Migas Sumatera Utara: Masih Panjang Ceritanya!!!
by Andang Bachtiar
Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas d cekungan Migas di Sumut masih di tingkat mula, meskipun industri migas yang dimulai dari sana (Telaga Said, lapangan minyak pertama Indonesia, 1885) telah berusia 126 tahun lamanya. Hal itu diungkapkan Dr Andang Bachtiar, anggota Dewan Pakar FKDPM dalam acara Forum Daerah FKDPM di MEdan, kemarin Senin 18 April, 2011. Dengan demikian, maka masih akan banyak opportunitas untuk mendapatkan tambahan cadangan migas di daerah tersebut, terutama dengan menerapkan konsep2 baru, mengarah pada target2 baru dan menerapkan teknologi2 baru. read more…
Masih soal misteri piramida di Jawa Barat, dibawah ini Pak Awang H Satyana berkisah tentang candi-candi di Jawa Barat.
Menurut Pak Awang usaha Pak Agung, Pak Timmy dkk-nya dari Yayasan Turangga Seta yang sedang mencari bukti bahwa Indonesia (Jawa) pada masa lalu pernah berkebudayaan sangat tinggi, berkebudayaan Atlantis (Santos, 2005), penakluk bangsa-bangsa seperti Afrika Utara, Timur Tengah dan Amerika (Indian), patut dipuji melihat semangatnya menggali masa lalu. Kini, termasuk menafsirkan bangunan dan relief candi-candi Sukuh, Cetho/Ceto/Ceta dan Penataran sebagai candi-candi yang ditafsirkannya lebih mirip bangunan piramida di Mesir atau piramida suku Maya di Amerika Tengah, daripada candi-candi Jawa, sekaligus relief2 yang menggambarkan penaklukan bangsa Timur Tengah dan Indian oleh Jawa. read more…
Misteri Pyramida di Indonesia sedang menjadi perbincangan di beberapa komunitas khusus penggemar Atlantis serta penggemar misteri. Dibawah ini tulisan Awang dan Pak Djatmiko tentang issue sehubungan adanya candi (piramida) di Jawa Barat.
Pak Djatmiko menuliskan pengalamannya dibawah ini :
Sejak pertengahan Februari 2011 yang lalu, VIVAnews di Jakarta sangat gencar menyosialisasikan sebuah teori yang diinisiasi oleh Yayasan Turangga Seta tentang adanya ratusan bangunan budaya piramida di Indonesia. Pendiri dan Ketua Yayasan tersebut adalah Pak Agung Bimo Sutedjo , seorang sarjana pertambangan yang masih sangat muda. Dia yakin bahwa piramida-piramida tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dengan jumlah yang lebih banyak dan lebih megah dari piramida-piramida peradaban Mesir dan Maya ( silahkan baca di Google : Piramida G. Lalakon ). Pak Agung dan rekan-rekannya di Yayasan Turangga rupanya terobsesi oleh teori Prof. Arysio Santos bahwa Indonesia adalah pusat peradaban Atlantis yang hilang. read more…
Dalam diskusi di mailist IAGI, Danny Hilman, Pakar Gempa dari LIPI memberikan beberapa pandangan menarik serta meneruskan diskusi sebelumnya dari Bung Irwan, Pak Awang, dan rekan-rekan lain, ada beberapa fakta dan pemikiran kunci dari kejadian gempa-tsunami di Jepang tersebut, sbb:
FAKTA:
- Para ahli Jepang sudah salah memperkirakan (”underestimate”) potensi gempa-tsunami di zona subduksi segmen Miyagi ini. Prediksi gempa yang diberlakukan (dalam peraturan) adalah tidak melebihi skala magnitude 8. Alasannya: di bagian ini pergerakan penunjaman lempeng sebagian besar diakomodasi secaca “aseismic” (tidak terkunci - “uncoupled”) dan juga dimensi luasnya tidak besar (karena ada segmentasi fisik). Alasan kenapa segmen Miyagi ini “uncoupled” adalah karena subducted slabnya sangat tua (~140 MY), sehingga dingin dan berat dan tidak mampu menekan kep. Jepang.
Catatan: namun menurut data GPS terbaru dalam bberapa tahun terakhir segmen ini menjadi terkunci (”coupled”).
- read more…
By Awang HS
Situs arkeologi Gunung Padang di Kabupaten Cianjur belum tentu diketahui semua orang. Padahal, situs megalitik ini, dengan luas 3 ha, diklaim sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Tentu sangat disayangkan bila kita tak mengenalnya. Kabupaten Cianjur berkehendak ingin menjadikan situs ini sebagai andalan tujuan wisata sekaligus pendidikan. read more…

Irwan Meilano
by : Irwan Meilano
Letusan Gunung Shinmoedake terjadi pada sore hari tanggal 26 Jan 2011 menghasilkan kolom letusan setinggi 1500-2000 meter. Letusan ini yang terbesar sejak tahun 1717 dan mengakibatkan lebih dari 1000 penduduk di Kota Takaharu-Miyazaki yang berjarak 10 km dari letusan harus dievakuasi meninggalkan rumah. read more…
Oleh : Amien Widodo, Peneliti Manajeman Bencana ITS Surabaya
Adalah suatu keadaan yang harus disadari dan dipahami oleh semua orang bahwa Indonesia merupakan negara penuh dengan deretan pegunungan yang sudah terbentuk sebelum manusia ada dan terletak di kawasan katulistiwa yang banyak hujan. Pada awalnya gunung-gunung tersebut tersusun oleh bebatuan yang keras dan kompak, akan tetapi karena kedudukan topografi, iklim, dan organisme (vegetasi) maka bebatuan tersebut mengalami pelapukan berubah menjadi tanah, yang akan terus menebal seiring dengan waktu. read more…
Diceritakan oleh Andri SS Mubandi
Nyai Roro Kidul, Nyi Blorong atau Ratu Laut Kidul mungkin sudah ratusan tahun menjadi legenda sebagian masyarakat jawa, terutama mereka yang tinggal di pesisir selatan seperti Yogyakarta.

Klik untuk mengunduh Komik Nyi Roro Kidul
Konon karena kecantikannya beberapa pelukis, termasuk mendiang Basuki Abdullah menorehkan sang mithos ini pada kanvas nan lebar. Namun mithos seolah-olah kurang greget bila tanpa dibarengi aktifitas ritual tahunan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat pesisir selatan dengan menabur sesajen berupa bunga hingga mengumpankan kepala kerbau ganteng. Maklum yang cantik-cantik biasanya paling doyan yang ganteng-ganteng.
Apakah hanya sang Ratu yang menikmati ?
Bagaimana sang dayang-dayangnya, tentaranya, oh ya juga suaminya atau mungkin sang Raja ?
Dimanakah istana sang Ratu ?
Berapa banyak harta karunnya ?
Ekspedisi Palung Jawa 2002 atau Java Trench 2002 mencoba menelusuri jejak sang Ratu. Sekolompok ahli geologi geofisika (metafisika tidak bisa hadir karena bentrok dengan shooting acara dunia lain) dan biologi laut dari Indonesia, Jepang dan Jerman telah beberapa kali melakukan penelitian dan penyelaman laut dalam di segara Kidul sekitar 100 kilometer dari Pelabuhan Ratu. Benarkah sang Ratu memang cantik dan harta karunnya tak terkira jumlahnya ?
Simak pada komik “ilmiah mbeling” ini !
nyai-roro-kidul-harta-karun
Sebuah kisah perjalanan Pak Awang Harun Satyana yang diungkapkan secara populer melengkapi pengetahuan geologi vulkanologi dan tektonik disebelah utara Merapi di Jawa Tengah.
Minggu lalu, bersama seorang rekan geologist, saya berencana hendak ke Candi Borobudur melalui Solo dan Boyolali. Tujuannya adalah ingin melihat muka Borobudur setelah disiram abu Merapi selama beberapa minggu pada bulan lalu.
Borobudur, menurut Raffles (1817 -The History of Java, terjemahan Indonesia PT Narasi 2008), pernah disiram dan ditutupi piroklastika Merapi dan endapan lainnya pada abad ke-10 sampai ia lenyap dari muka bumi. Raffles kemudian menugaskan ahli arkeologi Belanda, Cornelius untuk memimpin penggalian kembali candi Budha terbesar di dunia ini. Penggalian dilakukan oleh 200 penduduk desa di sekitar Borobudur. Setelah 21 tahun dilakukan penggalian, seluruh bagian candi baru tersingkap pada tahun 1835. read more…
TANYA JAWAB TENTANG MERAPI
by Dr Andang Bachtiar Ketua Dewan Penasehat IAGI
1. Sampai kapan Merapi akan terus bergejolak? Bisakah diperkirakan dan dipastikan?
Spt jawaban atas pertanyaan ttg proses berdimensi besar geologi lainnya yg menyebabkan bencana (rangkaian gempa - tsunami) perkiraan ttg kapan mulai dan kapan berakhirnya suatu periode proses tertentu mempunyai derajat ketidakpastian berbanding terbalik dg pengetahuan kita akan proses tsb dan sbrapa lengkap/banyak jumlah data statistik empiris yg menunjang prediksi. Pengetahuan kita ttg tipe letusan merapi yg “non wedus-gembel” yaitu letusan eksplosif membentuk kolom vertikal yg spt kita lihat skrg agak terbatas, krn selama ini yg berulang hampir 5 tahunan adalah letusan tipe “nue ardentee atau wedus gembel” itu… Secara teoritis kegiatan letusan akan berkurang dan berhenti saat kandungan gas dlm magma berkurang dan atau energinya melemah, yg akan didahului dg keluarnya lava leleran atau sumbat lava (lagi). Selain itu juga kegiatan gempa volkaniknya akan mulai berkurang frekuensi dan besarannya,..yg mana sampai tadi siang (7 November 2010) berita yg direlease mengindikasikan bhw trend bacaan seismogram blm menunjukkan kecenderungan turun. Jadi masih blm dpt dipastikan brp hari, minggu atau bln lagi aktifitas Merapu periode ini akan berakhir. Pengamatan visual atas leleran lava di puncak dan juga monitoring trend gempa akan sangat membantu. Cek terus dg kawan2 PVMBG di BPPTK Yogja.
2. Bagaimana penjelasan ilmihannya? read more…