Junghuhn Mengunjungi Bandung dan Jakarta (Oktober 2009-Januari 2010)

2010 January 11
by IAGI-Admin
junghuhn_pet_mitt1

FW Junghuhn

Artikelnya Pak Awang HS

Franz Wilhelm Junghuhn, penyelidik alam Jawa terpenting pada masanya (1835-1848), penyusur dan pendaki gunung-gunung di Jawa; kembali mengunjungi Jawa yang sangat dicintainya. Kali ini, ia tidak naik gunung lagi, tetapi ia mengunjungi perguruan tinggi di Bandung -ITB (Oktober 2009) kemudian melanjutkan perjalanannya ke Erasmus Huis -Kedutaan Besar Belanda di Jakarta (Desember 2009-Januari 2010). Saya menemuinya di Erasmus Huis pada hari terakhir ia berada di Jakarta.
read more…

Gas Shale

2010 January 11
by IAGI-Admin

nanangmanaf

Artikel Pak Nanang Manaf
Barnett Shale

Perkembangan ilmu kebumian dan teknologinya, telah menggeser konsep mengenai Petroleum System dengan penemuan lapangan-lapangan gas pada lapisan batuserpih yang bernama Barnett Shale (batuserpih Barnett) di Fort Worth Basin, North-Central Texas, Amerika Serikat. Louis S Durham, seorang koresponden Explorer, menyebutnya sebagai sensasi dalam kurun waktu 17 tahun. The 17-year overnight sensation….. read more…

2009 tahun yang sulit, tapi cukup sukses

2010 January 7
by IAGI-Admin

nanangmanaf

Inspirasi Pak Nanang Manaf (Pertamina-EP)

Tahun 2009 yang lalu merupakan masa-masa sulit dan penuh dengan ketidak pastian bagi kegiatan eksplorasi migas dunia. Seperti yang diungkapkan Larry Nation, AAPG Communication Director, dalam artikelnya di Explorer edisi Januari 2010 yang bertajuk 37 Percent Exploration Success Rate : Major Find Brighten Tough Year, kegiatan eksplorasi pada masa ini seperti berjalan diatas cangkang telur, begitu rentan dan rapuh, sehingga merupakan tahun-tahun yang penuh tantangan. read more…

Kehidupan di semesta : By design or by chance

2010 January 7
by IAGI-Admin
Pak Awang

Pak Awang

Cerita dari Pak Awang

Bumi yang penuh kehidupan tingkat kompleks itu sebuah takdir yang telah diatur atau sekadar kebetulan saja ?

Kemajuan penelitian-penelitian astronomi, kosmologi (mempelajari asal muasal Alam Semesta), eksobiologi/astrobiologi (mempelajari kehidupan ekstraterestrial atau kehidupan di luar Bumi) dan planetary geology (mempelajari geologi planet-planet) serta semua publikasinya, menunjukkan bahwa Bumi kita yang penuh kehidupan kompleks (kompleks di sini adalah multisel dan memunculkan manusia seperti kita yang cerdas dan berteknologi) itu adalah sesuatu yang unik, bukan yang umum, di Alam Semesta. Bagaimana kehidupan kompleks itu bisa muncul di Bumi, dan kelihatannya sulit di tempat lain, akan menunjukkan bahwa ia memang dirancang untuk bisa dihuni -artinya suatu takdir yang telah diatur (destiny), bukan oleh suatu kebetulan belaka (by chance).

read more…

Intellectual White Space

2010 January 7
by IAGI-Admin
nanangmanaf

Sharing dari Pak Nanang Abdul Manaf (PERTAMINA-EP)

Saya sangat terisnpirasi oleh guru dan senior saya Cak Andang Bachtiar dengan pertanyaan : Apakah faktor-faktor yang mengarah adanya temuan-temuan besar ?

Saya teringat ketika mengikui AAPG Conference tahun 2007 di Longbeach, CA, ada presentasi yang sangat bagus, insightful, dan rupanya juga banyak diminati oleh para peserta Conference. Robin Hamilton, Team Leader untuk study Regional dari Shell International E&P yang berkantor di Houston, Tx, yang bertajuk : Identifying New Material Hydrocarbon Plays : The Challenge and an Approach. read more…

Antisipasi Terhadap Gempa Bumi di Porong Jawa Timur

2010 January 4
by admin

Jakarta - Pada hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2009 melalui SMS beredar kabar di kalangan penduduk beberapa desa di Kecamatan Porong bahwa akan terjadi sebuah gempa bumi yang getarannya akan sampai di Porong. Beberapa orang warga langsung panik karena memikirkan kampung mereka akan tenggelam oleh lumpur. Murid di beberapa sekolah dipulangkan lebih cepat dari biasanya.

Besar kemungkinan peredaran SMS tersebut dipicu oleh pesan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo, beberapa hari sebelumnya untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap bencana gempa bumi. Tulisan ini akan membahas isu tersebut dari sudut pandang ilmu kebumian. Meliputi kemungkinan terjadinya gempa bumi dan kondisi Jatim, terutama Porong, untuk mengetahui dampaknya.

Kalau kita mengacu ke sejarah maka Provinsi Jatim termasuk salah satu daerah yang rawan bencana gempa bumi. Selama dua abad terakhir telah terjadi belasan gempa bumi di daerah Jatim. Salah satu yang paling diingat adalah gempa bumi pada tahun 1994 yang diikuti oleh tsunami Banyuwangi.

read more…

Perlunya Museum Monumental Gempa

2010 January 4
by admin

Masyarakat perlu disadarkan tentang pentingnya kehidupan siap bencana.

Oleh Dwikorita Karnawati
Pengajar dan Peneliti pada Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Meskipun wilayah Indonesia sering mengalami bencana gempa bumi yang menimbulkan ribuan korban jiwa, ratusan ribu rumah/bangunan roboh, kerusakan lingkungan dan trauma psikologis, hingga saat ini belum satu pun museum monumental gempa bumi dibangun.

Belum adanya museum monumental ini cukup memprihatinkan, bahkan mengkhawatirkan bagi kepentingan pembelajaran masyarakat untuk siap bencana. Dalam kurun waktu puluhan tahun, masyarakat kita cenderung mudah melupakan kejadian gempa dan dampaknya. Bahkan anak cucu kita mungkin sama sekali tidak bisa lagi membayangkan kejadian gempa bumi tersebut dan dampaknya.

Sebagai contoh, saat ini kita sudah tidak dapat lagi melihat bekas-bekas dampak gempa di Yogyakarta yang baru saja terjadi pada tahun 2006 lalu, karena seluruh bangunan yang roboh telah selesai direkonstruksi. Demikian juga dampak gempa di Nias dan di Aceh. Jadi kehadiran museum monumental gempa ini sangat penting untuk selalu mengingatkan masyarakat dan anak cucu kita betapa dahsyatnya dampak gempa. Juga untuk menyadarkan masyarakat kita bahwa kehidupan siap bencana perlu selalu kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan perlu kita kembangkan sebagai budaya siap bencana hingga ke beberapa generasi penerus kita.

Manfaat lain dari museum monumental ini adalah untuk kepentingan riset yang mendukung upaya mitigasi bencana gempa bumi. Tentunya museum monumental ini tidak hanya berupa bangunan fisik saja, namun dapat dilengkapi dengan contoh-contoh cerita, dongeng, lagu, puisi, dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan untuk membangun budaya siap bencana.

read more…

Geologic Transect of Central Java” (Fieldtrip BPMIGAS , 27-30 Desember 2009)

2010 January 4

Di dalam waktu dua hari perjalanan lapangan di Jawa Tengah (28-29 Desember 2009), sembilan geologist dan geophysicist BPMIGAS (Awang, Cepi Irawan, Cipi Armandita, Agung Gunawan, Arii Arjuna, Sumaryana, Andre, Irfan Taufik , Abdurrohim); tiga geologist UPN Veteran Yogyakarta (C. Prasetyadi, Vian Bonny, Adi Gunawan) dan seorang petroleum engineer (Jalu-BPMIGAS) melakukan perjalanan selama 75 juta tahun dalam skala waktu geologi. (Gambar 1) Kelancaran selama di lapangan dibantu oleh tiga staf dari Paramitha Tour Yogyakarta atas kerja sama dengan UPN.

trip leaders: Awang Harun Satyana dan Carolus Prasetyadi di atas Peridotit Lok Ulo, Kali Sapi, Banjarnegara

Gambar1: trip leaders: Awang Harun Satyana dan Carolus Prasetyadi di atas Peridotit Lok Ulo, Kali Sapi, Banjarnegara

Rute filed trip memotong Pulau Jawa dari selatan ke uatara (batuan tua ke muda)

Gambar 2: Rute filed trip memotong Pulau Jawa dari selatan ke uatara (batuan tua ke muda)

Hal ini dimungkinkan dengan cara melakukan transect (lintasan memotong) dari selatan ke utara, dari wilayah Luk Ulo ke Kendal, dari batuan tertua ke batuan termuda, dari singkapan batuan berumur sekitar 80 juta tahun ke singkapan berumur sekitar 5 juta tahun, dari melange Luk Ulo ke batugamping Kapung di Lapangan Cipluk (Gambar 2).

read more…

Kerajaan Demak dan Geologi Selat Muria

2009 July 23

Oleh Pak Awang

Sebuah  buku baru, “Ensiklopedi Kelirumologi” (Jaya Suprana, 2009 – Elex Media Komputindo-Kompas Gramedia), memuat sebuah entri berjudul “Demak” di halaman 98. Di dalam entri itu diceritakan bahwa tentang lokasi bekas Keraton Kerajaan Demak belumlah ada kesepakatan di antara para ahli. Sekelompok ahli mengatakan bahwa letak lokasi keraton tersebut paling mungkin ada di kawasan selatan alun-alun kota Demak sekarang dan menghadap ke utara. Di kawasan selatan Demak ini terdapat suatu tempat bernama Sitinggil/Siti Hinggil–sebuah nama yang biasanya berasosiasi dengan keraton. Namun kelompok ahli yang lain menentang pendapat tersebut sebab pada abad XV, yaitu saat Kerajaan Demak ada, kawasan Demak masih berupa rawa-rawa liar. Sangat tidak mungkin kalau Raden Patah mendirikan kerajaannya di situ. Yang lebih mungkin, menurut kelompok ini, pusat Kerajaan Demak ada di wilayah sekitar Semarang yaitu Alastuwo, Kecamatan Genuk. Pendapat ini didukung oleh temuan benda-benda arkeologi. Menurut Jaya Suprana, salah satu dari kedua pendapat itu mungkin keliru, tetapi bisa juga dua-duanya keliru (!). Demikian ulasan tentang Demak dalam kelirumologi ala Jaya Suprana.

read more…

Pola Magnetik Dasar Laut dan Rekonstruksi Pangea

2009 May 8

Oleh: Minarwan

 

Di awal bulan Maret (tahun lalu) telah diceritakan bahwa konsep yang dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener (1880-1930), tentang daratan mahaluas bernama Pangaea yang ada pada akhir Era Paleozoic, akhirnya bisa diterima oleh komunitas geosains dan berkembang menjadi teori Tektonik Lempeng di tahun 1970-an (buka di sini). Ide Wegener diperdebatkan kembali sejak tahun 1950an seiring dengan berbagai penemuan yang dilakukan oleh para oceanographer and seismologist, terutama berupa mid-oceanic ridge alias pematang tengah samudera dan variasi magnetik dasar laut.

 

 

Keberadaan variasi magnetik dasar laut sebenarnya tidak dianggap aneh pada waktu itu karena telah disadari bahwa basalt (yang juga diketahui menyusun dasar laut) mengandung mineral magnetite yang dapat mengacaukan hasil pembacaan kompas saat pengukuran pada singkapan. Fenomena magnetik dasar laut membuat para geophysicist melakukan penelitian lebih detil dan hasilnya ternyata memperlihatkan bahwa variasi magnetik itu berpola (Gambar 1).

gambar-1

Gambar 1. Pola variasi magnetik dasar laut Mid-Atlantic Ridge di selatan Islandia (diambil dari http://www.newgeology.us/presentation25.html)

 

read more…