Skip to content

Gas Shale

nanangmanaf

Artikel Pak Nanang Manaf
Barnett Shale

Perkembangan ilmu kebumian dan teknologinya, telah menggeser dissertation writing services konsep mengenai Petroleum System dengan penemuan lapangan-lapangan gas pada lapisan batuserpih yang bernama Barnett Shale (batuserpih Barnett) di Fort Worth Basin, North-Central Texas, Amerika Serikat. Louis S Durham, seorang koresponden Explorer, menyebutnya sebagai sensasi dalam kurun waktu 17 tahun. The 17-year overnight sensation…..

Saat ini, untuk mendapatkan gas pada kedalaman 6,000 – 7,000 ft (sekitar 2000an meter), kita tidak perlu lagi repot-repot mencari reservoir, perangkap, jalur migrasi atau lapisan penutup. Cukup dengan mendapatkan langsung batuan induknya (shale) yang berkualitas dan mengindikasikan gas, kemudian bor dan lakukan fracturing ( melakukan perekahan lapisan batuan dengan pompa hidraulik yang bertekanan tinggi), lalu produksikan.

Metoda ini telah terbukti sejak tahun 1998, ketika dimulainya produksi gas di lapangan Newark East, North-Central Texas, yang hingga saat ini telah dibor sebanyak lebih dari 2,340 sumur dengan rata-rata kedalaman 6,500 Feet.

Kumulatif produksi gas, hingga kini, di daerah ini telah mencapai lebih dari 3,7 TCF (Trillion Cubic Feet) atau lebih dari 1 BCF (Billion Cubic Feet) perhari, yang menjadikannya lapangan gas terbesar di Amerika Serikat dan mengalahkan Hugoton Field, yang sebelumnya dianggap sebagai lapangan gas terbesar di negeri Paman Sam ini. Diperkirakan impact ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan eksplorasi dan produksi gas shale ini mencapai 100 Milyar USD. Wow…luar biasa.

Gas Booming…

Menurut Patrick J F Gratton , seorang independent geologist, menyebutkan bahwa buy essay cheap online saat ini telah ada lebih dari 100 perusahaan yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi di daerah ini.
Lapangan-lapangan gas yang berasal dari shale Formasi Barnett yang berada di daerah Newark East, terletak di sebelah tenggara wilayah Wise, atau baratdaya wilayah Denton di bagian utara-tengah negara bagian Texas. Sumur gas terbaik ditemukan di lapangan gas yang berada di selatan wilayah Johnson.

Banyaknya perusahaan yang berminat masuk dalam jajaran pemain gas baru ini bukan tanpa alasan. Data statistik menunjukkan bahwa telah lebih dari 1 TCF gas telah diproduksikan dengan rata-rata produksi persumur sekitar 1.5 MMSCF (Million Standard Cubic Feet) atau produksi perharinya mencapai lebih dari 1 BCF. Berdasarkan beberapa laporan study menyatakan bahwa cadangan gas yang telah dibukukan dan disertifikasi mencapai angka beberapa TCF.

Apabila kita bandingkan dengan lapangan-lapangan gas lainnya di Negara bagian Texas ini umumnya mengalami penurunan produksi (declining) atau stabil (flat), maka di lapangan produksi gas yang berasal dari formasi Barnett Shale ini justru menunjukkan fenomena sebaliknya. Semakin hari produksinya semakin meningkat. Maka tidak keliru kalau salah seorang konsultan geologi yang bernama Kent Bowker menyebutnya sebagai mesin yang bergerak terus menerus. Barnett Shale is like a perpetual motion machine, and there is no prospect of the end…,seperti yang diungkapkannya dalam Explorer Edisi Mei 2005. It sounds like a gas factor…,tambahnya.

Multiplier Effect

Kesuksesan dalam mengeksplorasi shale gas pada Formasi Barnett ternyata telah memberi inspirasi dan sekaligus membuka peluang penemuan lainnya yang tidak kalah besarnya, seperti Fayetteville atau Arkoma Shale di Arkansas dan Oklahoma, Bakken Shale di Montana dan North Dakota, Haynesville Shale di North Louisiana, Conasauga Shale di Northeastern Alabama, Marcellus Shale di West Virginia dan bahkan telah merembet ke utara, menyebrang negara Canada, dengan ditemukannya potensi shale gas pada Formasi Utica di Appalachian Basin, Quebec.

Kenaikan harga gas dan perkembangan teknologi dibidang pemboran dan komplesi telah membuat bisnis shale gas menjadi sangat diminati. Menurut David Reimer, Senior Data Advisor HIS Energy Houston, dalam presentasinya di AAPG Annual Convention di San Antonio, Tx, tahun 2008 lalu, mengatakan bahwa pada tahun 2007 telah dilakukan komplesi shale gas 4,185 sumur. Dan hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan penurunan kegiatan eksplorasi dan produksi Shale gas.

Masih menurut Reimer, dari kegiatan produksi selama tahun 2006 dan 2007 di Region Timurlaut Amerika, produksi gas berasal dari Marcellus Shale diperkirakan mencapai 500 Billion Cubic Feet (BCF). Sementara itu di Region Tengah, berasal dari Woodford Shale selama tahun 2007 telah menyelesaikan kegiatan komplesi sebanyak 266 sumur. Saat ini, yang cukup “hot”, berasal dari Bakken shale di Williston Basin, Montana dan North Dakota, dimana menurut laporan US Geological Survey diperkirakan masih ada cadangan gas yang belum terambil sebesar 1.85 Trillion Cubic Feet (TCF).

Di Arkoma Basin, Arkansas-Oklahoma, Fayetteville Shale produksi gas dari formasi ini mengalami peningkatan yang tajam, dari tahun 2006 sekitar 14.9 BCFG menjadi 63.7 BCFG di tahun 2007, dan nampaknya trendnya terus meningkat.

Demam Gas Shale Merebak Sampai Canada

Menurut Susan R Eaton, Explorer Correspondent, untuk merespon berkembangnya industry migas di provinsi ini, para ahli perminyakan telah membentuk L’Association petroliere et gaziere du Quebec (APGQ) pada bulan April 2009 dan tujuh bulan kemudian, tepatnya bulan Oktober 2009 mereka telah mengadakan konferensi yang dihadiri oleh sekitar 400 orang delegasi dari berbagai institusi termasuk mahasiswa.

Menurut Jean-Yves Chattelier, salah seoarng anggota AAPG yang bekerja untuk Talisman Energy Inc, mengatakan bahwa demam gas shale di Canada baru merupakan langkah awal atau early in the game. Namun dia amat yakin bahwa gas resources yang dikandung dalam Formasi Utica dengan ketebalan antara 1,500 sampai 2,000 meter akan menyimpan potensi yang sangat besar. The Utica has incredible Gas in Place…, tambahnya.

Bagaimana di Indonesia ?

Sejauh ini saya belum mendengar adanya inisiatif untuk mengembangkan shale gas di negeri kita tercinta (atau mungkin sudah ada cuma saya tidak tahu ?). Kalau melihat potensinya, nampaknya kita bisa meniru keberhasilan para petroleum geologist di Amerika.

Di Cekungan Sumatra Utara kita punya Baong Shale, di Sumatra Tengah ada Telisa Shale dan di Jambi serta Sumatra Selatan terdapat Gumai Shale. Begitu juga di Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan hingga Papua, saya yakin ada Formasi Shale yang sangat tebal dan kaya akan organic matter, seperti Formasi Klasafet di Salawati Basin.

Mungkin sudah saatnya kita mulai mengembangkan shale gas di negeri ini, mengingat kebutuhan akan gas dari tahun ke tahun meningkat terus. Apalagi PLN sudah mulai bergerak melakukan konversi pembangkit listrik tenaga diesel atau bbm ke arah pemakaian gas alam. Sementara menunggu CBM (Coal Bed Methane), rasanya masih lama. Belum lagi berbagai persoalan non teknisnya yang masih memerlukan fine tuning.

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS