Skip to content

Situs Megalitik Gunung Padang, Cianjur: Harmoni Bumi dan Langit

2011 February 22
by RDP (admin)

Pak AwangBy Awang HS

Situs arkeologi Gunung Padang di Kabupaten Cianjur belum tentu diketahui semua orang. Padahal, situs megalitik ini, dengan luas 3 ha, diklaim sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Tentu sangat disayangkan bila kita tak mengenalnya. Kabupaten Cianjur berkehendak ingin menjadikan situs ini sebagai andalan tujuan wisata sekaligus pendidikan.

Sabtu 19 Februari 2011 yang lalu, bersama sekitar 60 orang saya mengunjungi situs ini dalam acara “jajal geotrek Gunung Padang”. Para peserta acara ini berasal dari berbagai kalangan dan profesi di masyarakat dan pemerintah daerah. Jajal geotrek ini diorganisasi Truedee Publishing, Bandung dengan pemandu lapangan (interpreter) berasal dari kalangan geologist (Pak Budi Brahmantyo ITB), archaeologist (Pak Lutfi Yondri dari Balai Arkeologi) dan budayawan (Pak Lucky Hendrawan, sekolah seni Bandung). Saya diajak penyelenggara jajal geotrek ini untuk mengamati situs ini dan barangkali bisa memberikan penafsiran bersifat ‘multidimensi’.

gunungpadang02Rombongan berangkat dari Bandung menggunakan bus dan kereta api ekonomi. Rombongan bertemu dengan peserta dari luar Bandung (Jabodetabek) di kantor Dinas Pariwisata dan Budaya Cianjur. Rombongan jajal geotrek Gunung Padang menggunakan bus tanggung dan berbagai kendaraan jeep dan sejenisnya serta motor berangkat dari Cianjur menuju Warungkondang-Lampegan. Kondisi jalan sampai Lampegan bervariasi dari buruk-bagus.

Setelah mengunjungi terowongan historis rel kereta api dan stasiun Lampegan yang dibangun pada 1879-1882, rombongan menuju target utama yaitu situs Gunung Padang. Jalan ke arah situs ini merupakan areal perkebunan teh dan karet. Kondisi jalan terlalu berbahaya untuk bus, maka hanya kendaraan jeep dan sejenisnya serta motor yang bisa meneruskan sampai di lokasi situs.

Situs Gunung Padang terletak di puncak sebuah bukit, untuk mencapainya dari dasar, maka harus meniti tangga curam setinggi 95 meter terbuat dari tiang-tiang batuan andesit yang ditidurkan sebanyak hampir 400 anak tangga. Tentu saja ini melelahkan, membuat dada sesak dan kaki pegal. Tetapi kelelahan itu terbayar dengan betapa menakjubkannya pemandangan di atas ke sekeliling bukit dan bangunan situs megalitiknya sendiri. Di pelataran situs megalitik ini, para peserta mendengarkan para interpreter menjelaskan situs ini dari berbagai pendekatan keilmuan, berdiskusi, juga melihat-lihat ribuan tiang-tiang batu andesit basaltik dan basal membentuk tiang-tiang bersisi empat atau lima yang disusun sedemikian rupa untuk berbagai fungsi.

Semua bangunan megalitik di seluruh dunia yang dibangun pada masa prasejarah (mis.: Piramida, Mesir dan Stonehenge, Inggris) atau masa sejarah (Machu Picchu, Peru) dibangun dengan mempertimbangkan posisi “geomantik” (posisi bangunan terhadap unsur-unsur alam di Bumi seperti gunung dan mata angin) atau “astromantik” (posisi bangunan terhadap garis edar rasi-rasi bintang, planet atau Matahari). Untuk keperluan meneliti posisi geomantik situs Gunung Padang ini saya membawa kompas orientasi Sunto dan GPS tipe 60CSx yang akan dipakai untuk mempelajari lokasi, ketinggian dan orientasi situs ini terhadap arah mataangin dan semua gunung/bukit di sekitarnya.

gunung-padang-foto-hendijoSebelum berangkat ke sini, saya juga sudah melakukan pemrograman astronomik menggunakan software ‘planetarium’ untuk melihat peta langit saat situs ini dibangun. Software ini memungkinkan pelacakan peta langit ribuan tahun ke masa lalu. Ini saya lakukan untuk melihat posisi astromantik situs Gunung Padang.

Situs Gunung Padang merupakan Punden Berundak yang tidak simetris, berbeda dengan punden berundak simetris seperti Borrobudur, juga berbeda dengan punden berundak simetris lainnya yang ditemukan di Jawa Barat seperti situs Lebak Sibedug di Banten Selatan. Sebuah punden berundak tidak simetris menunjukkan bahwa pembangunan punden ini mementingkan satu arah saja ke mana bangunan ini menghadap.

Lokasi situs Gunung Padang berada di titik 06°59,522′ LS dan 107°03,363 BT. Situs Gunung Padang terdiri atas lima teras (tingkatan). Dasar situs terdapat di ketinggian 894 m dpl, data setiap teras adalah sebagai berikut:

1. teras pertama berada pada ketinggian 983 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 335° UT,
2. teras kedua berada pada ketinggian 985 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 337° UT,
3. teras ketiga berada pada ketinggian 986 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 335° UT,
4. teras keempat berada pada ketinggian 987,5 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 330° UT,
5. teras kelima berada pada ketinggian 989 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 345° UT.

Data koordinat GPS untuk setiap teras ada, tidak saya sertakan di sini karena terlalu detail, tetapi dari teras 1-5 tersusun dari utara ke selatan.

Berdasarkan data di atas, tinggi punden berundak situs Gunung Padang adalah 95 meter dengan arah utama teras menuju utara baratlaut dengan rata-rata azimut 336,40 ° UT. Seluruh teras situs Gunung Padang ini mengarah kepada Gunung Gede (2950 m dpl) yang terletak sejauh sekitar 25 km dari situs ini.

Bahan bangunan pembuat situs adalah batu-batu besar andesit, andesit basaltik, dan basal berbentuk tiang-tiang dengan panjang dominan sekitar satu meter berdiameter dominan 20 cm. Tiang-tiang batuan ini mempunyai sisi-sisi membentuk segibanyak dengan bentuk dominan membentuk tiang batu empat sisi (tetragon) atau lima sisi (pentagon). Setiap teras mempunyai pola-pola bangunan batu yang berbeda-beda yang ditujukan untuk berbagai fungsi. Teras pertama merupakan teras terluas dengan jumlah batuan paling banyak, teras kedua berkurang jumlah batunya, teras ke-3 sampai ke-5 merupakan teras-teras yang jumlah batuannya tidak banyak.

Situs Gunung Padang pertama kali dilaporkan keberadaannya oleh peneliti kepurbakalaan zaman Belanda: N.J. Krom. Laporan pertama tentang Gunung Padang muncul dalam laporan tahunan Dinas Purbakala Hindia Belanda tahun 1914 (Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie). N.J. Krom tidak melakukan penelitian mendalam atasnya, hanya menyebutkan bahwa situs ini diperkirakannya sebagai sebuah kuburan purbakala. Situs ini kemudian dilaporkan kembali keberadaannya pada tahun 1979 oleh penduduk setempat kepada penilik kebudayaan dari pemerintah daerah. Sejak itu, situs ini telah diteliti cukup mendalam secara arkeologi meskipun masih menyisakan berbagai kontroversi. Para ahli arkeologi sepakat bahwa situs ini bukan merupakan sebuah kuburan seperti dinyatakan oleh Krom (1914), tetapi merupakan sebuah tempat pemujaan.

Pengamatan di lapangan; pengukuran posisi, ketinggian dan azimut setiap teras; pengolahan data posisi situs menggunakan program astronomi (“arkeoastronomi); memperhatikan semua keterangan para interpreter serta diskusi-diskusi dengan para peserta; membawa saya kepada sebuah kesimpulan yang pada intinya adalah bahwa situs megalitikum Gunung Padang adalah sebuah situs megalitikum prasejarah yang dibangun untuk keperluan penyembahan dan dibangun pada posisi yang telah memperhatikan geomantik dan astromantik.

Tentang umurnya, ada yang berpendapat bahwa situs ini dibangun pada masa Prabu Siliwangi dari Kerajaan Sunda sekitar abad ke-15 karena ditemukan guratan senjata kujang dan ukiran tapak harimau pada dua bilah batu. Tetapi para ahli arkeologi berpendapat bahwa situs ini umurnya adalah 1500 SM berdasarkan bentuk monumental megalit dan catatan perjalanan seorang bangsawan dari Kerajaan Sunda, Bujangga Manik , yang semasa dengan Prabu Siliwangi, yang menulis bahwa situs ini sudah ada sebelum Kerajaan Sunda. Dan, tidak mungkin Bujangga Manik tidak tahu kalau situs ini dibangun oleh Kerajaan Sunda sebab ia pun seorang bangsawan dari Kerajaan Sunda. Tidak ditemukannya artefak berupa manik-manik atau peralatan perunggu menyulitkan penentuan umur situs ini. Kebanyakan artefak megalitik di Indonesia dan Asia Tenggara ditemukan pada saat Kebudayaan Dongson (500 SM) berlangsung (Sukmono, 1977, 1990).

Situs megalitikum Gunung Padang telah dibangun dalam harmoni geologi sebab ia dibangun memanfaatkan sebuah bukit punggungan/puncak lava andesit basaltik dan lava basaltik berumur Pliosen (2,1 juta tahun, lihat peta geologi lembar Cianjur – dipetakan oleh Mang Okim, 1973, direvisi 2003 dan lembar Sindangbarang) yang terbuat dari tiang-tiang batuan andesit dan basal yang telah terlepas secara alami karena retakan oleh pendinginan lava (kekar tiang, columnar jointing). Batu-batu tiang ini kemudian ditambang oleh manusia pada zaman itu untuk membangun punden berundak-undak.

Situs megalitikum Gunung Padang telah dibangun dalam harmoni geomantik untuk tujuan religiositas berupa penyembahan Sang Hyang atau sang penguasa alam saat itu yang oleh manusia pada masa itu diyakini bermukim di puncak Gunung Gede. Gunung dalam kosmologi agama purba Jawa adalah personifikasi pemberi dan pengambil (Magnis-Suseno, 2006). Ia pemberi kesuburan tanah yang menumbuhkan tanaman untuk dimakan, tetapi ia juga adalah sang pengambil yang letusannya bisa membinasakan siapa saja. Maka gunung harus disembah agar ia tak marah dan selalu memberi berkah. Bahwa situs ini dipakai untuk tempat penyembahan dengan orientasi sang penguasa di Gunung Gede dibuktikan oleh kelima teras situs ini dari yang paling rendah (teras 1) sampai yang paling tinggi (teras 5) selalu diarahkan ke Gunung Gede yang posisinya berada pada arah azimut rata-rata 336,40 ° UT. Di teras 2 terdapat dua menhir dan satu dolmen kecil yang kelihatannya dipakai untuk duduk, dan itu tepat
mengarah ke puncak Gunung Gede. Arah azimut rata-rata ini pun membentuk kelurusan dengan semua bukit/gunung yang ada di sekitar Gunung Padang yaitu : Pasir Pogor, Gunung Kancana, Gunung Gede, Gunung Pangrango.

Situs Gunung Padang pun secara geologi berada pada area yang secara kegempaan cukup aktif, yaitu tidak jauh dari Sesar Cimandiri. Sesar Cimandiri adalah sesar besar yang memanjang dari Teluk Pelabuhanratu sampai sekitar Padalarang. Bila ada pengaktifan gaya geologi di sekitar Teluk Pelabuhanratu atau Jawa Barat Selatan, maka sesar ini sering menjadi media penerus gaya goncangan gempa. Beberapa menhir yang terguling dan patah di area situs ini diperkirakan diakibatkan gempa. Pembangunan situs ini juga, terutama di teras 1 telah cukup memperhatikan masalah kelabilan area ini yaitu dengan cara menyusun tiang-tiang batu secara mendatar dan saling menumpuk untuk penguatan. Dalam hubungannya dengan penyembahan, situs ini pun dapat dibangun untuk maksud agar manusia dijauhkan dari bencana gempa atau gunungapi yang memang sumber-sumbernya tidak jauh dari Gunung Padang.

Tidak seperti banyak banyak situs megalitikum lainnya (seperti Piramida, Stonehenge, Machu Picchu) yang dibangun untuk menyembah atau mengindahkan (dewa) Matahari, situs Gunung Padang dibangun untuk diorientasikan seluruhnya kepada Gunung Gede. Ini nampak dari pola bangunan punden berundaknya yang asimetris, tidak dibangun simetris ke semua sisi seperti Candi Borrobudur, tetapi hanya ke satu sisi, yaitu Gunung Gede. Dengan demikian, Gunung Gede menempati posisi geomantik yang sangat kuat bagi situs Gunung Padang.

Yang unik dari situs megalitik Gunung Padang adalah ditemukannya bilah-bilah batuan yang diperuntukkan sebagai alat musik. Ini adalah penemuan pertama di Indonesia. Dahlan dan Situngkir (2008) dari Bandung Fe Institute berbekal alat perekam dan analisis Fourier transform pernah meneliti musikologi situs ini dan menyimpulkan bahwa terdapat tiga bilah batu yang bisa mengeluarjan nada musik dengan dentingan (pitch) berfrekuensi dari 2600-5200 kHz selaras dengan nada-nada f”’, g”’, d”’, a”’. Saya mengambil batu basal kecil dan memukul-mukulkannya ke alat musik batu ini, menakjubkan mendengar batu bisa punya dentingan yang tinggi dan teratur. Dapat dibayangkan bahwa manusia pada zaman dahulu ini melakukan penyembahan dengan iringan musik-musik batu. Menurut cerita, konon penduduk kampung di bawah situs ini masih suka mendengarkan riuh musik dari bukit ini pada malam-malam tertentu.

Secara astronomis, situs Gunung Padang pun mempunyai harmoni dalam naungan bintang-bintang di langit. Analisis astronomi menggunakan program ‘planetarium’ menunjukkan bahwa posisi situs ini pada pada masa prasejarah (pemrograman dilacak sampai ke tahun 100 M) berada tepat di bawah bagian tengah lintasan padat bintang di langit berupa jalur Galaksi Bima Sakti. Dan, lokasi situs Gunung Padang pun di sisi atas dan bawah kakilangitnya masing-masing ‘dikawal’ oleh dua rasi yang merupakan penguasa dunia bawah (Bumi) yaitu rasi serpens (ular) dan dunia atas (Langit) yaitu rasi aquila (elang). Secara kosmologis, para pembangun situs ini telah memperhatikan tatalangit di atasnya. Bila situs ini benar dibangun pada masa prasejarah, pembangunannya adalah ras Austronesia yang merupakan pendatang-pendatang pertama di Indonesia. Mereka melintasi Nusantara dari tanah asalnya dengan cara berlayar, dan penguasaan ilmu perbintangan/falak adalah salah satu hal
mutlak dalam pelayaran antarpulau. Mungkin juga bahwa situs ini digunakan untuk menjadi tempat pengamatan bintang pada masa lalu.

Situs Gunung Padang, situs prasejarah megalitik yang menurut beberapa sumber merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara, terletak di Kabupaten Cianjur, ternyata sarat makna yang melibatkan faktor geologi, arkeologi, religiositas, dan astronomi yang dibangun dalam harmoni bumi dan langit.

Tak sulit mencapai situs ini, hanya perlu niat. Jangan kalah dengan turis2 mancanegara yang saya lihat kemarin itu ternyata ada juga yang sampai ke Gunung Padang. Ketika meninggalkan lokasi ini, saya pun melihat dua fotomodel nan ayu duduk di atas dolmen di antara bilah-bilah menhir dan berfoto ria.. Unik sekali menjadikan situs megalitik sebagai latar pemotretan…Hm.

Bila ingin melihat bahwa situs ini duduk manis tepat di bawah riuh milyaran bintang bagian tengah Galaksi Bima Sakti, dan dikawal rasi serpens dan aquila, yang masing2 mewakili dunia bawah dan atas, datanglah ke sini pada malam-malam yang cerah di bulan Juli. Pemandangan pada saat malam ber-Purnama pun mestinya tak kalah eksotisnya. Mudah2-an pula kita bisa mendengarkan alunan musik megalitik…2500-3500 tahun yang lalu.

Demikian catatan dan penafsiran ‘multidimensi’ saya melibatkan geologi, arkeologi, religiositas, dan astronomi atas situs Gunung Padang. Semoga bermanfaat.

Gambar diambil dari Arkeologi

57 Responses leave one →
  1. April 4, 2011

    Pak Awang,

    Saya memang belum pernah ke site, tapi kalau dari gambarnya sepertinya itu hanya bukit yg terdiri atas batuan beku berstruktur kekar kolom. Jadi semua bentuk potongan2 batunya adalah alami, bukan hasil gawean manusia. Bahwa lantas potongan2 batu tsb ditata oleh manusia menjadi anak2 tangga dan sebagainya, maka itu lain soal. Jadi tak ada hubungannya dengan kehebatan Megalitikum.

    GGG

    • April 17, 2011

      sesama geologist dilarang saling mendahului! hehee piss ah
      lebih baik lihat, rasakan dan buktikan dahulu…
      apakah hanya melihat foto kita bisa menarik kesimpulan?

      slm sukses!!!

      • April 17, 2011

        tp. sy. pikir2 mungkin bisa juga sih klo akibat proses alam yg membuat seperti itu! sy. pernah melihat alam pun ternyata bisa membuat suatu karya yg. maha dahsyat yg. bagi manusia terasa tidak mungkin….

        skali lagi salam sukses!!!

    • lutfi Y permalink
      May 24, 2011

      Salut akan kajian Pak Awang, menambah khasanah kearkeologian situs megalitik Gunung Padang. Situs yang terbentuk dari susunan ribuan balok batu ini memang sangat menarik untuk dijadikan bahan kajian…

      Bravo Pak Awang

    • ivan wisnu permalink
      November 28, 2011

      saya pernah mampir kesana, saya yakin bukan buatan alam atau vetty vera… gunung padang pun ada di daerah ciwidey dengan (katanya ciri2nya sama dengan di cianjur)

    • ALFAZRI permalink
      March 20, 2012

      Untuk semu para ilmuan saya mau tanya,apa hubungannya GUNUNG PADANG dengan ATLANTIK

  2. Ibune Alfath permalink
    April 6, 2011

    Barusan juga baca direpublika jalan-jalan.. Jadi pengen tahu langsung.. Kapan ada lagi jajal geotreknya?

  3. May 17, 2011

    kang julian ,mohon ijin shar kang. salam

  4. May 17, 2011

    pa awang mohon ijin share kang paparan nya mengena di hati

  5. isfan permalink
    May 31, 2011

    situs itu gw yg bikin . tahun 2000

  6. justvands permalink
    June 4, 2011

    Saya pernah kesana sekitar tahun 2001, dan menurut saya bukanlah suatu hal yang alami melihat ribuan batu yang terpotong segi empat atau segilima dengan persis sama. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa terjawab terkait untuk apa, berasal darimana batu-batu itu, dan bagaimana cara mereka memotong batu tersebut. Tapi itulah, jika semua pertanyaan terjawab, lalu dimana lagi menariknya? Adakalanya sebuah misteri sebaiknya tetap menjadi sebuah misteri.

  7. Andri JAZZ permalink
    June 7, 2011

    Minta bantuan ke ahli forensik dan Kimia perkiraan umur pahatan berapa tahun…?
    apakah itu hasil tambang zaman Belanda, apa Zaman modern.
    Kalo toh itu setype dengan megalitikum lainnya yang ada dibumi ini so what gitu lho?
    eh maaf yah jadi So tahu ya, yang jelas kita perlu tahu sejarah nenek moyang khususnya orang Sunda umumnya orang Indonesia ini.

  8. agus tri permalink
    June 16, 2011

    Situs-situs megalitik di tanah air Indonesia sangat banyak jumlahnya dari ujung pulau Sumatera hingga ujung Irian. Kita patut bangga bahwa kekayaan budaya masa lampau di negeri ini menunjukkan kebesaran bangsa di dunia.

    Khususnya situs megalitik mencirikan artefak berupa bangunan besar yang terbuat dari bahan batu, terutama andesit basaltik, basalt, andesit, dan dibeberapa tempat berbahan batuan sedimen silikaan. Patutlah di ketahui bahwa pada masa itu kepercayaan terhadap leluhur sangat tinggi, mereka yakin semakin tinggi suatu lokasi akan semakin dekat dengan leluhurnya. akibatnya adalah tempat-tempat khusus pemujaan berada di puncak-puncak bukit. Sedangkan pemujaan yang bersifat kemakmuran bersinergis dengan pemukiman maka tinggalan megalitik tersebut berada di suatu dataran, contohnya pada lahan pertania. Lokalitas sangatlah penting bagi masyarakat pendukung budaya megalitik tetapi dibalik itu semua mengandung makna akan kearifan lokal dan “local genius”. Mereka bukan ahli bebatuan tetapi dapat memilih batuan yang mudah dibentuk atau batu yang berbentuk geometris akibat bentukan alam di manfaatkan.

    Salah satu kompleks situs megalitik yang cukup luas ada kaki Gunung Slamet. selama kami mengadakan penelitian di Gunung Slamet, sebaran situs dapat dikatakan sebagai “megalitik ring belt of Slamet Mountain”. Kira-kira lebih luas mana ya Pak Awang jika dibandingkan dengan situs Gunung Padang?

    Terima kasih Pak Awang dan geologist yang masih mau memperhatikan budaya nusantara di atas kepentingan mineral ekonomis. mungkin saya kuper sehingga merasa sendirian memperjuangkan situs-situs budaya nusantara di atas lokasi mineral-mineral ekonomis. Banyak situs yang mengalah karena penambangan.

    Sekali lagi, makasih banget untuk geologist Indonesia

  9. ma'ruf permalink
    September 17, 2011

    sya prnh ksitu wktu itu dan saya prcya bhwa itu adalah pninggln para karuhun, dan konon kta’y itu adalah tmpt’y kmpul para karuhun..

  10. eyp permalink
    October 25, 2011

    wah … jadi pengen kesana deh nyaksiin kebudayaan megalitik yang mengagumkan

    • August 23, 2012

      salam kenal.ayo ke sana kebetulan saya dri sana tpi sekarang sy pindah k sukabumi

  11. didieb ajibaskoro permalink
    October 26, 2011

    Pak Awang,

    kita dari komunitas sepeda SMA Kanisius Jakarta (alumni dan siswa) ada rencana bersepeda dari jakarta menuju gunung padang, apakah rekan – rekan geologi ada yang tertarik untuk ikut bersepeda ke sana ?
    tentunya akan menarik bila ada perspektif lain dari sisi geologi dan sejarah (kalo ada) yang bisa join di gunung padangnya. atau pun ikut perjalanan ke sana

    mohon dikabari ya Pak. bila ada info2 yang perlu kami tau, apakah Bapak keberatan bila saya email tersendiri.

    terima kasih ya Pak

    didieb ajibaskoro

    • Glenn Salmon permalink
      November 28, 2011

      hehehehe… lagi baca2 ttg Gunung Padang, malah ketemu disini Dieb,..

  12. January 14, 2012

    menarik pak, terima kasih sharenya.

    Kalo bapak tanya saya pribadi, saya aliran yang tetap memegang teguh bahwa ini bukan hasil “kode” dari realm ini :)

  13. aziz permalink
    January 18, 2012

    wadooooh,…sbnernya spa sih negara kita?? bgaimnkah dlunya?? apkah bner ngara qta pusat peradaban dunia…??????

  14. Panorama Bagolo permalink
    February 8, 2012

    Situs yang menarik untuk dikunjungi …

    Apapun itu …
    Apakah cuma kumpulan batu gunung yang diatur posisinya oleh manusia …
    menunjukkan adanya suatu kehendak tertentu … dan
    kegiatan tertentu …
    yang dilakukan melalui cara tertentu sehingga …
    menjadi seperti bentukan struktur bangunan itu …
    Itulah Bukti adanya Suatu Peradaban …

    Semoga tetap dilestarikan sebagai Warisan Budaya dan Kekayaan Bangsa Indonesia …
    Di sebarluaskan informasi dan hasil penelitiannya sehingga makin dikenal oleh anak bangsa ini dan bangsa lainnya di belahan dunia ini …

    Terimakasih kepada para peneliti dan para pihak yang telah menyampaikan Situs Gunung Padang ini kepada para pembacanya … Semoga menjadikan manfaat dan pelajaran bagi kita semua …

    *Sayang saya baru dapat menjelajahinya melalui bantuan mBah Google …
    *Jangan harapkan ataupun mengira bahwa mereka (para pendahulu itu) membuat bangunan struktur dengan cara seperti yang dilakukan sekarang ini dengan alat-perkakas (Gergaji Mesin, Semen, Waterpas dsb.)

  15. February 8, 2012

    Bro, itu bangunan dulunya bekas bangunan untuk meneliti luar angkasa. Itu tempat ahli-ahlinya astronomi di abad dulu. Nenek (orang sunda) ku pernah bilang, kalo di tempat ini nenek moyangnya itu memiliki teknologi & karakteristik yang berbeda dengan indonesia timur. Bebatuan kita berbeda dengan jawa tengah, jawa timur. Jadi kita tidak ada candi. Dulu budaya kita itu pecinta teknologi & seni. di tempat itu juga ada alat-alat musik nya juga.

  16. February 10, 2012

    ya itu memang benar apa adanya,yang penting obyek wisata indonesia makin maju dari pada negara tetangga okkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

  17. Wong Cie Liek permalink
    February 12, 2012

    Menurut Insting atau Feeling Spiritual saya , tempat tsb merupakan TEMPAT PEMUJAAN NENEK MOYANG Kita walaupun dalam bentuk yang sederhana

  18. desi permalink
    February 12, 2012

    saya sebagai orang cianjur turut bangga dengan adanya situs gunung padang ini

  19. February 16, 2012

    menurut riset terbaru gn padang bukan sekedar batu yang berserakan tetapi gunungnya sendiri adalah sebuah bangunan raksasa berbentuk piramid padahal ada sebagian orang selama ini yang menganggap sit. gn padang hanya peninggalan batu yang berserakan seperti kurang berarti padahal gn padang menympan misteri yang tida di sangka sangka

  20. February 16, 2012

    saya sebagai orang cianjur menghimbau pada pemerintah ingin segera gn padang segera di kupas tanah nya bagaimana bentuk asli bangunan nya dan bila benar ada bangunan bersejarah nya bisa masuk ke ajaiban dunia dan tentu hususnya tatar sunda akan bangga dan umumnya seluruh bangsa indonesia

  21. Ali wardana permalink
    February 22, 2012

    Saya pernah ke gunung padang. dan dapat informasi dari kakek saya yang pernah ke gunung padang. kakek saya menceritakan suatu kisah tentang gunung padang yang ada hubungannya dengan krajaan padjajaran.
    tapi menarik juga bila di bahas dari segi geologi kayaknya menarik. bahkan dari segi mistik juga menarik. tapi ada satu pohon di gunung padang yang katanya merupakan pohon sebagai lambang kerjaan padjajaran saya lupa apa kemboja atau apa. yang jelas ini sangat menarik untuk di pelajari.

  22. Itang Suryana permalink
    February 25, 2012

    Gunung Padang ,seharusnya segera dibenahi karena selain untuk menambah hasanah parawisata Indonesia, juga akan menjadi tambahan PAD KABUPATEN CIANJUR, Seharusnya Pemerintah Daerah dengan segera membangun Infrastruktur , dari mulai jalan manuju lokasi , perluasan jalan nya, , menata lahan partkir,atau siapkan penitipan kendara’an , membuat WC UMUM, kantor pelayanann, itu akan mempercepat, peningkatan pendapatan rakyat di sekitar Gunung padang,mumpung belum ditumbuhi pedagang liar, yang membuat semerawut , AREA WISATA Itu,”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’==> SOK AH URANG CIANJUR YANG GIAT YU AH BANGUN BANGUN BANGUUUUUN <===== keur urang Desa Sekitar gunung padang sok dukung ti ayeuna…..Urang Bangun Kampung bUrang teh, nyiap keun diri jadi Daerah wisata……mun muka warung Omat nya Hargana sing Wajar…ngarah seu’eur peungunjungna….
    Moga moga lebih maju deui Amiiiin”
    Wasalam
    Itasu=Cianjur

  23. February 25, 2012

    perlu di lurus kan sebelum tahun 1914 juga situs gn padang sudah di ketahui banyak orang jaman kake saya masih ada banyak yang mengujungi untuk mencari pesugihan sekarang umur saya 65 tahun maka nya merasa aneh baru ditemukan tahun 1914 oleh orang belanda dan oleh warga tahun 1979

    • ALFAZRI permalink
      March 20, 2012

      Jangan merasa aneh kang,Untuk bisa sampe ke gunung padang sebelum ramai dibicarakan orang2 saat ini,hanya orang2 tertentu yg tau dan bisa nyampe ke lokasi gunung padang

  24. annie aisyah permalink
    March 2, 2012

    amazinggggggg..,kereeeeeeennn..,!!

  25. April 10, 2012

    menurut pengamatan saya tida mungkin batu batu persegi panjang yang nyaris ukuran nya sama dibentuk oleh alam saya sering jalan jalan dan hampir di setiap gn jabar belum pernah ada atau melihat batu persegi yang di bentuk oleh alam dan orang yang ngomong bahwa batu gn padang di bentuk oleh alam adalah orang yang iri hati memang ada sebagian yang bentuk nya masih alami dan sebagian lagi di bentuk oleh manusia

  26. Dodi permalink
    May 20, 2012

    jangan2 cuma bbrp waktu yg lalu saja (zaman belanda) itu batuan disusun oleh manusia. dgn bentuk batuannya merupakan pahatan alam.. bukankah katanya bisa dilihat oleh ahli kalau suatu batu hasil proses alam atau pahatan manusia? tapi kalo itu ternayta batu hasil proses alam, salut juga buat yg nyusunnya!!

  27. May 20, 2012

    tak ada penelitian terbaru atau tak ada kabar beritanya lagi bagaimana juntrungnya yang kabarnya bahwa gn padang itu di dalamnya adalah sebuah bangunan besar berbentuk piramid dan seandainya semua itu terbukti sungguh bangga seali bangsa indonesia punya keajaiban baru dunia dan dengan sendirinya akan di hargai oleh bangsa bangsa lain tida akan di pandang sebelah mata oleh karena itu cepat buktikan atau gali

  28. May 23, 2012

    Lebih banyak yag berkomentar dan berpendapat, akan lebih menambah menambah pengetahuan kita mengenai situs gunung padang, saya menghimbau semua penggemar sejarah untuk datang ke gunung padang biar komentar dan pendapatnya lebih baik lagi. Ngomong-ngomong sayapun belum pernah kesana, dan ingin sekali menyaksikan dari dekat.

    Zaman.C

  29. Hendras permalink
    May 23, 2012

    Gunung padang, dulu adalah sebuah kerajaan salah satu raden yg diusir dari padjajaran karna membawa surat perdamaian dari majapahit, yg dihancurkan oleh prabu siliwangi yg mengetahui keberadaan raden tersebut, setelah sempat melarikan diri, raden tersebut kembali lagi ke gunung padang tetapi hanya menyusun batu2 agar tdk diketahui oleh prabu siliwangi, maaf tdk bisa menyebutkan nama raden tersebut, percaya syukur, ngak ya gpp, yg anehnya lagi cerita kuncen or penjaga daerah itu yg cerita bahwa walisongo lah yg membawa batu2 tersebut hehe

  30. May 27, 2012

    Moga2 penelitiannya mendapatkan hasil memuaskan

  31. mas suhe matsunaga permalink
    June 26, 2012

    Wah…..jd kengen kesana deh,nyaksiin Kebudayaan MEGALITIK yg mengagumkan. smoga,penemuannya mndapatkan hasil yang Memuaskan.AMIIN

  32. Kang Purba permalink
    June 27, 2012

    Saya kira,ini adlh situs buatan manusia,bukan hny bentukan alam sprti argumen pak Awang.
    Benar,mnrt sy ini adlah tmpt pemujaan di wktu itu sblm kita semua mngenal yg namanya Agama yg mrpkan peradaban modern sprti skrg ini. Ini membuktikan bhw nenek moyang kita masa lalu tdk kalah hebat karyanya dibanding org2 arab,Mesir,bhkn Amerika latinpun.
    Dalam hal ini,Borobudur dan Prambanan sdh membuktikan kajian2 ilmiah itu.
    Sekali lg,nenek moyang bgsa trtama yg tggal di pulau Jawa,lbh tua peradabannya di bandigkan dgn peradaban2 di pulau2 negara manapun di muka bumi ini.
    Terbukti lagi dgn padatnya populasi manusia di bumi pulau Jawa,dibanding pulau2 di belahan dunia manapun.

  33. June 28, 2012

    Tidak Terbantahkan, merubah sejarah dunia!!!! NUSANTARA JAYA…

  34. June 30, 2012

    ada yang mengaitkan dengan legenda atlantis atau lamburia padahal cerita atlantisdan lamb. di eropa sana terus ada lagi yang mengakunya seorang ilmuan mengatakan bahwa sit. gnpadang bukan peninggalan nek moyang orang sunda mengapa mereka berbicara seperti itu seprti tida rela orang sunda punya peradaban tinggi ada sentimen ke etnisan

  35. m.dedi.k permalink
    June 30, 2012

    sy org galunggung, berharap mudah2n situs tersbut bisa membuktikan, bhw nenek moyang kita adalah ternyata orang2 yg memiliki peradaban lebih dr negara2lain. krn ini adalh merupakan saksi bhw indonesia telah dan akan jd pusat peradaban sluruh negara.terimakasih.

  36. pio permalink
    September 1, 2012

    Bismillah….

    site gunung padang memang karunia Alloh S.W.T
    karena banyak manfaat untuk umat manusia dibumi Cianjur

    tempat yang tadinya sepi jadi rame
    yang tidak dagang jadi dagang
    yang ga tau jadi tau
    yang ga seneng jadi seneng
    yang ga ngerti jadi ngerti
    yang bodoh jadi pinter
    yang ga makan jadi makan
    yang banyak utang jadi lunas utangnya
    yang ga kerja jadi kerja
    yang punya apa apa jadi punya apa apa
    jadi bersyukulah wahai warga cianjur , karena yang pandai bersyukur
    akan ditambah nikmatnya
    berfikirlah karena itu tanda tanda orang yang beriman

    yang pasti Alloh S.W.T punya rencana untuk warga Cianjur khususnya
    umumnya untuk Indonesia tercinta

    dan jangan kaget saudara/i ku semua
    setiap pulau dan propinsi akan mendapat hala yang sama ..

  37. September 4, 2012

    kalau lihat orang2 pintar lg comment,jd senyum sendiri…hihi.apalagi lihat yg paling atas,tuh agung,sekolah SLB nya dmn yaa,ko bego amat.

  38. February 7, 2013

    Saya hanya bertanya : Apa batuan yang berupa Columnar Joint itu Insitu terbentuk ditempat ( G Padang tersebut) atau dipindahkan. Tentu ini akan lebih menarik juga kalau ditemukan sumber Columnar Joint tersebut dan bagaimana masyarakat pada jaman lalu memindahkannya, ini semua menyangkut perkembangan budaya dan teknologi. Seperti rakyat Mesir membangun Pyramid dibawah Firaun.

    • pandu permalink
      March 19, 2013

      Menurut informasi juru kunci gunung pdang..akan datang arkeolog² dri luar sktr tgl26 atw 27 maret
      .prlu di awasi jg …tuh arkeolog…,jgn sampe ad yg dibwa kekmpung tuh bule ..
      .?

  39. dongki permalink
    March 22, 2013

    tgl 26-28 maret 2013 kebetulan akan ada kegiatan international scout peace camp,,acarany org pramuka, dan akan dihadiri oleh 170 org dari 40 negara yg kebtulan akan homestay di daerah sukaratu,skitar 20km dr gunung padang.tgl 27nya akan berkunjung ke gunung padang sebagai bagian dri kegiatan tersebut,bukan para arkeolog luar.pesertanya pun berumur 16-25thun,semuanya anggota pramuka

  40. abang permalink
    April 17, 2013

    saya asli warungkodang satu saya salut pada irinya ygcoment paling atas. nenek sasaya pernah cerita tentang gunung padang saya masih duduk di sekolah SD berdikari klas 3 nenek moyang saya mengatakan bahwa bangunan batu itu ada bahkan ada yg pernah kesupan dari penghuni gunung padang, katanya itu rumah paling besar bahan dari batu, juga katanya nenek moyang saya sma dengan gunung kenca juga kalau buang tanahnya bangunan persis borobudur antara gunung kencana dengan gunung padang tidak berapa jauh, disebut gn kencana sebab nama kerajaan jaman prabu kencana wallohu a lam

  41. April 17, 2013

    saya asli warungkodang satu saya salut pada irinya ygcoment paling atas. nenek sasaya pernah cerita tentang gunung padang saya masih duduk di sekolah SD berdikari klas 3 nenek moyang saya mengatakan bahwa bangunan batu itu ada bahkan ada yg pernah kesurupan dari penghuni gunung padang, katanya itu rumah paling besar bahan dari batu, juga katanya nenek moyang saya sma dengan gunung kenca juga kalau buang tanahnya bangunan persis borobudur antara gunung kencana dengan gunung padang tidak berapa jauh, disebut gn kencana sebab nama kerajaan jaman prabu kencana wallohu a lam, sekarang umur saya 59 tahun mudahan pemerintah daerah cepat dibuktikan dan mudah”an ada himah buat kemajuan masyarakat cianjur khususnya umumnya seluruh masyarakat indonesia . aaamiii…

  42. April 17, 2013

    saya asli warungkodang satu saya salut pada irinya ygcoment paling atas. nenek saya pernah cerita tentang gunung padang saya masih duduk di sekolah SD berdikari klas 3 nenek moyang saya mengatakan bahwa bangunan batu itu ada bahkan ada yg pernah kesurupan dari penghuni gunung padang, katanya itu rumah paling besar bahan dari batu, juga katanya nenek moyang saya sma dengan gunung kencana juga kalau di gali/dibuang tanahnya bangunan persis borobudur antara gunung kencana dengan gunung padang tidak berapa jauh,dan disebut gn kencana sebab nama kerajaan jaman prabu kencana wallohu a lam, sekarang umur saya 59 tahun mudahan pemerintah daerah cepat dibuktikan dan mudah”an ada himah buat kemajuan masyarakat cianjur khususnya umumnya seluruh masyarakat indonesia . aaamiiin…….

  43. jamrud khatulistiwa permalink
    April 21, 2013

    terimakasih buat pak awang atas artikelnya yg setidak2nya bisa menambah wawasan bagi kita sebagai generasi penerus dari bangsa kita (INDONESIA RAYA), sehingga dari hal tsb. bisa membuat kita semakin menghargai sejarah dan bangga sebagai bangsa indonesia karena terlahir nenek moyang kita yang jenius. ( ijin kopas ya pak….. )
    buat pak agung positif thinking & maju terus, jangan pesimis pak

  44. April 25, 2013

    Misteri gunung padang….

    sepanjang saya mengikuti perkembangan temuan di gunung padang cianjur jabar, kami sangat yakin temuan itu adalah buatan manusia.
    ada hal-hal yang meyakinkan saya, bahwa bentuk susunan batu yang teratur, pola batu yang seragam dan pola banguan yang terbentuk (terpola) ini menunjukan bahwa apa yanga ada di gunung padang adalah perbuatan manusia.

    selain itu hal tersebut bentuk batu persegi panjang yang terpola sama terdapat juga juga di daera cilacap.

    terus maju para arkeolog indonesia, pantang mundur, buktikan pada dunia bahwa peradapan di bumi nusantara lebih tinggi dari dunia lain

    Selamat bekerja kawan..

  45. Walet Muslimah permalink
    May 7, 2013

    SAVE SITUS GUNUNG PADANG CIANJUR !

Trackbacks and Pingbacks

  1. Situs Megalitik Gunung Padang, Cianjur: Harmoni Bumi dan Langit | Bayt al-Hikmah Institute

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS