Skip to content

Thinking out of the box

nanangmanaf

Pak Nanang Manaf

Artikel Pak Nanang Manaf

Pernahkah kita membayangkan dari sebuah impian lahir suatu peristiwa besar, bahkan mencetuskan sejarah revolusi suatu bangsa?

Itu terjadi kurang lebih 109 tahun yang lalu di sebuah kota kecil, di sudut tenggara negara bagian Texas, Amerika, yang dikenal sebagai kota Beaumont. Pattillo Higgins, seorang geologist yang gigih bermimpi suatu hari kelak kota kelahirannya itu akan menjadi sebuah kota pelabuhan yang ramai dengan pabrik-pabrik yang berdiri megah, kapal-kapal besar berlalu lalang, keluar masuk pelabuhan, serta tanah pertanian yang luas, yang semuanya digerakan dengan sumber energi minyak bumi. Padahal pada saat itu, minyak bumi baru ditemukan dalam jumlah yang kecil dan terbatas hanya dimanfaatkan untuk penerangan dan bahan pelumas saja. Batu bara merupakan sumber energi utama pada masa itu.

Spindletop telah mengubah segalanya

Pagi hari tanggal 10 Januari 1901, terdengar suara gelembung-gelembung lumpur yang keluar dari perut bumi dan disusul dengan terlontarnya pipa 4 inchi seberat 6 ton yang diikuti dengan suara nyaring benturan pipa tersebut dengan crown block (bagian puncak dari Rig). Tidak lama kemudian disusul dengan semburan minyak bumi ke udara yang berwarna hitam kehijauan dengan ketinggian lebih dari 100 Ft dari atas rig. Dikemudian hari, peristiwa tersebut, tercatat sebagai penemuan minyak bumi yang paling bersejarah, yang dinamakan sebagai Spindletop Field dengan produksi lebih dari 100,000 BOPD.

Hari itu merupakan titik balik bagi sejarah Amerika, dimana minyak bumi menjadi sumber energi baru dan utama, yang menggerakan roda industri negara tersebut. Impian Pattillo Higgins telah menjadi kenyataan.

Mary Fritz, salah seorang koresponden Explorer, menuliskan peristiwa ini pada edisi Maret 2004 dengan judul : After Spindletop, Everything changed. Penemuan lapangan minyak Spindletop telah mengubah segalanya……….. Mungkin ini yang disebut the power of dream.

Covenant mengubah paradigma

Douglas Strickland melakukan usaha yang hampir sama dengan apa yang telah dilakukan Pattillo Higgins. Majalah Explorer menyebutnya sebagai The Man Who Paid Attention, setelah 25 tahun karirnya bekerja, mencurahkan seluruh perhatiannya pada kegiatan eksplorasi migas di Wilayah Central Utah.

Kerja keras akhirnya membuahkan hasil yang sangat mencengangkan melalui penemuan Covenant Field yang menembus reservoir Navajo sandstone setebal 1,000 feet pada akhir tahun 2003 lalu. From Play to Pay, demikian David Brown, salah seorang koresponden Explorer menyebutnya. Area of interest yang mempunyai luas sekitar 75 X 30 mil ini merupakan thrust belt system yang melampar sampai ke utara, masuk wilayah Canada, dimana flank-nya terletak beberapa lapangan minyak di kawasan Alberta.

Berdasarkan hasil kajiannya, optimis bahwa area yang mempunyai play yang sama dengan Covenat Field tersebut ada sekitar 500,000 acre, yang mengandung, paling sedikit, ada 25 struktur dengan luas tutupan antara 1000 – 4000 acre. Dan 5 diantaranya sudah terbukti sebagai producing unit. The Central Utah Overthrust will yield years of fruitful exploration in multiple producing areas.

Sejujurnya saya memperkirakan akan ada milyaran barrel minyak di sana, demikian Doug Strickland, yang saat ini menjabat sebagai Exploration Manager untuk Wolverine Gas & Oil Corp menyampaikan rasa optimisnya. …and I expect that we’ll find another 10 fields out there, tambahnya.

Penemuan Covenant Field telah merubah paradigma dan konsep eksplorasi di Central Utah, seperti yang dilaporkan oleh Explorer, Wolverine’s Covenant find opens up a promising, southern extension for Western U.S thrust-belt exploration. Obviously, Covenant’s success has already touched off a mini-boom of interest in the Central Utah Overthrust.

Perubahan!

Dari pengalaman kesuksesan tersebut ternyata sebuah impian, kerja keras, ketelatenan dan cara berfikir yang keluar dari kungkungan kebiasaan, atau meminjam istilah Cak Andang Bachtiar : thinking out of the box, itulah yang menjadi kunci utamanya.

Meminjam kalimat Rhenald Kasali dalam bukunya Change ! yang diterbitkan tahun 2005 lalu bahwa : Jangan berharap hasil yang berbeda dengan menggunakan cara-cara yang sama. Dengan kata lain jangan berharap kita bisa menemukan giant resources atau meningkatkan produksi migas secara signifikan, sedangkan cara kerja kita business as usual. Tidak ada perubahan yang signifikan. Tidak ada cara-cara berfikir yang keluar dari kebiasaan. Dan tidak ada kerja keras untuk mewujudkan impian. Atau bahkan jangankan kerja keras, bermimpipun tidak…..

Seperti kata Rhenald Kasali salah satu karakteristik perubahan itu adalah : membutuhkan waktu, biaya, dan kekuatan. Untuk berhasil menaklukannya perlu kematangan berfikir, kepribadian yang teguh, konsep yang jelas dan sistimatis, dilakukan secara bertahap dan dukungan yang luas.

Karakteristik perubahan yang lainnya, seperti yang dijelaskan penulis buku Change! ini adalah peranan Change maker(s). Umumnya para pemimpin yang melakukan perubahan itu selain tidak bekerja sendirian, mereka mempunyai keberanian yang luar biasa. Bahkan sebagaian besar pemimpin perubahan gugur di usia perjuangannya.

Pantesan Menteri Keuangan Sri Mulyani, pagi-pagi sudah menyatakan rasa pesimis dan skeptisnya terhadap kinerja produksi migas tahun 2010. Seperti yang dinyatakannya pada tanggal 04 Januari 2010 kepada para wartawan bahwa : Tidak tercapainya target produksi minyak tahun 2009, membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa khawatir target produksi minyak 965.000 barel per hari di tahun ini juga tidak akan tercapai.

Mungkin Ibu Sri Mulyani faham bahwa sejauh ini -memang- tidak tampak ada langkah-langkah atau usaha yang luar biasa dilakukan oleh insan perminyakan apalagi thinking out of the box…mudah-mudahan saya keliru.

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS