saya terima, tertulis “yth Bpk/ibu, sbg info malam jam 11.30 PM dr Prop Sul Bar terjadi gempa bumi dan berakibat adanya seepage gas dan cairan minyak serta air di WKP Blok Eksplorasi Budong-Budong dr PSC Tately NV. Mohon agar ditindaklanjuti”. ‘

Lepas dari bencana yang dialami sebagian penduduk sekitar lokasi gempa yang kini masih mengungsi sebab gempa susulan skala 4 Mb masih terjadi; semburan gas, lumpur, dan material terkait lainnya adalah berita positif bagi teman-teman Tately Budong-Budong dan Marathon Pasangkayu yang saat ini sedang giat mengeksplorasi Sulawesi Barat di daratan dan lautnya. Banyak surface anticlines di wilayah Lariang Basin ini yang rupanya salah satunya dibocorkan oleh gempa 16 Juni melalui patahan2 di permukaan, sehingga hidrokarbon yang dikandungnya serta merta melesat ke atmosfer dan langsung terbakar oleh gesekan dengan udara. Melihat foto2nya yang dikirimkan seorang teman, cukuplah besar semburan ini. Semula setinggi sekitar 3 meter, sekarang tinggal beberapa puluh cm.

Petroleum system aktif terbukti ada di Cekungan Lariang, tinggal kita mencari perangkap-perangkap yang layak dan ekonomis untuk dibor. Oil dan gas seeps dari Lariang Basin telah terkenal, dan gempa kemarin memperkenalkan salah satu penyingkapannya. Sebagian besar seeps ini berasal dari sources Paleogen (Eosen), jadi bisa diduga bahwa semburan gas yang terjadi itu adalah gas termogenik. Enam oil company besar dalam dua tahun ke depan akan membawa model seeps di onshore Sulawesi Barat ini ke lautdalam Sulawesi Barat, mengeksplorasi objektif-objektif yang selama ini tidak ada yang menyentuhnya, pengeboran sumur2 laut dalam telah dimulai !

gempa-sorong

gambar 2: lokasi gempa Sorong (sumber: www.usgs.gov)

Focal mechanism gempa ini berdasarkan data moment tensor solutionnya adalah sesar mendatar (bila saja sesar naik atau normal, ancaman tsunami sudah di muka) berasal dari dua perpotongan splay yang sintetik dengan Sesar Sorong-Yapen yaitu sinistral dengan arah TTL dan conjugate-nya yang dekstral dengan arah BBL. Sesar Sorong masih bergerak dengan kecepatan 8 cm/tahun. Gempa ini membuktikan bahwa seismotektonik Sesar Sorong masih berbahaya untuk manusia. Gempa-gempa besar di atas 7,0 M tidak jarang terjadi di wilayah ini dalam 30 tahun terakhir, ada delapan gempa di atas 7,0 M yang terjadi dalam kurun waktu 30 tahun tersebut, yang terbesar adalah yang mencapai skala 8,2 M.

Sesar Sorong, Sesar Palu-Koro, dan Sesar Sumatra adalah tiga sesar paling aktif di Indonesia dan kerap mereka menjadi tempat-tempat pusat gempa. Berhati-hatilah semua orang yang tinggal berdampingan dengannya.

Salam,

Awang

One Response leave one →
  1. March 31, 2013

    Hampir sebagian besar wilayah di Indonesia selalu diterjang gempa dan yang terakhir kemarin terjadi di Dieng Jawa Tengah

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS