Optimalisasi Sumberdaya Migas Cekungan Jawa Timur

2010 June 29

(oleh : Awang H. Satyana & Johnson A. Paju -BPMIGAS)

slide3

gambar 1: peserta lokakarya EP Migas Cekungan Jawa Timur fieldtrip ke gununglumpur lama Kalanganyar yang masih mengeluarkan lumpur dan gelembung gas

Saat ini di Jawa Timur terdapat 34 wilayah kerja aktif, atau 15 % dari jumlah seluruh wilayah kerja perminyakan di Indonesia, yang dioperasikan oleh berbagai kontraktor meliputi perusahaan nasional dan multinasional. Dari 34 wilayah kerja tersebut, 13 di antaranya merupakan wilayah kerja berstatus eksploitasi atau sedang memroduksikan migas. Luas wilayah kerja aktif ini meliputi 52 % luas wilayah Cekungan Jawa Timur, sehingga masih terdapat peluang 48 % wilayah cekungan ini yang belum tereksplorasi.

Pemerintah masih terus menawarkan wilayah-wilayah kerja baru di Jawa Timur melalui penawaran reguler, atau terdapat juga inisiatif dari para investor yang meminta daerah-daerah tertentu di Jawa Timur melalui mekanisme penawaran langsung. Data tahun 2000-2009 menunjukkan bahwa dari wilayah-wilayah kerja baru kontrak PSC yang ditandatangani di Indonesia, 11-40 % di antaranya berlokasi di Cekungan Jawa Timur.

Jawa Timur telah memroduksikan minyak dari akhir abad ke-18, terutama dari daerah Cepu, Bojonegoro dan Surabaya. Sampai saat ini, daerah-daerah tersebut masih menjadi daerah penghasil migas. Di samping itu, sejak awal tahun 1970-an, produksi minyak juga telah ditambah dari lapangan-lapangan di lepas pantai utara Jawa Timur dan pada akhir tahun 1980-an, produksi gas bertambah dari lapangan-lapangan di lepas pantai sebelah timur Jawa Timur. Saat ini, terdapat sebanyak 62 lapangan migas di Jawa Timur. Beberapa lapangan migas baru atau penemuan lama akan dikembangkan sehingga pada beberapa tahun yang akan datang akan menambah produksi migas Jawa Timur. Di samping itu, eksplorasi terus dilakukan ke semua wilayah Cekungan Jawa Timur untuk menemukan lapangan-lapangan migas baru.

Beberapa play atau konsep eksplorasi signifikan yang telah terbukti produktif adalah seperti contoh-contoh di bawah ini.

slide4

gambar 2: peserta lokakarya EP MIgas Cekungan Jawa Timur fieldtrip ke Lusi - gununglumpur 'in the making'

Pada terumbu yang sama di wilayah Cepu, telah ditemukan juga migas dalam jumlah besar (lapangan Banyu Urip). Penemuan ini penting sebab penemuan ini terjadi di daerah yang telah dikerjakan selama 100 tahun, menunjukkan bahwa melalui eksplorasi yang kreatif dan intensif, penemuan-penemuan penting dan besar masih dapat terjadi, meskipun daerah tersebut telah matang dikerjakan.

Hal unik yang hanya berkembang di Jawa Timur adalah penemuan gas di reservoir yang sangat unik, yaitu batugamping globigerina yang porositasnya sangat tinggi dan produktif menghasilkan gas atau minyak. Reservoir ini merupakan potensi yang besar sebab sebarannya panjang dari Cepu, Selat Madura sampai sebelah utara Bali.

Jawa Timur pun memiliki salah satu dari dua reservoir termuda di Indonesia, yaitu batupasir Plistosen volkaniklastik Wunut, yang berasal dari endapan jalur volkanik di sebelah selatan Cekungan Jawa Timur. Seperti reservoir globigerina, reservoir ini pun tersebar di area yang luas.

Jumlah lapangan dan cadangannya di Jawa Timur mengikuti distribusi normal field size distribution, yaitu lebih dari setengahnya lapangan-lapangan di Jawa Timur mempunyai cadangan sampai 20 MMBOE; lapangan-lapangan migas dengan cadangan 20-50 MMBOE ada sepuluh, dan lapangan-lapangan dengan cadangan 50-450 MMBOE ada 13 lapangan.

Saat ini, berdasarkan data 2003-2009, kontribusi rata-rata minyak dan gas dari Jawa Timur terhadap produksi migas nasional masing-masing 3,85 % dan 2,16 %. Kontribusi rata-rata ini memang kecil, tetapi kontribusi produksi minyak menunjukkan peningkatan yang signifikan secara bertahap dari tahun ke tahun, sampai pada tahun 2009 kontribusi minyak dari Jawa Timur mencapai 10,5 % dari produksi nasional, kontribusi gas pun menunjukkan peningkatan yang cukup. Beberapa pengembangan lapangan baru yang saat ini sedang dilakukan, dapat segera menambah kontribusi migas dari Jawa Timur terhadap produksi nasional. Bila dihitung produksi migas kumulatif dari Cekungan Jawa Timur, tentu saja kontribusi dari Jawa Timur besar sebab ia merupakan salah satu cekungan produktif pertama di Indonesia.

Gambaran statistik eksplorasi Cekungan Jawa Timur dalam sepuluh tahun terakhir (2000-2009) adalah sebagai berikut ini.

Rasio keberhasilan secara teknis (geologi) adalah 49 % yang juga merupakan gambaran nasional. Batugamping rupanya masih menjadi target utama para operator di Jawa Timur, dan menunjukkan rasio keberhasilan yang relatif lebih baik daripada target batupasir. Berdasarkan data 2003-2008, dari penemuan-penemuan eksplorasi, 38 % di antaranya sudah diajukan dan disetujui untuk dikembangkan. Sisanya, masih memerlukan kajian eksplorasi lebih lanjut. Wilayah-wilayah eksplorasi selama sepuluh tahun terakhir ini tersebar baik di wilayah darat maupun laut, seperti tergambar pada peta sebaran sumur-sumur eksplorasi di Jawa Timur.

Rasio sukses geologi pengeboran eksplorasi sumur-sumur taruhan (wildcat) adalah 36 %, sumur-sumur delineasi 58 % dan rasio sukses sumur-sumur pengembangan 95 %.

Data selama tujuh tahun terakhir menunjukkan bahwa rasio sukses secara geologi sumur-sumur eksplorasi yang dibor berkisar dari 15 – 73 %, dengan rata-rata 49 %. Setiap kegagalan dan keberhasilan sumur-sumur eksplorasi tentu menjadi pelajaran yang berharga untuk usaha-usaha selanjutnya.

Selama tujuh tahun terakhir sumur-sumur eksplorasi yang dibor di Cekungan Jawa Timur telah menemukan sumberdaya migas sebesar 454 MMBOE terdiri atas 60 % penemuan minyak dan 40 % penemuan gas. Sebagian penemuan-penemuan ini telah dikembangkan untuk menjadi lapangan-lapangan migas baru.

Cekungan Jawa Timur masih memiliki sebanyak 430 prospek dan lead dengan perkiraan sumberdaya terkuras dipotong faktor risiko geologi (risked recoverable resources) sebesar sekitar 3168 MMBOE; 1869 MMBO di antaranya berupa minyak (59 %). Jumlah sebesar ini masih menurut perhitungan dan memerlukan banyak kegiatan eksplorasi untuk membuktikannya. Berdasarkan umur target reservoir prospek dan lead, 60 % merupakan target reservoir berumur Paleogen dan 40 % berupa target berumur Neogen.

Berdasarjan jenis litologi target reservoir prospek dan lead, maka 71 % merupakan reservoir karbonat, 21 % berupa reservoir batupasir. Memang dalam sepuluh tahun terakhir ini, reservoir karbonat merupakan target utama eksplorasi yang juga menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada reservoir batupasir.

Dari segi tipe perangkap prospek dan lead, maka hampir setengahnya berupa perangkap struktur terdiri atas perangkap antiklin sebanyak 27 % dan antiklin tersesarkan 19 %. Sebanyak 20 % prospek dan lead merupakan perangkap struktur, dan 34 % prospek dan lead merupakan perangkap kombinasi struktur dan stratigrafi.

Bila kita bandingkan antara jumlah sumberdaya terkuras prospek dan lead dengan jumlah sumberdaya terkuras penemuan eksplorasi enam tahun terakhir, maka masih terdapat banyak peluang penemuan pada masa depan; kegiatan-kegiatan eksplorasi enam tahun terakhir ini baru membuktikan sekitar 20 % dari seluruh sumberdaya terkuras prospek dan lead.

Untuk minyak dan gas, maka seluruh prospek dan lead di Cekungan Jawa Timur mempunyai sumberdaya terkuras sebesar 3168 MMBOE. Penemuan-penemuan enam tahun terakhir telah membuktikan sebanyak 645 MMBOE, atau baru sekitar 20 % dari jumlah sumberdaya terkuras seluruh prospek dan lead, sehingga masih besar peluang penemuan eksplorasi pada masa depan. Sebagian besar prospek dan lead (82 %) mempunyai sumberdaya terkuras yang kecil yaitu di bawah 10 MMBOE. Ini akan menghalanngi pengerjaan seluruh prospek dan lead di Jawa Timur sebab hal ini akan mempengaruhi faktor keekonomian. Struktur-struktur besar dengan sumberdaya terkuras lebih besar dari 25 atau 50 MMBOE tidak banyak lagi, hanya tersisa 29 struktur.

slide5

gambar 3: fieldtrip ke Plato Tuban dan Depresi Kendeng, Jawa Timur. Singkapan amfiteater batugamping globigerina Formasi Selorejo di Babat quarry

Agar efektif dikerjakan, paling tidak Cekungan Jawa Timur masih memerlukan sekitar 150 sumur eksplorasi lagi. Kita sudah melihat bahwa potensi prospek dan lead Cekungan Jawa Timur masih besar dan peluangnya juga banyak, sehingga peningkatan kegiatan eksplorasi mestinya tidak akan sia-sia. Ini adalah tantangan dan peluang untuk kita semua.

Kesimpulannya, meskipun Cekungan Jawa Timur telah dikerjakan selama 130 tahun, ternyata potensi dan peluangnya diperhitungkan masih besar untuk penemuan-penemuan baru, tetapi perkiraan perhitungan ini harus direalisasikan melalui kegiatan-kegiatan eksplorasi dan nantinya produksi. Pemerintah dan para investor serta seluruh pemangku kepentingan yang berhubungan harus saling bersinergi agar potensi dan peluang Cekungan Jawa Timur ini dapat dioptimalkan, seperti tujuan utama lokakarya ini, yaitu Optimalisasi Sumberdaya Hidrokarbon di Cekungan Sedimen Jawa Timur.

Cekungan Jawa Timur masih memerlukan banyak kegiatan eksplorasi dan produksi. Mari kita melakukan langkah-langkah nyata dalam mengoptimalkan sumberdaya ini. Bila tidak, hitungan-hitungan di atas tersebut selamanya hanya akan ada di atas kertas-kertas, bukan mengalir di pipa-pipa migas!***

One Response leave one →
  1. 2011 September 28

    Semoga cekungan Jatim membawa rejeki bagi semua orang di sekitarnya,
    amin

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS