<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Blognya Ahli Geologi Indonesia</title>
	<atom:link href="http://geologi.iagi.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://geologi.iagi.or.id</link>
	<description>Tulisan geologi popular dari IAGI</description>
	<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 01:46:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Plato Gamping Ayamaru, Papua dan Hunian Prasejarah</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/03/10/plato-gamping-ayamaru-papua-dan-hunian-prasejarah/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/03/10/plato-gamping-ayamaru-papua-dan-hunian-prasejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 00:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IAGI-Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Archeology]]></category>

		<category><![CDATA[Papua archeology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Written by : Awang H Satyana
Bekas-bekas hunian manusia prasejarah (purba) yang punya industri perkakas batu ditemukan di banyak tempat di Jawa, terutama di Pegunungan Sewu, Pacitan. Begitu banyaknya artefak berupa perkakas batu pernah ditemukan di sini, sehingga menghasilkan istilah-istilah tertentu seperti kebudayaan Pacitanian atau industri Kali Baksoko. Kali Baksoko adalah sebuah kali di wilayah ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Written by : Awang H Satyana</p>
<p>Bekas-bekas hunian manusia prasejarah (purba) yang punya industri perkakas batu ditemukan di banyak tempat di Jawa, terutama di Pegunungan Sewu, Pacitan. Begitu banyaknya artefak berupa perkakas batu pernah ditemukan di sini, sehingga menghasilkan istilah-istilah tertentu seperti kebudayaan Pacitanian atau industri Kali Baksoko. Kali Baksoko adalah sebuah kali di wilayah ini tempat ditemukannya banyak artefak.</p>
<p>Itu di Jawa, tempat paling banyak ditemukannya artefak perkakas batu. Kelihatannya saat bermigrasi dulu, para penghuni pertama negeri kita memilih Jawa sebagai pangkalan terakhirnya. Pemikiran ini disebabkan begitu banyaknya artefak ditemukan di Jawa, juga penemuan fosil-fosil tulang hominid atau manusia purba. Meskipun demikian, terdapat bukti bahwa beberapa generasi manusia purba ini kemudian dari Jawa bermigrasi ke timur ke Nusa Tenggara bahkan sampai Australia.<span id="more-443"></span></p>
<p>Bagaimana dengan penemuan-penemuan arkeologi di pulau paling timur Indonesia : Papua, jarang sekali terdengar berita-berita tentang itu. Padahal, bila situs-situs hunian manusia purba banyak terdapat di topografi kars berupa gua-gua batugamping, seperti di Gua Pawon, Padalarang dan banyak sekali situs-situs arkeologi di gua-gua di Pegunungan Sewu, Pacitan; maka Papua dari segi tutupan batuan batugampingnya adalah kawasan yang paling luas di Indonesia (lihat publikasi Sukamto, 2000 tentang geologi regional Indonesia).</p>
<p>Mengapa jarang terdengar penemuan arkeologi di Papua ? Ada dua kemungkinan : (1) manusia purba memang sedikit sekali bermigrasi ke Papua dan (2) penelitian arkeologi jarang sekali dilakukan di Papua. Saya yakin alasan nomor dualah yang paling mungkin sebagai penyebabnya. Mengapa ? Di Papua Nugini (Papua New Guinea, PNG)) dilaporkan penemuan beberapa situs hunian manusia purba, terutama di kawasan pantai utaranya. Ini artinya bahwa Papua (Indonesia) mestinya pernah dilewati manusia purba ini dalam migrasinya dan bisa saja sebagian dari mereka pernah menetap di gua-gua Papua yang banyak terdapat.</p>
<p>Penelitian-peneltian arkeologi untuk Papua, baik dilakukan oleh ahli-ahli nasional maupun dari mancanegara terbilang sangat sedikit bila dibandingkan penelitian-penelitian sejenis di area Indonesia Barat dan terutama Jawa. Misalnya, buku bagus, terbaru dan komprehensif tentang prasejarah Indonesia yang ditulis oleh ahli arkeologi terkenal Peter Bellwood (2000) -diterjemahkan oleh PT Gramedia, hanya sedikit membahas prasejarah Papua; memang Belwood mengkhsuskan dirinya meneliti arkeologi Asia Tenggara dan terutama wilayah Indo-Malaya.</p>
<div id="attachment_446" class="wp-caption aligncenter" style="width: 592px"><a href="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/03/prehistoric-sites-of-papua-and-their-dates-year-before-present-pasveer-2004.jpg"><img class="size-full wp-image-446" title="prehistoric-sites-of-papua-and-their-dates-year-before-present-pasveer-2004" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/03/prehistoric-sites-of-papua-and-their-dates-year-before-present-pasveer-2004.jpg" alt="prehistoric-sites-of-papua-and-their-dates-year-before-present-pasveer-2004" width="582" height="372" /></a><p class="wp-caption-text">Lokasi-lokasi peninggalan Prasejarah Papua. Angka menunjukkan tahun peninggalan (Pasveer, 2004)</p></div>
<p style="text-align: left;">Sebenarnya, aspek prasejarah Papua bisa sangat menarik sebab beberapa situs arkeologi telah ditemukan sampai ketinggian 4000 meter, yaitu di gua-gua gamping yang terdapat di Pegunungan Tengah Papua (Central Ranges of Papua) seperti dilaporkan oleh Hope dan Hope (1976 - Man on Mt. Jaya, AA Balkema-Rotterdam). Tahun 1971-1973, Ekspedisi Australia-Indonesia untuk Gletsyer Carstenz di ketinggian 4000 meter pada tempat bernama Mapala Rockshelter menemukan tulang-tulang, artefak batu, abu dan cangkang-cangkang kerang. Saat ditera, artefak tersebut menghasilkan umur 5440 tahun yang lalu (tyl). Hope dan Hope (1976) berdasarkan analisis palinologi di Ijomba Bog, masih di kawasan Pegunungan Tengah,  juga menyimpulkan bahwa pada 10.500 tyl, ada manusia purba di kawasan ini yang membuka hutan dengan membakarnya. Pembukaan hutan yang lebih tua dengan cara membakarnya juga ditemukan di Lembah Baliem yang sisa-sisanya menunjukkan umur 32.000 tyl (Haberle et al., 1991 - Biomass burning in Indonesia and PNG -fossil record, jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology 171).</p>
<p>Situs arkeologi tertua di pulau Papua (termasuk PNG) masih dipegang oleh sebuah gua di pantai utara PNG di Semenanjung Huon dengan artefak-artefak yang ditemukannya berumur 40.000 tyl (Groube et al. 1986 -40,000 year human occupation site-PNG, Nature 324).</p>
<p>Sekarang kita lihat kawasan Papua paling barat yang sering disebut sebagai Kepala Burung. Penelitian terbaru dari ahli arkeologi Juliette Pasveer (2004 -The Djief hunters : 26,000 years of rainforest exploitation on the Bird&#8217;s Head of Papua, Modern Quaternary Research in SE Asia 17) menemukan hunian manusia purba berumur Plistosen-awal Holosen di kawasan kars batugamping Kais di Ayamaru.</p>
<div id="attachment_447" class="wp-caption aligncenter" style="width: 571px"><a href="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/03/s-head-peninsula-and-ayamaru-plateau-pasveer-2004.jpg"><img class="size-full wp-image-447" title="s-head-peninsula-and-ayamaru-plateau-pasveer-2004" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/03/s-head-peninsula-and-ayamaru-plateau-pasveer-2004.jpg" alt="s-head-peninsula-and-ayamaru-plateau-pasveer-2004" width="561" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">Dearah Kepala Burung Plateu (Pasveer, 2004)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Kawasan topografi kars Ayamaru terbentuk sejak Pliosen setelah Sesar Sorong secara aktif mulai memengaruhi Cekungan Salawati pada Mio-Pliosen. Sesar besar ini telah menjungkirbalikkan Cekungan Salawati sedemikian rupa sehingga deposenter cekungan ini pindah dari sebelumnya di sebelah selatan menjadi di sebelah utara sampai barat (Satyana, 2001, Dynamic Response of the Salawati Basin, Eastern Indonesia to the Sorong Fault Tectonism : Example of Inter-Plate Deformation : Proceedings PIT IAGI ke- 30, p. 288-291). Akibat pembalikan ini, maka secara isostatik bagian selatan (Misool) dan bagian timur (Ayamaru) cekungan terangkat, menyingkapkan batugamping Kais. Lalu kemudian, singkapan batugamping Kais di Misool dan Ayamaru mengalami pelapukan dan erosi menghasilkan kawasan topografi kars seperti terlihat sekarang. Pada Plistosen Atas manusia purba mulai bermigrasi ke Papua melalui dua jalan, dari sebelah barat (Halmahera) (Belwood et al., 1998) atau dari<br />
sebelah selatan (Australia dan Aru) (Pasveer, 2007).</p>
<p>Plato Ayamaru, yang membentuk topografi kars (foto udaranya bisa dicek di google), terletak di bagian tengah Kepala Burung. Plato ini terangkat sampai saat ini ketinggiannya sekitar 350 meter di atas muka laut. Di dalam Plato Ayamaru terdapat tiga buah danau dangkal yang saling berhubungan. Satu danau terbentuk pada mid-Holosen, dua yang lain lebih tua lagi. Saat ini, penyebaran penduduk Ayamaru terkonsentrasi di sekitar ketiga danau ini.</p>
<p>Situs arkeologi di Plato Ayamaru ditemukan di dua gua yang berkembang tak jauh dari ketiga danau itu. Kedua gua itu adalah Gua Kria dan Gua Toe yang terpisah sejauh 12 km.</p>
<p>Gua Kria mempunyai sedimen setebal dua meter dengan stratigrafi yang tak terganggu deformasi. Pasveer (2004) membagi sedimen ini menjadi lima satuan hunian (occupation unit). Setiap satuan sedimen mengandung artefak-artefak berupa perkakas terbuat dari tulang dan batu, sisa-sisa hewan (terutama walabi hutan, di samping cangkang-cangkang moluska). Lapisan-lapisan itu dibedakan berdasarkan kuantitas artefak yang ditemukan. Umur lapisan-lapisan dari terbawah sampai teratas adalah sekitar 8000-1840 tyl. Di lapisan teratas sedikit ditemukan artefak dan sisa hewan, tetapi ditemukan bekas-bekas manusia yang dikubur. Tidak ada tanda-tanda bahwa penduduk Ayamaru masih menggunakan gua tersebut sebagai kuburan.</p>
<p>Gua Toe berisi sedimen setebal 140 cm yang oleh Pasveer (2004) dibagi menjadi dua satuan. Stratigrafi sedimen agak kompleks karena lantai gua miring dan terdapat bekas nendatan (slump) atau runtuhan. Satuan sedimen bawah berumur  paling tua 26.000 tyl (Plistosen) mengandung perkakas batu dan sisa hewan yang lebih memfosil dibandingkan satuan sedimen atas. Satuan sedimen atas yang umur paling mudanya sampai 3000 tyl mengangdung lebih banyak perkakas batu dan sisa-sisa hewan. Berdasarkan studi paleontologi dan zoologi, hewan Plistosen penghuni Gua Toe mestinya sejenis hewan yang saat ini hidup di ketinggian 1000 meter. Lalu mengapa mereka ditemukan di ketinggian yang jauh lebih rendah seperti Ayamaru (+ 350 meter) ?</p>
<p>Unit berumur Plistosen di Gua Toe ternyata menceritakan beberapa kisah menarik tentang perubahan iklim setelah the Last Glacial Maximum. Periode Last Glacial Maximum ini terjadi sekitar 26.000 tyl. Selama periode ini temperatur menurun drastis. Hewan-hewan yang biasa hidup di ketinggian +1000 m melakukan penyesuaian dengan cara menuruni lereng mencari tempat yang relatif lebih hangat, maka mereka turun sampai wilayah Ayamaru (+350 m). Zone-zone vegetasi yang biasa ditemukan di kawasan lereng-puncak pun turun sampai kaki pegunungan. Temperatur menghangat kembali sekitar 12.000-10.000 tyl dan telah menyerupai kondisi sekarang.</p>
<p>Demikian sedikit kisah prasejarah manusia purba di Papua dan Kepala Burung yang jumlah penelitiannya masih sangat langka. Ditunjukkan pula bagaimana geologi dan paleoklimatologi dapat membantu analisis kawasan hunian manusia prasejarah bersama spesies-spesies fauna dan flora yang sezaman.</p>
<p>Hanya dua gua di Plato Ayamaru yang baru diselidiki prasejarahnya, padahal begitu banyak gua yang terbentuk di plato kars gamping ini. Kita pun sama sekali belum melihat kars topografi batugamping Kais di Pulau Misool dan Semenanjung Onin yang pada Mio-Pliosen kedua wilayah ini sama-sama terangkat sebagai kompensasi isostatik saat bagian utara Cekungan Salawati makin tenggelam.</p>
<p>Masih banyak sekali yang tersembunyi yang belum diketahui orang tentang Papua. Papua adalah paradise untuk penelitian, seperti kata Edward O. Wilson, ahli biologi terkenal,</p>
<p>&#8220;Papua has lasted into the twenty-first century as largely a blank space on the map, and we will do well to treasure it for that.&#8221;</p>
<p>Papua : sebuah tantangan !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/03/10/plato-gamping-ayamaru-papua-dan-hunian-prasejarah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sasmita Blow-out dari Sumur Minyak</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/03/02/sasmita-blow-out-dari-sumur-minyak/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/03/02/sasmita-blow-out-dari-sumur-minyak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 02:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IAGI-Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rupa-rupi]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Artikel Sugeng Hartono, dimuat di Kontan No. 32, Tahun II, 11 Mei 1998
Sasmita Blow-out dari Sumur Minyak
Diasuh Wimar Witoelar, perintis acara Talk Show dan Perspektif di televisi Indonesia, konsultan dari PT InterMatrix untuk manajemen, corporate development, dan public affair.
Pertanyaan:
Setiap kejadian alam tentunya akan didahului dengan tanda-tanda atau sasmita. Kalau kita cukup peka membaca sasmita alam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Artikel Sugeng Hartono, dimuat di Kontan No. 32, Tahun II, 11 Mei 1998</p>
<p><strong>Sasmita Blow-out dari Sumur Minyak</strong></p>
<p>Diasuh <em>Wimar Witoelar</em>, perintis acara Talk Show dan Perspektif di televisi Indonesia, konsultan dari PT InterMatrix untuk manajemen, corporate development, dan public affair.</p>
<p><em><strong>Pertanyaan:</strong></em></p>
<p>Setiap kejadian alam tentunya akan didahului dengan tanda-tanda atau sasmita. Kalau kita cukup peka membaca sasmita alam, sebagai manusia yang berakal budi, kita diharapkan bisa menghadapi kejadian alam dengan baik. Misalnya, sebelum gunung Merapi meletus pasti ditengarai gempa bumi yang berkepanjangan, atau suhu sekitar gunung meningkat, sehingga memungkinkan penduduk dan ternaknya mengungsi.<span id="more-440"></span></p>
<p>Setelah terjadi letusan, penduduk akan kembali ke desanya untuk memperbaiki rumah, sawah dan ladang, dan kehidupan akan berjalan normal seperti biasa. Pengalaman sekian lama di pengeboran minyak adalah contoh yang bagus. Perlu diketahui bahwa pengeboram minyak adalah pekerjaan yang mahal dan penuh dengan mara bahaya, sehingga disiplin kerja yang sangat tinggi selalu ditegakkan. Kalau ada kecerobohanndan sampai terjadi semburan liar (blowout), misalnya, ini adalah malapetaka. Selain kerugian materi (hilangnya sumur dan terbakarnya menara bor misalnya) juga bisa meminta korban jiwa.</p>
<p>Orang minyak bekerja 24 jam sehari, tanpa mengenal siang dan malam atau hujan. Di sana pekerjaan dipimpin seorang &#8220;penguasa tunggal&#8221; yang bertanggung jawab penuh atas kelancaran dan keselamatan pekerjaan. Beliau adalah wakil perusahaan yang mempunyai sumur, sehingga beliau populer disebut &#8220;Companyman&#8221; atau drilling supervisor yang biasanya berpengalaman puluhan tahun di berbagai belahan bumi.</p>
<p>Semua pekerja yang terdiri dari berbagai bagian merupakan pembantu-pembantu beliau. Mereka harus bekerja profesional, dan membuat laporan dua kali sehari, biasanya jam 05:00 dan 15:00. Laporan ABS (asal bapak senang) jelas tidak berlaku di sini. Kalau ada sesuatu yang tidak beres, misalnya tehnisi mudlogging melihat ada tanda-tanda kenaikan gas, atau hilangnya lumpur pengeboran, dia harus segera melapor. Kalau perlu beliau akan menghentikan pengeboran untuk melihat sebabmusabab hilangnya lumpur. Walaupun tengah malam, mungkin disertai hujan lebat, beliau akan naik ke lantai bor (rig-floor), mengenakan jas hujan, topi keselamatan dan lampu senter, terkadang dengan membawa secangkir kopi pahit. Beliau akan mengawasi lubang sumur dengan teliti dan saksama, untuk memastikan apakah permukaan lumpur di dalam lubang sumur turun (hilang ke dalam formasi). Kalau benar, ini perlu dipompakan LCM (lost circulation material) ke dalam lumpur di dalam tanki.</p>
<p>Kalau tidak, berarti aman. Lalu dicari jawaban yang lain, mungkin ada tangki atau pipa yang bocor. Mungkin dapat terjadi sbb. Teknisi lumpur (mud engineer) membuang sebagian lumpur atau mentransfer lumpur ke tangki lain tanpa memberi tahu juru bor (driller) atau teknisi mudlogging (mudloggers) sehingga pada chart lumpur menunjukkan adanya kehilangan lumpur sehingga alarm berbunyi. Tentu saja mudlogger akan segera melaporkan bahwa sedang terjadi hilangnya lumpur bor (padahal sebenarnya tidak).</p>
<p>Hilangnya lumpur akan mengejutkan para pekerja, dan tentu saja mud engineer yang kilaf ini akan dimarahi orang banyak. Kalau kesalahannya cukup serius, mungkin sekali dia akan dipulangkan untuk diganti dengan orang lain. Dia tidak boleh kembali bekerja di lokasi ini. Titik. Tidak ada KKN (koncoisme, kolusi, dan nepotisme). Sebaliknya teknisi yang bagus dan profesional tidak akan diperbolehkan dipindah ke lokasi lain.</p>
<p>Jadi di dalam pemboran semua akan diamati secara saksama setiap saat, dan atau setiap feet pemboran. Begitu ada sasmita (misalnya kenaikan gas secara gradual dll) tindakan preventif segera dilakukan guna menghindari malapetaka yang lebih fatal.</p>
<p>Nah, sekarang kembali ke ke kejadian alam yang bernama Krisis Moneter (krismon). Katakannlah krisis ini sedang menimpa negara Anunesia, secara berkepanjangan sampai-2 rakyat kecil dibuat sangat susah. Misalnya sembako sulit didapat, harga-2 membubung tinggi, banyak PHK, demonstrasi marak dimana-mana (mereka anak-2 muda yang cerdas, terpelajar, dan idealis , tak pernah takut atau kapok dengan petugas keamanan).</p>
<p>Pertanyaan saya, apakah para pembantu kepala negara Anunesia tak ada yang melihat sasmita atau tanda-tanda yang mengisyaratkan bahwa ekonomi negara sudah lampu kuning? Mungkinkah para pembantu ini takut melaporkan keadaan yang sebenarnya kepada beliau? Bukankah di negara Anuneisa mempunyai banyak pakar ekonomi, baik yang duduk di birokrat, di kampus-2, atau lembaga-2 yang berkaliber internasional, dan pendapatnya juga didengar dunia. Apakah mereka ini tidak pernah mengisyaratkan (secara halus, atau dengan sedikit keras misalnya) bahwa ekonomi kita sudah dalam bahaya dan perlu diadakan tindakan pencegahan. Ibarat pengeboran minyak, tidak perlu menunggu terjadinya blow out yang menyengsarakan rakyat banyak.</p>
<p>Trimakasih atas jawabannya.</p>
<p>Hartono, Jakarta Selatan</p>
<p><em><strong>Komentar:</strong></em></p>
<p>Karena krismon (krisis moneter) sudah menjadi kristal (krisis total), maka semua soal sekarang sudah menjadi pembahasan politik. Sebab, krisis total hanya dapat diselesaikan oleh reformasi total, berawal dari reformasi politik. Pertanyaan Anda jelas menunjukkan, betapa rapuhnya manajemen negara kita. Komunitas yang harusnya menggerakkan proses pengambilan keputusan sangat macet dan bersifat satu arah.</p>
<p>Terus terang, saya sama bingungnya dengan Anda. Mengapa tidak ada pembantu presiden Anunesia yang mau memberikan laporan yang sesungguhnya? Apakah tidak ada kesempatan? Apakah takut menyampaikan kabar buruk? Atau ingin cari muka dengan malaporkan yang bagus-bagus saja? Ataukah yang menerima laporan kurang ingin mendengar? Mengapa begitu jauh penyimpangan antara realitas dan respon penguasa Anunesia? Anunesia tidak kekurangan pakar dengan konsep penanggulangan masalah. Namun, keputusan yang tepat, seperti masakan yang enak.</p>
<p><em>Yang penting bukan bahannya, tapi rasanya, Bung!</em></p>
<p>Seperti akhli masak meramu rasa, pembuat kebijaksanaan harus akhli meramu pendapat. Sayangnya:</p>
<ol>
<li>Penguasa mendahulukan kepentingan jangka pendek dan kepentingan kelompok. Misalnya, kita banyak kehilangan waktu mempertimbangkan CBS, suatu akal untuk memperoleh dolar murah dan jangka pendek. Penyelesaian dengan perjanjian yang telah disepakati dengan IMF lebih menjamin kepentingan masyarakat jangka panjang, tapi kepentingan vested interest tidak peduli terhadap kepentingan jangka panjang, apalagi kepentingan orang lain. Resep &#8220;kepentingan masyarakat &#8221; memang tiap hari didengungkan sebagai slogan. Kenyataannya? Penyimpangan besar seperti IPTN, BPPC, dan Mobnas baru berhenti secara terpaksa, karena IMF tidak mau menurunkan dana bantuan kalau proyek semacam itu diteruskan.</li>
<li>Penguasa tidak cepat menguasai realitas. Berbulan-bulan sejak ekonomi Thailand jatuh, bahkan sampai ekonomi kita memburuk tajam di peralihan tahun 1998, adalah sikap pemerintah yang tidak mau mengakui adanya persoalan berat. Semua dianggap gejolak moneter yang diakibatkan spekulasi valas.<br />
Kenyataan tidak dihiraukan, sampai Pak Harmoko berani bilang bahwa krisis ekonomi tidak terasa oleh rakyat di daerah. Dalam psikologi, ini namanya: denial (tidak mau mengakui kenyataan) dan kemudian selective cognition (tidak mau menghiraukan kabar yang tidak menyenangkan). Pertanggungjawaban Presiden 1993-1998 tidak berisi pengakuan krisis ekonomi terbesar selama Orde Baru.<br />
Baru setelah terpilih kembali, Presiden mengakui beratnya krisis ini, lalu menunjuk kabinet baru yang terdiri dari orang yang dipercaya beliau, tapi sayangnya tidak semuanya dipercaya rakyat. Sistem politik bukan dibuka untuk menerima dukungan partisipasi umum, malah ditutup dan mundur-maju tidak menentu. Kelihatannya semua makin tidak menentu.</li>
<li>Baik penguasa maupun ABRI (yang sebetulnya bagian dari rakyat) dan sebagian masyarakat dihinggapi penyakit takut pada yang tidak dikenal (fear of the unknown). Jadi, lebih cenderung mempertahankan status quo, padahal sudah jelas status quo adalah keadaan yang tiap hari merosot terus. Perusahaan bangkrut, uang langka, dollar tidak turun, dan bahan pokok mengkhawatirkan. Untuk melakukan perbaikan diperlukan keberanian mencoba sesuatu yang baru.<br />
Ini yang belum ada.</li>
<li>Motivasi politik kekuasaan bukan lagi ideologi masyarakat, tapi keserakahan materi yang dikejar dan tak pernah cukup. Sebetulnya, dalam sejarah banyak contoh yang menunjukkan bahwa kekuasaan yang absolut cenderung jatuh sendiri oleh hal itu. Tapi <em>sejarah juga menunjukkan bahwa orang biasanya tidak belajar dari sejarah.</em></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/03/02/sasmita-blow-out-dari-sumur-minyak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa Chile 8.8 Mw 27 Februari 2010</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/28/gempa-chile-88-mw-27-februari-2010/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/28/gempa-chile-88-mw-27-februari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 01:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Disaster]]></category>

		<category><![CDATA[Amerika Selatan]]></category>

		<category><![CDATA[Gempa Chile]]></category>

		<category><![CDATA[Nazka]]></category>

		<category><![CDATA[Tektonik]]></category>

		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[
 Sebuah gempa besar (moment magnitude 8,8 Mw) terjadi di pantai Chile (lokasi episentrum : 35.846°S, 72.719°W), Amerika Selatan hari Sabtu 27 Februari 2010 saat penduduk Chile tidur lelap pukul 03:34:14 waktu setempat (13:34:14 WIB). Gempa berpusat dari kedalaman 35 km yang berdasarkan moment tensor solution berupa pematahan batuan sesar anjak (thrust) dengan jurus 11 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_434" class="wp-caption alignnone" style="width: 286px"><a rel="attachment wp-att-434" href="http://geologi.iagi.or.id/2010/02/28/gempa-chile-88-mw-27-februari-2010/lokasi-gempa-chile/"><img class="size-full wp-image-434" title="lokasi-gempa-chile" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/02/lokasi-gempa-chile.gif" alt="Lokasi gempa di Chile (sumber: beranda warta USGS)" width="276" height="481" /></a><p class="wp-caption-text">Lokasi gempa di Chile (sumber: beranda warta USGS)</p></div>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Version>12.00</o:Version> </o:DocumentProperties> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <span>Sebuah gempa besar (moment magnitude 8,8 Mw) terjadi di pantai Chile (lokasi episentrum : 35.846°S, 72.719°W), Amerika Selatan hari Sabtu 27 Februari 2010 saat penduduk Chile tidur lelap pukul 03:34:14 waktu setempat (13:34:14 WIB). Gempa berpusat dari kedalaman 35 km yang berdasarkan <em>moment tensor solution</em> berupa pematahan batuan sesar anjak (thrust) dengan jurus 11 deg NE dan kemiringan 25 deg.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Secara tektonik, gempa berlokasi sekitar 250 km di sebelah timur jalur subduksi lempeng samudera Nazca yang menunjam di bawah lempeng benua Amerika Selatan. Arah pematahan gempa lebih kurang sejajar dengan jalur subduksi ini, sehingga konvergensi antara Nazca dan Amerika Selatan dengan kecepatan 8 cm/tahun ini dapat dipertimbangkan sebagai penyebab pematahan batuan yang mengakibatkan gempa. Kedalaman gempa pada 35 km menunjukkan bahwa pusat gempa berasal dari bidang kontak (interface) antara lempeng Amerika Selatan dan lempeng Nazca yang miring masuk ke bawah Amerika Selatan. (Gambar)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span id="more-433"></span>Dalam kegempaan, Chile memegang magnitude gempa terbesar di dunia, yaitu sebesar 9,5 magnitude yang terjadi pada tahun 1960 dan berlokasi 230 km di sebelah selatan gempa 27 Februari 2010 ini. Gempa 9,5 M tersebut telah menewaskan sebanyak 1655 penduduk Chile bagian selatan. Pada saat itu juga terjadi tsunami yang menjalar ke seluruh cekungan Samudera Pasifik dan telah menewaskan 61 orang di Hawaii, Filipina dan Jepang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Gempa Chile 8,8 Mw 27 Februari 2010 pun telah menyebabkan tsunami sebab semua syarat <em>tsunami-genic earthquake</em> telah dipenuhinya. Beberapa pengukuran awal menunjukkan bahwa tsunami telah terjadi dengan ketinggian tsunami (run up) sementara 0,6- 2,6 meter. NOAA dan West Pacific Tsunami Center telah memperhitungkan bahwa gempa ini akan menyebabkan tsunami ke seluruh tepi Cekungan Pasifik, termasuk Indonesia. Kawasan Jayapura, Biak, Manokwari, Sorong, Halmahera akan dilalui tsunami ini pada hari Minggu besok 28 Februari 2010 antara pukul 12:03 - 14:05 WIT (Waktu Indonesia Timur). Belajar bahwa gempa Chile 9,5 M pada 1960 pun telah merenggut 61 penduduk Hawaii, Filipina dan Jepang akibat tsunami yang dibangkitkannya; maka sebaiknya penduduk kita di utara Papua sampai Halmahera pun mesti waspada.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Korban tewas di Chile akibat gempa ini belum diketahui pasti; semoga tidak terlalu banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>salam,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Awang</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/28/gempa-chile-88-mw-27-februari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti apa Gajah itu ?</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/19/seperti-apa-gajah-itu/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/19/seperti-apa-gajah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 01:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IAGI-Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rupa-rupi]]></category>

		<category><![CDATA[eksplorasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[By Nanang Manaf
Mungkin kita pernah dengar cerita beberapa orang buta yang mencoba mendeskripsikan bentuk seekor gajah yang didasari persepsinya setelah meraba salah satu bagian dari tubuh gajah.
Orang buta pertama menyebut gajah menyerupai sebuah kipas, karena memang persepsinya didasari oleh pengalaman meraba bagian kuping dari gajah. Orang buta lainnya mempunyai pendapat yang berbeda, setelah melalui pengalamannya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">By <em>Nanang Manaf</em></p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-428" title="elephant1" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/02/elephant1.gif" alt="elephant1" width="242" height="302" />Mungkin kita pernah dengar cerita beberapa orang buta yang mencoba mendeskripsikan bentuk seekor gajah yang didasari persepsinya setelah meraba salah satu bagian dari tubuh gajah.</p>
<p>Orang buta pertama menyebut gajah menyerupai sebuah kipas, karena memang persepsinya didasari oleh pengalaman meraba bagian kuping dari gajah. Orang buta lainnya mempunyai pendapat yang berbeda, setelah melalui pengalamannya, meraba bagian yang berbeda. Sehingga muncul kesimpulan bahwa gajah itu binatang seperti ular ditafsirkan oleh orang buta yang meraba belalai gajah, gajah seperti tiang ditafsirkan oleh orang buta yang meraba bagian kaki gajah dan penafsiran lainnya.<span id="more-424"></span></p>
<div id="attachment_425" class="wp-caption alignright" style="width: 195px"><img class="size-full wp-image-425" title="source http://www.treehugger.com/happy-elephant-01.jpg" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/02/happy-elephant-011.jpg" alt="source http://www.treehugger.com/happy-elephant-01.jpg" width="185" height="270" /><p class="wp-caption-text"> </p></div>
<p>Perumpamaan seperti di atas sangat tepat sebagai analogi ketika kita mendiskusikan analisa resiko pada bisnis E &amp; P (Exploration and Production) atau saat ini digunakan istilah bisnis hulu. Cerita di atas memberikan ilustrasi kepada kita bagaimana perspektif yang sangat terbatas membawa kita pada kesimpulan yang berbeda-beda, bahkan -mungkin- bisa menyesatkan.</p>
<h3>Team Work</h3>
<p>Peter R Rose, seorang Managing Director konsultan dalam bidang E &amp; P investment, merupakan orang yang sangat gencar menyampaikan ide-ide mengenai team work building. Di dalam suatu team work yang baik dibutuhkan keahlian personal, yang diturunkan melalui hasil penelitian individunya, atau melalui sharing data secara periodik dan pengembangan perspektifnya, yang akan membantu pada pembentukan konsesus suatu kelompok kerja berkaitan dengan evaluasi suatu proyek, strategi dan eksekusi bisnis. Two heads are better than one; four better than two.</p>
<p>Saat ini penggunaan workstation sangat meluas di dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan bisnis hulu, yang menawarkan produktivitas yang sangat tinggi dengan resolusi yang lebih baik. Namun demikian, berbagai keuntungan yang kita dapatkan dengan revolusi teknologi computer ini, harus dibayar dengan beberapa kerugian yang cukup signifikan, seperti :<br />
• Kehilangan waktu yang panjang seorang professional untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya, karena bekerja secara individual di depan workstation, untuk menyelesaikan proyeknya.</p>
<p>• Proyek yang dihasilkan umumnya bersifat deterministic expression (kesimpulan yang kaku), bukan suatu yang lebih bersifat probabilistic ranges. Atau lebih sebagai jawaban pasti daripada beberapa pilihan alternatif.</p>
<p>Ada dua hal yang sangat esensial di dalam multi-disciplinary team yang kita harapkan, yaitu :<br />
1. Obyektivitas professional<br />
2. Team work yang mempunyai integritas yang tinggi</p>
<h3>Profesionalisme</h3>
<p>Tanggung jawab professional terhadap stakeholders untuk tidak dibiaskan dan geotechnical analysis sebagai practicing professional merupakan objective daripada geoscientist. Namun, kadang-kadang, atau malah kebanyakan, para geoscientist yang pertama bekerja di dalam bisnis hulu berfikir bahwa mereka hanya sebagai scientist atau pekerja biasa ketimbang sebagai seorang professional. Sehingga banyak sekali kawan-kawan junior yang baru bekerja beberapa tahun di perusahaan migas hulu enggan untuk bergabung dalam organisasi-organisasi professional untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan barunya.</p>
<p>Pernah ada satu pertanyaan dari seorang yang sangat senior di bidang bisnis hulu migas kepada seorang profesor akhli struktur geologi : Seberapa jauh respons dari mahasiswa anda dalam diskusi yang membedah masalah profesionalisme dalam ilmu kebumian (earth science) ? Nampaknya sang professor menjawabnya dengan cuek : Mereka umumnya akan merasa gelap berdiskusi mengenai tema itu. Wong kita juga nggak pernah mendiskusikannya dalam kuliah sehari-hari. Au ah gelap&#8230;&#8230;.. !</p>
<p>Inilah bukti bahwa antara dunia perguruan tinggi dengan industri sering kali tidak nyambung, atau istilahnya tidak ada link and match diantara keduanya. Sehingga yang terjadi adalah lulusan perguruan tinggi, pada saat mulai memasuki dunia pekerjaan di dalam bisnis hulu migas, mereka akan belajar kembali pada kelompok-kelompok kerja atau multi-disciplinary teams dimana mereka bergabung. Dan tuntutan dari team adalah mereka harus bekerja dengan integritas yang baik.</p>
<h3>Keterbukaan</h3>
<p>Ada dua hal yang menjadi kunci keberhasilan dalam membangun team work yang baik, yaitu : mendengarkan secara aktif dan melakukan interaksi secara respek. Dengan demikian anggota team yang merasa kurang percaya diripun diberi kesempatan untuk melontarkan ide-idenya dan diskusi menjadi sangat terbuka. Iklim keterbukaan seperti inilah yang kelak akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang kaya akan pilihan alternatif, biasanya dilengkapi dengan berbagai konsekwensinya. Para decision makers, biasanya, amat menyukai input-input seperti ini, sehingga dalam memutuskan sesuatu sudah dapat memperkirakan hasil seperti apa yang diharapkan.</p>
<p>Ada satu cerita tentang mengenai proses pengambilan keputusan melalui diskusi di dalam team work untuk mengusulkan suatu play (konsep eksplorasi) yang nantinya akan diusulkan untuk mengambil suatu blok eksplorasi baru yang berada di daerah remote, di blok luar negeri.</p>
<p>Bicara play (konsep eksplorasi), sebenarnya kita tidak jauh-jauh berkaitan dengan topik petroleum system, yaitu : masalah batuan reservoir, batuan induk, perangkap hidrokarbon, migrasi dan batuan tudung. Kelima faktor petroleum system tersebut merupakan syarat mutlak terjadinya pemerangkapan hidrokarbon pada suatu prospek.</p>
<p>Kembali lagi pada cerita diskusi teknis diatas, salah seorang anggota team (ahli geokimia) menyampaikan rasa pesimisnya tentang prospektifitas kandidat blok yang akan diambil tersebut dengan argumentasi bahwa chance factor dari keberadaan batuan induknya hanya berkisar antara 0.2 - 0.4 atau 20 - 40 % saja, padahal batuan induk merupakan faktor penting dari suatu prospek, karena berbicara apakah didaerah tersebut hidrokarbon sudah digenerasikan atau belum. Dengan kata lain apakan hidrokarbon sudah terbentuk atau belum dari batuan induk yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian anggota team tersebut mengusulkan untuk membatalkan niat dari perusahaan tersebut mengambil blok barunya.</p>
<p>Kemudian ada anggota team lainnya, yang lebih senior, berdasarkan pengalamannya bekerja, ia secara optimistik menyampaikan argumentasi bahwa chance factor yang pantas diberikan untuk kandidat blok tersebut adalah 0.8 (80 %).</p>
<p>Untungnya, pimpinan dari team work tersebut adalah seorang yang sangat cerdas dan bijaksana. Maka ia bertanya pada si senior geologist tersebut : Kenapa anda begitu optimisnya memberikan angka chance factor untuk batuan induk tersebut ? Kemudian si senior geologist menjawab bahwa beberapa tahun silam ia bekerja pada perusahaan pengeboran air. Pada saat melakukan bor air yang cukup dalam di area tersebut ia mendapatkan pengalaman yang berharga. Ketika pengeboran menembus batuan serpih hitam (black shale) kita selalu mendapatkan tekanan gas yang sangat kuat (hard gas kick). Tetapi ia tidak pernah menceritakan kejadian ini kepada siapapun. Karena kalau informasi ini sampai ke tim manajemen perusahaan maka ada kemungkinan proyek ini akan dihentikan dan ia akan kehilangan pekerjaannya&#8230;&#8230;</p>
<p>Beruntung, pimpinan team work ini selalu membudayakan diskusi yang terbuka dan trasparans dengan interaksi yang sangat baik diantara anggota team, sehingga muncul pendapat-pendapat yang sangat penting dan dapat dijadikan kunci untuk melakukan pengambilan keputusan. Kembali pada cerita di atas, kemudian team tersebut melakukan evaluasi lagi dan merevisi proposalnya untuk mengajukan kandidat blok tersebut diambil dan dijadikan wilayah kerja baru. Beberapa tahun kemudian, perusahaan tersebut mendapatkan cadangan gas yang sangat besar dari hasil temuan eksplorasi di wilayah kerja barunya tersebut.</p>
<p>Hal ini mengingatkan saya pada penemuan lapangan S (sengaja saya tulis initialnya saja), Sumatera Selatan, beberapa tahun lalu. Blok yang baru diakuisisi oleh Pertamina itu, merupakan eks wilayah kerja KPS lain. Berdasarkan evaluasinya, maka blok itu dikembalikan pada pemerintah (relinquisment), dikarenakan - menurut evaluasinya mereka- area ini tidak menarik untuk dilanjutkan sebagai lahan eksplorasi yang potensial.</p>
<p>Kemudian Pertamina mengakuisisinya dan melakukan evaluasi kembali blok tersebut. Beberapa tahun kemudian Eksplorasi Pertamina mengusulkan pemboran sumur eksplorasi dan selanjutnya dilakukan pengeboran dengan nama sumur S-1. Di penghujung tahun 1998 itu, prospek S menjadi salah satu kontributor dalam keberhasilan kegiatan eksplorasi Pertamina. Dan sampai hari ini, sudah lebih dari 10 tahun, S merupakan lapangan produksi minyak di Sumatera Selatan yang punya kontribusi cukup signifikan. Seperti kata Peter R Rose bahwa : There is a profit basis for good professional manners.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/19/seperti-apa-gajah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia tanpa minyak bumi</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/08/dunia-tanpa-minyak-bumi/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/08/dunia-tanpa-minyak-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IAGI-Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Petroleum Geology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Artikel dari  Nanang Manaf.
Amory Lovin dikenal dengan banyak atribut. Ia seorang ahli psikologi teori, sebagai adviser untuk Badan Energi Amerika yang mengurusi masalah efesiensi energi dan industri otomotif, dan juga salah seorang pendiri Rocky Mountain Institute, think thank yang merumuskan visi dunia tanpa minyak pada tahun 2025.
Pada AAPG (Association of American Petroleum Geologist) Annual Convention [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_417" class="wp-caption alignright" style="width: 193px"><img class="size-full wp-image-417 " title="amory_lovins1" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/02/amory_lovins1.jpg" alt="amory_lovins1" width="183" height="179" /><p class="wp-caption-text">Amory Lovins</p></div>
<p style="text-align: right;">Artikel dari  <em>Nanang Manaf.</em></p>
<p>Amory Lovin dikenal dengan banyak atribut. Ia seorang ahli psikologi teori, sebagai adviser untuk Badan Energi Amerika yang mengurusi masalah efesiensi energi dan industri otomotif, dan juga salah seorang pendiri Rocky Mountain Institute, think thank yang merumuskan visi dunia tanpa minyak pada tahun 2025.</p>
<p>Pada AAPG (Association of American Petroleum Geologist) Annual Convention di Houston, April 2006 lalu, ia memberikan kuliah dalam luncheon talk di Divisi Environmental Geosciences dan menambah atribut yang melekat padanya menjadi seorang Wildcatter (orang yang bekerja untuk menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi).<span id="more-416"></span></p>
<p>Lovin menyuguhi para audiensnya dengan penemuan eksplorasi terbarunya, yaitu &#8220;8.3 juta barrel minyak perhari di Formasi Detroit dan 15 Trillion cubic feet (TCF) gas pertahun di seluruh daratan Amerika Serikat &#8220;. Penemuan eksplorasi yang baru ini, tiada lain dari hasil pengurangan konsumsi atau efisiensi penggunaan BBM di Amerika Serikat !!!</p>
<h3>Program Efisiensi Energi</h3>
<p>Dia telah merancang road map untuk negerinya, bagaimana mengimbangi konsumsi energi dengan tanpa melakukan pemboran satupun sumur migas, melalui efisisensi penggunaan BBM sampai 50 % nya, yang ekivalen dengan 8.3 juta BOPD dan 15 TCF pertahun. Caranya yaitu dengan mengembangkan teknologi dan mencari bahan bakar alternative seperti hydrogen.</p>
<p>Salah satu penulis buku terkenal yang berjudul Winning the Oil Endgame: Innovation for Profits, Jobs and Security ini menjelaskan bagaimana Negara Amerika Serikat dapat menurunkan konsumsi BBM melalui program efisiensi energi dengan merancang ultra-light automobiles &amp; aircraft, membuat penelitian bahan bakar alternative seperti biofuels, melakukan retrofitting industri tenaga listrik dan end users-nya, serta melakukan redesign pada sektor industri-industri kuncinya.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Lovin, mengajak seluruh hadirin untuk melihat gambaran kondisi ekonomi Amerika pada tahun 2025, yang tidak hanya menahan sanderanya melalui harga komoditi global atau melalui cara menguasai negara-negara penghasil minyak. Lebih lanjut ia memberikan penjelasan bagaimana bangsanya harus sejahtera dalam segala hal, dalam bentuk keuntungan perusahaan, pekerjaan dan keamanan negaranya, sementara itu negerinya juga tengah bertarung untuk menghilangkan ketergantungan terhadap minyak bumi sebagai sumber energi.</p>
<p>Harga minyak bumi sedemikian tinggi, kata Lovin, ketika berbicara tentang perubahan yang potensial, dimana dunia harus menghilangkan ketergantungan terhadap minyak bumi. Kebijakan umum harus mendukung dan tidak boleh menghambat perubahan ini.</p>
<h3>Model Ekonomi Baru</h3>
<p>Lovin kemudian memberikan gagasan bahwa kekuatan pasar dan cara-cara bisnis yang logis, bukan kebijakan pemerintah atau subsidi, harus didorong kepada langkah-langkah perubahan yang monumental terhadap sikap penggunaan energi sehari-hari.</p>
<p>Sebagai sebuah model, ia mengajukan keberhasilan finansial dari Kelompok usaha Royal Dutch Shell dan British Petroleum. Selama 5 tahun kebelakang, BP telah merumuskan akronim BP menjadi Beyond Petroleum, yang merupakan suatu alat marketing yang sangat elegan, yang mempunyai predikat sebagai investasi multi-billion dollar untuk pengembangan teknologi Surya, angin dan hydrogen. Mantra ini telah dibuktikan dengan keuntungan yang meningkat tajam dari BP group.</p>
<p>Lovin menganalogikan bahwa akan tiba, suatu hari, kematian industri minyak dan menuju transisi seperti halnya terjadi pada perusahaan-perusahaan pembuat kapal penangkap ikan paus ketika kehilangan segmen pasarnya pada tahun 1850an. Perusahaan-perusahaan pembuat kapal pennagkap ikan paus merasa terkejut saat ditinggalkan para pelanggannya, sebelum mereka sempat menghabiskan ikan pausnya.</p>
<p>Saat ini banyak negara telah mengadopsi beberapa perspektif yang ada dalam buku Winning the Oil Endgame ini, dan telah melakukan transisi untuk masuk kedalam era ekonomi hydrogen, tambah Lovin.</p>
<p>Sekitar 2/3 dari atom bahan bakar fosil sedang dibakar oleh seluruh dunia yang berupa atom hydrogen. Kita hanya berbicara mengenai sepertiga sisa dari atom-atom ini, yang namanya Carbon.</p>
<p>Untuk programnya ini, Ia telah melakukan konsultasi dengan Departemen Energi AS dan banyak perusahaan multinational yang bergerak di bidang E&amp;P (Exploration &amp; Production) dalam beberapa tahun terakhir ini. Ada banyak peluang, terutama untuk segera melakukan retrofitting negeri Amerika dengan memeram armada kilang-kilang minyaknya, yang akan menghasilkan 42 % penghematan terhadap biaya biaya penggunaan bahan bakar, dan akan mendapatkan pay back dalam 3 tahun.</p>
<p>Masa depan adalah saat-saat yang menggembirakan . Lovin memberikan contoh tentang keberhasilan Negara Brazil yang telah mengembangkan teknologi biofuels yang telah menggantikan 34 % dari kebutuhan bahan bakarnya dan telah memberikan keuntungan berlipat-lipat untuk penghematan subsidi BBM. Keberhasilan ini banyak sekali ditiru oleh Negara-negara di daratan Eropa, dimana biofuels merupakan produk transisi yang sangat baik.</p>
<p>Kemudian ia juga selalu menyuarakan bahwa Amerika sebagai konsumen terbesar minyak bumi sudah seharusnya melakukan penghematan, paling tidak seperlima konsumsinya digantikan oleh bahan bakar modern biofuels yang berarti telah setara dengan 4 juta BOPD.</p>
<h3>Bagaimana masa depan Geologist ?</h3>
<p>Apakah geologist akan terpinggirkan perannya dalam menyongsong tahun 2025, dimana era ekonomi hydrogen tengah menggeliat ????</p>
<p>Geologist will continue to play a crucial role in the decades to come, kata Lovin. Baik itu di Amerika Serikat atau di seluruh dunia akan terkena imbas ekonomi hydrogen. Kemampuan geologist akan sangat diperlukan dalam memetakan potensi gas CO2 yang terkandung di dalam reservoir bawah permukaan.</p>
<div id="attachment_353" class="wp-caption alignright" style="width: 140px"><img class="size-full wp-image-353 " title="nanangmanaf" src="../wp-content/uploads/2010/01/nanangmanaf.jpg" alt="nanangmanaf" width="130" height="87" /><p class="wp-caption-text">Nanang Manaf</p></div>
<p><em>The future is rosy for gas under any scenario, even mine&#8230;&#8230;</em>kata si Lovin. Karena gas alam merupakan feedstock buat hydrogen.</p>
<p>Dan ini merupakan : the future Rosy for GEOLOGIST&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/02/08/dunia-tanpa-minyak-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sisi Ironis Pertambangan</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/25/sisi-ironis-pertambangan/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/25/sisi-ironis-pertambangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 01:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pertambangan]]></category>

		<category><![CDATA[coal]]></category>

		<category><![CDATA[IUP]]></category>

		<category><![CDATA[Kalimantan]]></category>

		<category><![CDATA[KP]]></category>

		<category><![CDATA[tambang]]></category>

		<category><![CDATA[UU Minerba]]></category>

		<category><![CDATA[WPN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Singgih Widagdo
Pertambangan masih menjadi primadona penggerak ekonomi Pulau Kalimantan. Aktivitas penambangan pola shovel dan truk, 24 jam berlangsung tanpa henti.
Hutan sebagai sumber daya alam (SDA) yang vital untuk kehidupan justru dilupakan. Belum lagi bicara karbon, satu hektar hutan mampu menyerap karbon 200-350 ton. Memang ironis, aktivitas eksplorasi pertambangan sering kali berbenturan dengan konservasi SDA.
Bicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Oleh <strong>Singgih Widagdo</strong></p>
<p>Pertambangan masih menjadi primadona penggerak ekonomi Pulau Kalimantan. Aktivitas penambangan pola shovel dan truk, 24 jam berlangsung tanpa henti.</p>
<p>Hutan sebagai sumber daya alam (SDA) yang vital untuk kehidupan justru dilupakan. Belum lagi bicara karbon, satu hektar hutan mampu menyerap karbon 200-350 ton. Memang ironis, aktivitas eksplorasi pertambangan sering kali berbenturan dengan konservasi SDA.</p>
<p>Bicara soal Kalimantan, dalam hal kerusakan lingkungan, siapa yang harus bertanggung jawab?</p>
<p><strong><span id="more-412"></span>Keserakahan</strong></p>
<p>Pemanfaatan SDA untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup manusia, alam masih bersahabat. Namun, saat SDA dijadikan komoditas tanpa batas, alam punya jawaban sendiri. Saat ini, harga hasil tambang sebagai komoditas bergerak begitu fluktuatif. Bukan hanya atas perhitungan statistik penawaran dan permintaan, tetapi juga lebih pada permainan spekulan dalam pasar komoditas tambang. Tidak disadari pelaku penambangan, kondisi ini menyeret semua aktivitas pertambangan masuk ke ruang keserakahan.</p>
<p>Sejak UU No 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan sampai diberlakukan otonomi daerah, izin kuasa penambangan (KP) hanya berjumlah 650-an. Akibat terbukanya kebijakan, diperkuat ekstrimnya harga komoditas pertambangan, jumlah KP kini hampir 8.000-an, di luar yang ilegal. Dulu, sebagian komoditas pertambangan, seperti batu bara, ditempatkan sebagai energi vital dan strategis sehingga pemerintah pusat terlibat. Kini, batu bara dinilai sekadar komoditas.</p>
<p>Pada dasarnya, secara teknis, aktivitas pertambangan mustahil dapat dioperasikan pada luasan konsesi kecil. Ada batasan minimal untuk infrastruktur opera- si penambangan , khususnya untuk praktik penambangan yang baik. Saat luasan kecil dipaksakan operasi, mulailah terjadi kerusakan di sekitar areal tambang yang berpotensi merusak bentang alam. Pertambangan yang awalnya dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan, sekarang terbalik akibat eksploitasi SDA yang sama sekali tak mengindahkan lingkungan. Kualitas lingkungan mengalami penurunan, bahkan menuju kehancuran.</p>
<p>Berbeda dengan penambang skala kecil, penambang skala besar, pemilik kontrak karya (KK), dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) lebih mampu mengendalikan dampak kerusakan lingkungan. Sebetulnya, faktor manusia berperan penting karena rencana eksplorasi dan eksploitasi, sampai penutupan tambang, selalu diaudit pihak-pihak kompeten. Namun, meningkatnya jumlah KP tak dapat dihindarkan saat harga batu bara terus naik.</p>
<p>Ini lebih diperparah oleh pemilihan kepala daerah secara langsung yang membutuhkan biaya besar. Muncul sikap pragmatis sebagian kepala daerah yang terpilih untuk mengejar keuntungan. Perhitungan tatanan unsur lingkungan diabaikan. Kegiatan investasi hanyalah jalan legal memperbesar pendapatan asli daerah, selain untuk keuntungan pribadi/kelompok. Daerahpun berlomba mencari alternatif penerimaan daerah.</p>
<p>Bagi pemda memang tak mudah menemukan alternatif potensi daerah yang secara instan membawa hasil signifikan. Kekayaan alam yang ada di depan mata akhirnya memicu semaraknya izin tambang baru. Perilaku keserakahan ”raja kecil” tidak dapat dihindarkan, bahkan pemerintah pusat kehilangan kendali.</p>
<p>Dukungan politis pemda, sikap abai terhadap ekosistem, kurangnya tenaga inspektur tambang, serta eksplorasi dan eks- ploitasi pertambangan mengakibatkan morfologi dan fisiologi berubah tanpa rencana, pencemaran sungai, pemotongan vegetasi serampangan, dan munculnya potensi erosi dan longsor. Optimalisasi SDA meleset. Dalam jangka panjang, selain masalah lingkungan, muncul pula masalah sosial, ekonomi, maupun budaya yang seolah jadi tanggung jawab ”raja kecil” berikutnya.</p>
<p><strong>Solusi ke depan</strong></p>
<p>Masalah Kalimantan akibat aktivitas pertambangan yang kurang terkontrol sudah sedemikian kompleks. Namun, upaya memperbaiki harus terus diperjuangkan. Solusinya, mustahil terselesaikan dengan keluarnya UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009, ataupun peraturan pemerintah yang sampai saat ini belum semuanya keluar.</p>
<p>Saat ini perlu audit lingkungan tambang secara lebih menyeluruh, memperbesar jumlah inspektur tambang. Dari jumlah izin usaha pertambangan (IUP), bahkan perlu sekitar 1.000 inspektur tambang untuk lima tahun ke depan. Selain itu, pemerintah pusat ataupun daerah harus tegas, tanpa kompromi, mendorong penegakan hukum, terutama kepada pengusaha yang jelas-jelas merusak lingkungan.</p>
<p>Berlakunya UU Minerba terbaru mengharuskan laporan izin KP, lokasi, kandungan, dan luasan agar wilayah pertambangan (WP) segera diselesaikan pemerintah pusat, berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Informasi WP, wilayah pertambangan negara (WPN), dan wilayah pertambangan rakyat harus secepatnya keluar sebagai masukan dalam tata ruang nasional. Pola lelang menjadi transparan.</p>
<p>Di sini, good governance akan terwujud. Akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat menjadi tiga prinsip penting. Ini lebih akan mempertegas untuk menilai legalitas suatu tambang sehingga tak ada lagi kompromi dan tawar menawar dalam urusan IUP. Akhirnya, dengan berkurangnya dampak kerusakan lingkungan, tujuan konservasi akan tercapai, kepentingan nasional dalam mencadangkan komoditas yang bernilai vital dan strategis dapat dikendalikan, khususnya untuk memenuhi kepentingan kebutuhan nasional, selain tentunya kepentingan politis atas WPN yang berada di wilayah perbatasan negara.</p>
<p><strong>Singgih Widagdo </strong><em>Direktur Indonesian Coal Society (ICS)</em><br />
<em>Tulisan ini dimuat di <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/25/0242141/sisi.ironis.pertambangan" target="_blank">KOMPAS</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/25/sisi-ironis-pertambangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Riset itu penting, tapi&#8230;.</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/25/riset-itu-penting-tapi/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/25/riset-itu-penting-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 23:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IAGI-Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rupa-rupi]]></category>

		<category><![CDATA[eksplorasi]]></category>

		<category><![CDATA[riset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Pentingnya penelitian
Artikel dari Pak Nanang Manaf
Kegiatan eksplorasi migas merupakan industri yang berbasis pada data, knowledge, dan experiences. Akurasi dan ketersediaan data yang dikelola dengan baik, kemampuan melakukan interpretasi data dengan latar belakang pengetahuan dan konsep yang matang, serta pengalaman dalam melakukan study dengan cakupan yang luas, akan menjadi modal yang kuat untuk mencapai keberhasilan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Pentingnya penelitian</h3>
<div id="attachment_353" class="wp-caption alignleft" style="width: 140px"><img class="size-full wp-image-353  " title="nanangmanaf" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/01/nanangmanaf.jpg" alt="nanangmanaf" width="130" height="87" /><p class="wp-caption-text"> </p></div>
<p>Artikel dari <em><strong>Pak Nanang Manaf</strong></em></p>
<p>Kegiatan eksplorasi migas merupakan industri yang berbasis pada data, <em>knowledge</em>, dan <em>experiences</em>. Akurasi dan ketersediaan data yang dikelola dengan baik, kemampuan melakukan interpretasi data dengan latar belakang pengetahuan dan konsep yang matang, serta pengalaman dalam melakukan study dengan cakupan yang luas, akan menjadi modal yang kuat untuk mencapai keberhasilan di dalam kegiatan usaha pencarian cadangan migas baru.</p>
<p>Tentu saja ketiga unsur tersebut perlu didukung oleh kebijakan perusahaan yang mendorong terhadap kegiatan penelitian tersebut, melalui alokasi dana dan sumberdaya manusia yang memadai.<span id="more-401"></span></p>
<p>Selanjutnya kita mengharapkan kerja keras, fokus, serta didukung team work yang baik dari tim peneliti tersebut, sehingga dapat menghasilkan karya-karya penelitian yang langsung dapat bermanfaat bagi peningkatan akurasi metoda, konsep dan teknologi didalam melakukan kegiatan eksplorasi migas ini.</p>
<h3>Perkembangan riset migas di Amerika</h3>
<p>Menurut John C Lorenz, President of American Association of Petroleum Geologist (AAPG) periode 2009-2010 dalam kolomnya yang bertajuk<em> Geoscience : Now than ever, Explorer</em> edisi bulan Desember 2009 menyatakan bahwa tidak lama setelah berakhirnya perang dunia ke II orang-orang baru menyadari bahwa cadangan minyak dunia telah menurun sangat drastis.</p>
<p>Sebagai respons dari kondisi tersebut, berbagai perusahaan minyak independen telah membentuk lembaga-lembaga penelitian geologi yang berjumlah sekitar 22 laboratorium dan merekrut para peneliti, yang umumnya bergelar doktor dan master, serta didukung dengan dana yang cukup untuk melakukan berbagai topik penelitian.</p>
<p>Masih menurut Lorenz, yang menyitir catatan dari James Parks, salah seorang yang direkrut oleh Shell pada awal tahun 1950-an, bahwa hasil-hasil riset pada waktu itu telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan, ditandai dengan banyaknya penemuan metoda dan konsep-konsep baru dalam eksplorasi migas serta para peneliti juga didorong untuk selalu mempublikasikan hasil penelitiannya ke masyarakat luas.</p>
<p>Ketika terjadi embargo minyak oleh dunia Arab terhadap Amerika di tahun 1973-1974 dimana saat itu laboratorium-laboratorium penelitian di bidang eksplorasi migas milik perusahaan-perusahaan besar mulai meredup kiprahnya, maka saat itu pemerintah Amerika berinisiatif untuk mensponsori program-program penelitian, terutama menginisiasi penelitian sumber energi fosil non konvensional. Program-program tersebut dikelola oleh lembaga-lembaga pemerintah, seperti Gas Research Institute dan U.S. Department of Energy.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-406" title="research1" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/01/research1.gif" alt="research1" width="194" height="160" />Contoh-contoh penelitian yang dilakukan pada tahun-tahun ini seperti<em> Low Permeability Sandstone Reservoirs, In Situ Coal Gasification, Oil Shale</em> dan lain-lain. Pada saat ini seluruh peneliti didorong untuk memplubikasikan hasil-hasil penelitiannya. Hasil-hasil penelitian ini sampai sekarang masih banyak yang digunakan dalam kegiatan eksplorasi migas oleh perusahaan-perusahaan minyak, seperti eksploitasi tight gas reservoir, yang merupakan hasil penelitian oleh Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian Nasional, dan institusi penelitian lainnya, yang disponsori pemerintah.</p>
<p>Namun demikian kondisi saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya, dimana laboratorium-laboratorium penelitian milik perusahaan minyak kebanyakan sudah banyak meninggalkan kegiatan penelitiannya dan tidak seagresif lagi seperti jaman dulu. Perusahaan-perusahaan minyak saat ini memang masih gencar membiayai kegiatan penelitian, tetapi terbatas pada aplikasi yang spesifik dan tidak memprioritaskan untuk mempublikasikannya. Bahkan terjadinya banyak peristiwa merger antara perusahaan besar, telah ikut andil dalam memperkecil kegiatan penelitian dan juga sekaligus mengurangi tenaga penelitinya. Tak heran banyak para peneliti akhirnya memilih pindah jalur menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi.</p>
<h3>Ide melakukan riset bersama</h3>
<p>Ide melakukan riset bersama dan terintegrasi oleh badan-badan penelitian pemerintah yang pernah di gagas oleh pengurus IAGI ketika dikomandani Cak Andah Bachtiar ini sangat baik, terutama ditujukan untuk peningkatan kinerja masing-masing badan penelitian tersebut dalam bentuk hasil-hasil yang dapat segera diaplikasikan dan meningkatkan produktivitas didalam pengelolaan sumberdaya alam.</p>
<p>Hanya saja hingga saat ini mulai hilang lagi dari pembicaraan, apakah program ini masih berjalan atau jalan ditempat. Memang idak mudah untuk menjaga spirit dalam melakukan langkah-langkah ideal, apalagi hal seperti ini, khususnya di negeri tercinta ini, bukan komoditas yang laku dijual atau untuk menjadi sekedar wacana publik. Sudah pasti akan tenggelam dengan riuh rendahnya suasana politik atau intrik-intrik lainnya.</p>
<p>Lebih sedih lagi mendengar sahabat saya Achmad Yani Arief dan kawan-kawannya yang telah mengembangkan metoda baru didalam melakukan advance seismic processing dengan menggunakan brand WAVIV yang merupakan pengembangan dari penemuan spektakuler dari anak negeri yang bernama Yogi A Erlangga belum mendapat sambutan dan apresiasi yang semestinya dari industry yang ada di dalam negeri ataupun dari para pengambil keputusan. Terlihat masih terlalu banyak hambatan dalam memasarkan ide yang sangat original ini. Padahal semesti hal-hal seperti inilah yang harusnya kita dorong bersama-sama untuk lebih menggiatkan dan memacu kita dalam melakukan penelitian.</p>
<p>Tampaknya banyak sekali orang pintar di negeri ini, namun sayang sekali tidak banyak yang bisa menjadi integrator, yang mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan seluruh modal dan kemampuan yang kita punyai dengan visi yang jauh ke masa depan.</p>
<p><em>Wallohu&#8217;alam </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/25/riset-itu-penting-tapi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bencana Sebagai Fenomenon Sosial</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/bencana-sebagai-fenomenon-sosial/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/bencana-sebagai-fenomenon-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 15:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Disaster]]></category>

		<category><![CDATA[becana]]></category>

		<category><![CDATA[fenomenon alam]]></category>

		<category><![CDATA[fenomenon sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[


Beberapa waktu yang lalu di Padang, sewaktu menjadi khatib sholat Idul Adha 1430 H, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menyatakan bahwa bencana adalah akibat dari kerusakan moral. Tak pelak pernyataan ini menuai kontraversi. Banyak kalangan yang tidak senang dengan pendapat tersebut. Pernyataan itu kemudian dikutip di media nasional dan internasional. Tulisan ini akan melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Version>12.00</o:Version> </o:DocumentProperties> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:DoNotOptimizeForBrowser /> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Version>12.00</o:Version> </o:DocumentProperties> </xml><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:DoNotOptimizeForBrowser /> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><span>Beberapa waktu yang lalu di Padang, sewaktu menjadi khatib sholat Idul Adha 1430 H, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menyatakan bahwa bencana adalah akibat dari kerusakan moral. Tak pelak pernyataan ini menuai kontraversi. Banyak kalangan yang tidak senang dengan pendapat tersebut. Pernyataan itu kemudian dikutip di media nasional dan internasional. Tulisan ini akan melihat pendapat tersebut dalam diskursi yang ada mengenai bencana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dari perspektif agama Islam, barangkali apa yang dinyatakan oleh Tifatul memang benar adanya. <span> </span>Tifatul tentulah lebih tahu soal ini. Bagi saya yang menarik adalah bahwa pembahasan mengenai bencana melebar, sehingga kalangan agamawan seperti salah satu pegiat Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa perlu mendukung pendapat Tifatul tersebut. Dengan demikian, bencana telah menjadi fenomenon sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Selama ini, ketika orang berbicara tentang bencana, terutama bencana tsunami, gempabumi dan gunungapi meletus, seringkali orang mengacu pada ilmu geologi dan geofisika. Bencana banyak terdomesitifikasi dalam spektrum kedua disiplin ilmu tersebut.<span> </span>Padahal kita tahu bahwa objek studi kedua disiplin tersebut adalah bumi. Kalau sudah tahu tentang patahan pada bumi misalnya, apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh kedua disiplin ilmu ini dengan patahan tersebut? Yang dapat mereka lakukan adalah peringatan. Selanjutnya adalah persoalan sosial. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dengan demikian, dimulai dari momen itu, bencana secara perlahan berubah menjadi fenomenon sosial. Pada dasarnya sebuah bencana disebut bencana jika dan hanya jika menimpa manusia. Tentang hal ini dapat kita cermati dari perbandingan dua kasus tanah longsor. </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>Pertama</span></em><span>, kasus longsoran Sherman di Alaska yang secara langsung merupakan konsekuensi dari gempabumi pada tahun 1964. Longsoran Sherman melibatkan 29 juta kubik batuan yang bergerak dalam kecepatan 180 km/jam menuju lembah tak berpenghuni. Kecuali dari sudut pandang flora dan fauna dan keingintahuan para geolog, longsoran Sherman tidak masuk catatan sebagai bencana. Bahkan ia hanya diketahui secara tak sengaja karena adanya survei rutin foto udara melalui pesawat. Sebaliknya, <em>kedua</em>, longsoran Aberfan di Wales Selatan yang 193 kali lebih kecil dan 25-30 kali bergerak lebih lambat, tetapi menyebabkan 144 orang korban, disebut sebagi bencana yang besar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span id="more-393"></span>Dari kedua kasus di atas pelajaran yang dapat kita petik adalah bencana selalu melibatkan manusia dalam kejadiannya. Dengan demikian, semakin kuat argumen bahwa seharusnya studi kebencanaan memang perlu mendapatkan porsi yang besar dari beberapa bidang ilmu sosial seperti antropologi, sosiologi, psikologi, dan pada titik tertentu, “geografi”. Setidaknya ada lima implikasi positif apabila melihat bencana sebagai fenomenon sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>Pertama</span></em><span>, seperti yang dinyatakan oleh Profesor E.L. Quarantelli (1992), tindakan preventif dan mitigasi akan mendapat porsi perhatian lebih dalam bidang kebencanaan. Kalau bencana merupakan manifestasi dari kerentanan dari sebuah sistem sosial, maka yang perlu mendapat prioritas perhatian tentu saja sistem sosial tersebut. Sebagai contoh, apabila karena tinggal di sebuah lokasi yang dekat dengan gunungapi, dan karenanya sebuah komunitas menjadi rentan terhadap bencana gunungapi, maka yang dapat dilakukan adalah menyiapkan komunitas tersebut untuk selalu awas kepada bahaya gunungapi, atau kalau memungkinkan, merelokasinya. Bukan gunungapinya yang dipindah. Sebuah permasalahan sosial harus diselesaikan dengan solusi dengan perspektif sosial pula. </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>Kedua</span></em><span>, cara berfikir ini akan membuat kita juga awas terhadap keterbatasan pikiran manusia dan teknologi. Banyak aspek dari perencanaan tentang pembangunan di kawasan yang rentan terhadap bencana melibatkan dimensi teknologi. Padahal, kita tahu bahwa teknologi tak pernah sempurna. Satu penemuan teknologi baru selalu saja diikuti oleh satu permasalahan baru. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dengan memandang bencana sebagai fenomena sosial, maka implikasi positif <em>ketiga</em> adalah, kita akan bersikap proaktif ketimbang hanya reaktif. Alih-alih menunggu bencana terjadi, penekanan diberikan pada pemikiran bagaimana nanti kalau bencana terjadi. Dengan demikian kita dapat mengambil langkah-langkah nyata sebelum sebuah bencana terjadi. Kalau bencana kita anggap sebagai fenomenon alam atau fisik belaka, maka kadang-kadang sangat susah untuk merencanakan apa yang akan kita lakukan terhadap sebuah agen bencana seperti gempabumi atau tsunami sebelum itu terjadi. Pembandingnya, dengan meletakkan bencana sebagai fenomenon sosial maka tindakan preventif dapat dilakukan. Tidak mungkin kita mencegah sebuah gempabumi yang dipicu oleh patahan, akan tetapi kita dapat menjelaskan kepada orang bahwa di tempat tersebut ada patahan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span>Keempat</span></em><span>, cara berfikir ini akan membuat kita lebih memberikan perhatian ke dalam diri kita sendiri (manusia) ketimbang ke luar (alam). Dalam poin ini, kita dapat melihat bencana bukan sebagai sebuah kekuatan luar yang menimpa sebuah komunitas, tetapi sebagai manifestasi dari ketidaksiagaan dan kekurangwaspadaan komunitas tersebut terhadap kekuatan luar yang destruktif seperti bencana. Dengan demikian otokritik menjadi sangat relevan dalam hal ini, karena jangan-jangan ancaman terbesar itu ada dalam manusia itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pada akhirnya, cara pandang seperti ini akan memberikan implikasi bagi kita untuk lebih siap menghadapi bencana karena kita melihatnya sebagai sebuah fenomenon sosial yang dapat kita tangani. Dan karena ia adalah sebuah fenomenon sosial, maka implikasi lebih lanjut tentu saja membuat kita akan memasukkan bencana sebagai salah satu variabel penting dalam rumusan-rumusan kebijakan pembangunan kita ke depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span>Oleh <a href="http://annelis.wordpress.com/" target="_blank">Bosman Batubara</a><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/bencana-sebagai-fenomenon-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Haiti EQ untuk Mitigasi Sumatra EQ</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/belajar-dari-haiti-eq-untuk-mitigasi-sumatra-eq/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/belajar-dari-haiti-eq-untuk-mitigasi-sumatra-eq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 14:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Disaster]]></category>

		<category><![CDATA[gempa Haitu]]></category>

		<category><![CDATA[gempa Sumatra]]></category>

		<category><![CDATA[mitigasi]]></category>

		<category><![CDATA[patahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[ Gempa (EQ-earthquake) besar (“large, but it was not huge”, kata Jian Lin dari WHOI –Woods Hole Oceanographic Institution) di Haiti pada 12 Januari 2010 terjadi akibat patahan batuan di sebuah sesar mendatar sinistral bernama Enriquillo-Plantain Garden Fault (lihat ulasan di bawah). Sesar ini panjangnya 500 km, wilayah pematahan kemarin terjadi pada sebuah segmen sesar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing"><!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Version>12.00</o:Version> </o:DocumentProperties> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>IN</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <span>Gempa (EQ-earthquake) besar (“large, but it was not huge”, kata Jian Lin dari WHOI –Woods Hole Oceanographic Institution) di Haiti pada 12 Januari 2010 terjadi akibat patahan batuan di sebuah sesar mendatar sinistral bernama Enriquillo-Plantain Garden Fault (lihat ulasan di bawah). Sesar ini panjangnya 500 km, wilayah pematahan kemarin terjadi pada sebuah segmen sesar dengan panjang 50-60 km. Sesar ini sesar aktif yang bergerak dengan laju 7mm/tahun. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Dalam proses pergeserannya, tentu sesar ini tidak mulus bergeser seperti pergeseran antara persentuhan dua balok besi yang lurus dan rata. Tetapi, pasti di beberapa tempat terdapat penguncian tektonik (coupling) pergerakan karena berbagai geometri segmen batuan/kerak Bumi yang acak. Pergerakan di suatu tempat memang terkunci, tetapi secara regional dua segmen di kedua sisi Enriquillo-Plantain Garden Fault bergerak terus karena mengakomodasi gerakan Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Karibia dengan laju 20 mm/tahun. Maka, wilayah terkunci itu hanyalah sementara sebab di luarnya terus bergerak. Di wilayah terkunci, gaya tekan akibat pergeseran batuan akan terakumulasi sekian lama membentuk energi potensial yang sangat besar, misalnya selama puluhan atau ratusan tahun. Kala segmen batuan/kerak tak kuat lagi menahan stress yang begitu besar, pecahlah ia dan bergeser –rupture and slide, patahan, sesar. Seketika energi potensial yang kumulatif segera berubah menjadi energi kinetik dengan magnitude yang sama (hukum kekekalan energi) tetapi tersebar ke segala arah dalam bentuk energi gerak –goyangan, ayunan, dan goncangan gempa kita menyebutnya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing">
<div id="attachment_376" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a rel="attachment wp-att-376" href="http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/belajar-dari-haiti-eq-untuk-mitigasi-sumatra-eq/prvi_map_plates_haiti/"><img class="size-full wp-image-376 " title="prvi_map_plates_haiti" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/01/prvi_map_plates_haiti.jpg" alt="posisi Haiti dalam kerangka teltonik lempeng (sumber iamge: http://www.immortaltechnique.co.uk/)" width="480" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">posisi Haiti dalam kerangka teltonik lempeng (sumber iamge: http://www.immortaltechnique.co.uk/)</p></div>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Skala magnitude 7,0 Mw atau 7,0 SR sebenarnya titik awal saja untuk sebuah gempa besar, tetapi mengapa korban tewas di Haiti begitu besar (bisa ratusan ribu orang tewas, dan sekitar 1,5 juta orang terkena dampaknya menurut berita terakhir). Ada tiga penyebab, paling tidak : (1) gempanya dangkal – 13 km, (2) terjadi di pinggir ibu kota Haiti, (3) menyerang kawasan yang bisa disebut kumuh di wilayah itu dengan bangunan tempat tinggal yang dibangun seadanya. Bahkan istana raja Haiti pun diporakporandakan gempa, apalagi kawasan kumuh di pinggir ibu kota.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span><span id="more-375"></span>Sebenarnya, penduduk Haiti tinggal di wilayah yang dipagari oleh pagar-pagar sesar mendatar yang berkawan dengan gempa, mereka tinggal di platelet (lempeng kecil) Gonvave yang sulit diprediksi kemauannya bergerak, yang terkurung di dalam Lempeng Karibia, dikurung oleh sesar-sesar mendatar besar. Tahun 1946, sebuah gempa besar melanda Haiti berasal dari pagar sesar lainnya, Septentrional Fault, bermagnitude 8,1 yang diperkirakan 30x lebih dahsyat daripada gempa minggu lalu.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Sebuah pelajaran untuk penduduk Indonesia yang tinggal di atas Sesar Sumatra yang kerap juga berkawan dengan gempa. Sesar Sumatra yang bergerak menganan (dekstral) yang masih aktif sampai sekarang, yang terbagi ke dalam sekitar sepuluh segmen sesar. Para geologist harus membantu mitigasi gempa di wilayah ini dengan melihat di mana posisi-posisi sesar yang berpotensi terkunci gerakan tektoniknya karena berbagai sebab geometri sesar maupun segmen keraknya. Titik-titik belok (bend points) yang berpotensi menyebabkan kuncian tektonik saat slip terjadi (restraining bends) harus diwaspadai sebagai wilayah potensial sedang mengakumulasi stress. Sejarah kejadian gempa di sepanjang Sesar Sumatra harus dilihat kembali. Wilayah seismic gap di sepanjang Sesar Sumatra padahal berada di restraining bend harus dilihat sebagai wilayah dengan kemungkinan paling tinggi untuk terjadi gempa pada masa mendatang.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing">
<div id="attachment_377" class="wp-caption aligncenter" style="width: 391px"><a rel="attachment wp-att-377" href="http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/belajar-dari-haiti-eq-untuk-mitigasi-sumatra-eq/sumatra_map-2/"><img class="size-full wp-image-377 " title="sumatra_map" src="http://geologi.iagi.or.id/wp-content/uploads/2010/01/sumatra_map.jpg" alt="tatanan tektonik Pulau Sumatra dengan Sesar Sumatra di bagian tengahnya" width="381" height="406" /></a><p class="wp-caption-text">tatanan tektonik Pulau Sumatra dengan Sesar Sumatra di bagian tengahnya</p></div>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Sumatra dan Jawa, meskipun di beberapa tempat punya pagar sesar yang berbahaya, teratur di tepi barat Sumatra tetapi malang-melintang di Jawa, tidak terkurung oleh sesar-sesar besar seperti di Haiti. Di Sumatra, ia terbuka ke arah timur, di Jawa ia terbuka ke beberapa tempat.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Setiap kejadian geologi di muka Bumi, baik untuk dimaknai dan diambil pelajaran daripadanya guna manfaat kita, apalagi wilayah Indonesia adalah wilayah tempat gempa betah berumah tinggal.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Salam,</span></p>
<p class="MsoNoSpacing"><span>Awang</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/22/belajar-dari-haiti-eq-untuk-mitigasi-sumatra-eq/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Thinking out of the box</title>
		<link>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/13/thinking-out-of-the-box/</link>
		<comments>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/13/thinking-out-of-the-box/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 00:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IAGI-Admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Petroleum Geology]]></category>

		<category><![CDATA[Rupa-rupi]]></category>

		<category><![CDATA[Thinking out of the box]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://geologi.iagi.or.id/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Artikel Pak Nanang Manaf
Pernahkah kita membayangkan dari sebuah impian lahir suatu peristiwa besar, bahkan mencetuskan sejarah revolusi suatu bangsa?
Itu terjadi kurang lebih 109 tahun yang lalu di sebuah kota kecil, di sudut tenggara negara bagian Texas, Amerika, yang dikenal sebagai kota Beaumont. Pattillo Higgins, seorang geologist yang gigih bermimpi suatu hari kelak kota kelahirannya itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_353" class="wp-caption alignright" style="width: 140px"><img class="size-full wp-image-353 " title="nanangmanaf" src="../wp-content/uploads/2010/01/nanangmanaf.jpg" alt="nanangmanaf" width="130" height="87" /><p class="wp-caption-text">Pak Nanang Manaf</p></div>
<p>Artikel Pak Nanang Manaf</p>
<p>Pernahkah kita membayangkan dari sebuah impian lahir suatu peristiwa besar, bahkan mencetuskan sejarah revolusi suatu bangsa?</p>
<p>Itu terjadi kurang lebih 109 tahun yang lalu di sebuah kota kecil, di sudut tenggara negara bagian Texas, Amerika, yang dikenal sebagai kota Beaumont. Pattillo Higgins, seorang geologist yang gigih bermimpi suatu hari kelak kota kelahirannya itu akan menjadi sebuah kota pelabuhan yang ramai dengan pabrik-pabrik yang berdiri megah, kapal-kapal besar berlalu lalang, keluar masuk pelabuhan, serta tanah pertanian yang luas, yang semuanya digerakan dengan sumber energi minyak bumi. Padahal pada saat itu, minyak bumi baru ditemukan dalam jumlah yang kecil dan terbatas hanya dimanfaatkan untuk penerangan dan bahan pelumas saja. Batu bara merupakan sumber energi utama pada masa itu.<span id="more-373"></span></p>
<h3>Spindletop telah mengubah segalanya</h3>
<p>Pagi hari tanggal 10 Januari 1901, terdengar suara gelembung-gelembung lumpur yang keluar dari perut bumi dan disusul dengan terlontarnya pipa 4 inchi seberat 6 ton yang diikuti dengan suara nyaring benturan pipa tersebut dengan crown block (bagian puncak dari Rig). Tidak lama kemudian disusul dengan semburan minyak bumi ke udara yang berwarna hitam kehijauan dengan ketinggian lebih dari 100 Ft dari atas rig. Dikemudian hari, peristiwa tersebut, tercatat sebagai penemuan minyak bumi yang paling bersejarah, yang dinamakan sebagai Spindletop Field dengan produksi lebih dari 100,000 BOPD.</p>
<p>Hari itu merupakan titik balik bagi sejarah Amerika, dimana minyak bumi menjadi sumber energi baru dan utama, yang menggerakan roda industri negara tersebut. Impian Pattillo Higgins telah menjadi kenyataan.</p>
<p>Mary Fritz, salah seorang koresponden Explorer, menuliskan peristiwa ini pada edisi Maret 2004 dengan judul : After Spindletop, Everything changed. Penemuan lapangan minyak Spindletop telah mengubah segalanya&#8230;&#8230;&#8230;.. Mungkin ini yang disebut the power of dream.</p>
<h3>Covenant mengubah paradigma</h3>
<p>Douglas Strickland melakukan usaha yang hampir sama dengan apa yang telah dilakukan Pattillo Higgins. Majalah Explorer menyebutnya sebagai The Man Who Paid Attention, setelah 25 tahun karirnya bekerja, mencurahkan seluruh perhatiannya pada kegiatan eksplorasi migas di Wilayah Central Utah.</p>
<p>Kerja keras akhirnya membuahkan hasil yang sangat mencengangkan melalui penemuan Covenant Field yang menembus reservoir Navajo sandstone setebal 1,000 feet pada akhir tahun 2003 lalu. From Play to Pay, demikian David Brown, salah seorang koresponden Explorer menyebutnya. Area of interest yang mempunyai luas sekitar 75 X 30 mil ini merupakan thrust belt system yang melampar sampai ke utara, masuk wilayah Canada, dimana flank-nya terletak beberapa lapangan minyak di kawasan Alberta.</p>
<p>Berdasarkan hasil kajiannya, optimis bahwa area yang mempunyai play yang sama dengan Covenat Field tersebut ada sekitar 500,000 acre, yang mengandung, paling sedikit, ada 25 struktur dengan luas tutupan antara 1000 - 4000 acre. Dan 5 diantaranya sudah terbukti sebagai producing unit. The Central Utah Overthrust will yield years of fruitful exploration in multiple producing areas.</p>
<p>Sejujurnya saya memperkirakan akan ada milyaran barrel minyak di sana, demikian Doug Strickland, yang saat ini menjabat sebagai Exploration Manager untuk Wolverine Gas &amp; Oil Corp menyampaikan rasa optimisnya. &#8230;and I expect that we&#8217;ll find another 10 fields out there, tambahnya.</p>
<p>Penemuan Covenant Field telah merubah paradigma dan konsep eksplorasi di Central Utah, seperti yang dilaporkan oleh Explorer, Wolverine&#8217;s Covenant find opens up a promising, southern extension for Western U.S thrust-belt exploration. Obviously, Covenant&#8217;s success has already touched off a mini-boom of interest in the Central Utah Overthrust.</p>
<h3>Perubahan!</h3>
<p>Dari pengalaman kesuksesan tersebut ternyata sebuah impian, kerja keras, ketelatenan dan cara berfikir yang keluar dari kungkungan kebiasaan, atau meminjam istilah Cak Andang Bachtiar : thinking out of the box, itulah yang menjadi kunci utamanya.</p>
<p>Meminjam kalimat Rhenald Kasali dalam bukunya Change ! yang diterbitkan tahun 2005 lalu bahwa : Jangan berharap hasil yang berbeda dengan menggunakan cara-cara yang sama. Dengan kata lain jangan berharap kita bisa menemukan giant resources atau meningkatkan produksi migas secara signifikan, sedangkan cara kerja kita business as usual. Tidak ada perubahan yang signifikan. Tidak ada cara-cara berfikir yang keluar dari kebiasaan. Dan tidak ada kerja keras untuk mewujudkan impian. Atau bahkan jangankan kerja keras, bermimpipun tidak&#8230;..</p>
<p>Seperti kata Rhenald Kasali salah satu karakteristik perubahan itu adalah : membutuhkan waktu, biaya, dan kekuatan. Untuk berhasil menaklukannya perlu kematangan berfikir, kepribadian yang teguh, konsep yang jelas dan sistimatis, dilakukan secara bertahap dan dukungan yang luas.</p>
<p>Karakteristik perubahan yang lainnya, seperti yang dijelaskan penulis buku Change! ini adalah peranan Change maker(s). Umumnya para pemimpin yang melakukan perubahan itu selain tidak bekerja sendirian, mereka mempunyai keberanian yang luar biasa. Bahkan sebagaian besar pemimpin perubahan gugur di usia perjuangannya.</p>
<p>Pantesan Menteri Keuangan Sri Mulyani, pagi-pagi sudah menyatakan rasa pesimis dan skeptisnya terhadap kinerja produksi migas tahun 2010. Seperti yang dinyatakannya pada tanggal 04 Januari 2010 kepada para wartawan bahwa : Tidak tercapainya target produksi minyak tahun 2009, membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa khawatir target produksi minyak 965.000 barel per hari di tahun ini juga tidak akan tercapai.</p>
<p>Mungkin Ibu Sri Mulyani faham bahwa sejauh ini -memang- tidak tampak ada langkah-langkah atau usaha yang luar biasa dilakukan oleh insan perminyakan apalagi thinking out of the box&#8230;mudah-mudahan saya keliru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://geologi.iagi.or.id/2010/01/13/thinking-out-of-the-box/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
