<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Negeri Kaya yang &#8220;Miskin&#8221;</title>
	<atom:link href="http://geologi.iagi.or.id/2010/09/01/negeri-kaya-yang-miskin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/09/01/negeri-kaya-yang-miskin/</link>
	<description>Tulisan geologi popular dari IAGI</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 06:49:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Febiyanto</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/09/01/negeri-kaya-yang-miskin/comment-page-1/#comment-8391</link>
		<dc:creator>Febiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 04:15:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=642#comment-8391</guid>
		<description>Ya ... khan reformasi jadi sah2 aja impor ... sapa suruh ada reformasi jadi semuanya serba bebas tapi terbatas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya &#8230; khan reformasi jadi sah2 aja impor &#8230; sapa suruh ada reformasi jadi semuanya serba bebas tapi terbatas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dadang</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/09/01/negeri-kaya-yang-miskin/comment-page-1/#comment-7593</link>
		<dc:creator>dadang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 04:44:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=642#comment-7593</guid>
		<description>Saya mengaku kaget kalau Dirut PLN punya ide seperti itu, saya selaku praktisi dan konsultan batubara berpendapat bandingkan dulu lah PLN sebelum melakukan impor batubara dengan membeli dari domestik sekalipun dengan harga yang sama, sebagai pebisnis Dirut PLN bisa saja mengambil langkah praktis seperti itu sepanjang tidak ada jalan lain lagi, saya kira kita langkah yang bisa kita lakukan sebaiknya duduk bersama antara pengusaha baik yang tergabung dalam PKP2B, IUP, maupun koperasi dengan pihak PLN dan Pemerintah yang diwakili oleh Dirjen Minerbapabum serta Kementrian Kehutanan yang selama ini adem saja dan mempertahankan kawasan tanpa mendengar kiri kanan, saya yakin dengan duduk bersama akan ada solusi dibandingkan dengan duduk sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengaku kaget kalau Dirut PLN punya ide seperti itu, saya selaku praktisi dan konsultan batubara berpendapat bandingkan dulu lah PLN sebelum melakukan impor batubara dengan membeli dari domestik sekalipun dengan harga yang sama, sebagai pebisnis Dirut PLN bisa saja mengambil langkah praktis seperti itu sepanjang tidak ada jalan lain lagi, saya kira kita langkah yang bisa kita lakukan sebaiknya duduk bersama antara pengusaha baik yang tergabung dalam PKP2B, IUP, maupun koperasi dengan pihak PLN dan Pemerintah yang diwakili oleh Dirjen Minerbapabum serta Kementrian Kehutanan yang selama ini adem saja dan mempertahankan kawasan tanpa mendengar kiri kanan, saya yakin dengan duduk bersama akan ada solusi dibandingkan dengan duduk sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

